Support Us

Available for Everyone, funded by readers

Contribute
E-Book
Home > In-Depth > Telisik Balik Tahun: 2021

Telisik Balik Tahun: 2021


A43 - Friday, December 31, 2021 7:00
Baliho milik Ketua DPR Puan Maharani (kiri) dan baliho milik Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kanan) terpasang berseberangan di salah satu jalan di Kota Malang, Jawa Timur. (Foto: Detik)

0 min read

Penghujung tahun 2021 telah tiba dan akan segera berganti dengan tahun 2022. Tanpa disadari, banyak peristiwa sosial dan politik yang terjadi di sepanjang tahun 2021 ini. Peristiwa apa saja yang terjadi dan ada apa di balik peristiwa-peristiwa tersebut?


PinterPolitik.com

Tahun 2024 memang masih terlampau jauh. Namun, suasana politik bisa dibilang mulai memanas. Nama-nama yang disebut bakal mengisi pertarungan politik untuk menjadi pemimpin eksekutif Republik Indonesia (RI) mulai mencuat – mulai dari Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, Puan Maharani, Ridwan Kamil, hingga Sandiaga Uno.

Di sisi lain, tahun 2021 juga menjadi tahun yang berat bagi masyarakat Indonesia. Bayang-bayang pandemi Covid-19 masih menghantui – baik secara ekonomi maupun emosi. Bahkan, hingga penghujung tahun, varian-varian Covid-19 pun terus bermunculan – seperti varian Omicron.

Meski begitu, kehidupan dan dunia pada umumnya tetap berjalan. Langkah demi langkah tetap kita lalui bersama sebagai masyarakat Indonesia – sekaligus masyarakat dunia. Mungkin, ada baiknya pula bagi kita untuk mengingat langkah-langkah itu kembali agar bisa semakin mantap dan siap dalam menyongsong masa depan – termasuk tahun 2022 yang akan segera tiba.


Januari, Aku…

Saat memulai awal baru, terkadang hal-hal yang terjadi di masa sebelumnya masih terbawa. Salah satunya adalah ketika pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) memutuskan untuk membubarkan organisasi masyarakat (ormas) yang bernama Front Pembela Islam (FPI).

Bahasan soal FPI ini pun tidak luput dari perhatian dan analisis PinterPolitik.com melalui salah satu artikel terpopuler pada bulan Januari yang berjudul: Perang Simbol Jokowi-FPI di Istiqlal. Pembahasan isu ini semakin menarik dengan analisis soal keputusan pemerintahan Jokowi untuk melakukan pemugaran pada Masjid Istiqlal di Jakarta yang kerap menjadi titik lokasi yang penting dalam aksi-aksi kelompok FPI.

Di sisi lain, bulan Januari juga menjadi bulan yang penuh dengan hiruk pikuk bantuan sosial (bansos) di tengah pandemi. Tentunya, ramai-ramai isu ini bisa diulas secara menarik dengan Celoteh-an PinterPolitik.com yang berjudul: Madam Bansos, PDIP di Ujung Tanduk?. Hmm, siapa nih yang bisa menebak siapa yang dimaksud dengan Madam Bansos?

IN-DEPTHCELOTEH
Perang Simbol Jokowi-FPI di IstiqlalMadam Bansos, PDIP di Ujung Tanduk?
Presiden Jokowi resmikan renovasi Masjid Istiqlal, Jakarta, yang disebut-sebut telan biaya hingga Rp 511 miliar. Lebih lanjut…Ramai diberitakan soal Madam Bansos - sosok yang dituduh ikut terlibat dalam korupsi bantuan sosial (bansos). Lebih lanjut…

Februari yang Penuh Cinta

Biasanya, bulan kedua selalu menjadi bulan ketika cinta dirayakan – misal dengan Hari Valentine. Ungkapan cinta pun bisa banyak ragamnya.

Namun, seperti cinta pada umumnya, ups dan downs pasti juga hadir – termasuk dalam hubungan “cinta” dalam politik. Salah satu momen yang memorable dari bulan Februrari 2021 ini adalah pertengkaran “cinta” yang terjadi di Partai Demokrat.

Kabarnya sih, ada operasi intelijen tertentu di balik drama pertengkaran. Apakah memang ada orang ketiga yang berusaha masuk ke hubungan internal Partai Demokrat? Jawabannya bisa kalian baca secara mendalam di artikel PinterPolitik.com yang berjudul: Operasi Intelijen di Balik Kudeta Demokrat.

Tidak hanya di Partai Demokrat, perasaan cinta yang terkhianati juga bisa muncul ketika sosok “teman” memilih pihak lawan. Mungkin, inilah yang terjadi apabila mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (Men-KP) Susi Pudjiastuti sudah di-cap menjadi kadal gurun alias kadrun. 

Apakah Susi ternyata adalah seorang divergent yang bisa diterima di kelompok mana pun? Yuk, cari tahu jawabannya di Celoteh PinterPolitik.com yang berjudul: Susi Ternyata Seorang Divergent?.

IN-DEPTHCELOTEH
Operasi Intelijen di Balik Kudeta DemokratSusi Ternyata Seorang Divergent?
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tiba-tiba menyebut terdapat pihak yang berusaha mengkudeta dirinya dari posisi Ketua Umum Partai Demokrat. Lebih lanjut…Mantan Men-KP Susi Pudjiastuti dituding jadi kadal gurun (kadrun). Apakah mantan Men-KP itu ternyata seorang divergent? Lebih lanjut…

Maret: Setahun Sudah…

Bulan Maret 2021 mungkin bukanlah bulan yang benar-benar terang. Pasalnya, bulan ini menjadi momen pengingat akan datangnya pandemi Covid-19 ke Indonesia yang dimulai pada tahun 2020 lalu.

Bila bicara tentang momen di masa lalu, mungkin salah satu peristiwa dan polemik yang paling ramai adalah isu penistaan agama oleh mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok pada tahun 2017 silam. Momen masa lampau ini ternyata berpengaruh besar – khususnya pada karakter Ahok sendiri.

Ada yang bilang peristiwa itu mempengaruhi cara Ahok yang baru dalam melakukan pendekatan kepada kelompok Islam – khususnya Nahdlatul Ulama (NU). Bagaimana karakteristik Ahok yang baru? Yuk, baca analisisnya di artikel In-Depth yang berjudul: Ahok dan NU dalam Semangat Kapitalisme Islam.

Di sisi lain, drama “cinta” dari bulan Februari masih belanjut. Sampai-sampai, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD ikut membela Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Wah, ada apa tuh? Kuy, cek di Celoteh yang berjudul: Pembelaan Mahfud MD untuk AHY.

IN-DEPTHCELOTEH
Ahok dan NU dalam Semangat Kapitalisme IslamPembelaan Mahfud MD untuk AHY
Selaku Komisaris Utama Pertamina, Ahok rencanakan beberapa kerja sama dengan Nahdlatul Ulama (NU). Lebih lanjut…Konflik yang terjadi di internal Partai Demokrat sudah seperti perebutan kekuasaan di kerajaan atau negara tertentu Lebih lanjut…

April, Bulan Emansipasi?

Bulan keempat ini kerap menjadi momen tepat untuk memperingati perjuangan emansipasi dan persamaan gender dengan peringatan hari ulang tahun R.A. Kartini. Tidak dapat dipungkiri bahwa peran perempuan sangatlah penting di masa kini.

Setidaknya, peran perempuan ini bisa kita amati dari situasi di internal PDIP yang makin panas dengan kemunculan sosok putri trah Soekarno – yakni Ketua DPR RI Puan Maharani – sebagai calon presiden potensial di tahun 2024 mendatang – selain capres potensial lainnya seperti Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo. 

Peran perempuan di PDIP pun semakin sentral dengan pengaruh sang Ketua Umum (Ketum) Megawati Soekarnoputri – khususnya dalam penentuan tiket capres partai berlambang banteng. Mungkinkah Ganjar yang bakal jadi “anak tiri” pilihan Bu Mega? Hmm, yuk cek Celoteh yang berjudul: Megawati Ternyata “Ibu Tiri” Ganjar?.

Di sisi lain, makna utama dari emansipasi adalah pembebasan dari dominasi yang mengekang. Semangat ini pula yang mungkin dimiliki oleh Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto dalam melawan Mister M. Bagaimana kelanjutan Pak Prabowo vs. Mister M? Kuy, cek di artikel In-Depth yang berjudul: Mampu Prabowo Lawan “Mister M”?.

IN-DEPTHCELOTEH
Mampu Prabowo Lawan “Mister M”?Megawati Ternyata “Ibu Tiri” Ganjar?
Tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala 402 munculkan kembali isu mafia alutsista. Pengamat militer Connie Rahakundini Bakrie memunculkan sosok Mister M. Lebih lanjut…Ganjar Pranowo dalam sebuah video wawancara menceritakan bagaimana sosok Taufiq Kiemas yang baik dan sosok Megawati Soekarnoputri yang keras. Lebih lanjut…

Mei Day, May Day!

Apalah bulan Mei bila tidak disertai dengan isu-isu politik? Bulan yang erat kaitannya dengan gerakan buruh ini juga menjadi bulan yang diisi dengan intrik-intrik politik. Salah satunya adalah ramai-ramai isu pemilihan Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI). 

Saking panasnya isu ini nih, ada yang bilang kalau Jenderal TNI Andika Perkasa bakal berlabuh ke PDIP – mengingat ada suara-suara partai berlambang banteng itu yang mendukung Andika. Apakah mungkin demikian? Temukan jawabannya di artikel In-Depth yang berjudul: Andika Perkasa Akan Berlabuh di PDIP?.

By the way, kalau lagi bahas soal PDIP, ada juga persoalan “dendam politik” yang tak kunjung usai meski bulan Mei adalah bulan kala umat Muslim merayakan Hari Raya Idulfitri 1442 H. Siapa ya yang bahas-bahas soal dendam di bulan saling memaafkan ini? Kuy, cek saja di Celoteh yang berjudul: Menyoal Dendam Kesumat Mega.

IN-DEPTHCELOTEH
Andika Perkasa Akan Berlabuh di PDIP?Menyoal Dendam Kesumat Mega
Redupnya sosok berlatar belakang militer seperti Gatot Nurmantyo dan Moeldoko karena berbagai intrik agaknya menguak kans Jenderal TNI Andika Perkasa untuk “mendobrak” sebagai kuda hitam. Lebih lanjut…Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat mengatakan bahwa momen-momen Hari Raya Idulfitri 1442 H menjadi momen untuk menghilangkan kebencian dan dendam kesumat. Lebih lanjut…

Juni: Bulan Bung Karno…

Mungkin, sebagai bulan yang terletak di tengah tahun, bulan Juni merupakan bulan yang seimbangkan segala elemen, termasuk elemen-elemen masyarakat. Bulan ini diperingati sebagai bulan yang melahirkan nilai-nilai dasar yang melahirkan bangsa Indonesia, yakni Pancasila – sekaligus juga sebagai bulan Bung Karno.

Meski begitu, perseteruan tampaknya justru memanas di partai berlambang kepala banteng yang notabene identik dengan trah Soekarno. Pasalnya, berdasarkan kabar burung, terjadi sebuah perebutan untuk mendapatkan tiket pencalonan presiden dari PDIP antara Puan Maharani dan Ganjar Pranowo. Siapakah di antara mereka yang bakal jadi “teh botol”? Mari baca In-Depth yang berjudul: Rumus "Botol Sosro" Puan Realistis?.

Apa justru Ganjar bakal memilih sosok yang lebih menarik untuk diajak maju di perhelatan Pemilihan Presidren (Pilpres) 2024 – misalnya Komisaris Utama (Komut) Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok? Semakin menarik nih kalau kita baca Celoteh yang berjudul:  Saatnya Ganjar-Ahok 2024?.

IN-DEPTHCELOTEH
Rumus "Botol Sosro" Puan Realistis?Saatnya Ganjar-Ahok 2024?
Rumus teh botol Sosro yang dibeberkan Bambang “Pacul” Wuryanto menjadi indikasi Puan akan maju di Pilpres 2024 sebagai calon wakil presiden. Lebih lanjut…Muncul nama Komisaris Utama (Komut) Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok yang disebut bisa menjadi pendamping Ganjar. Lebih lanjut…

Juli dan Perpisahan

Setelah beberapa bulan dilalui bersama, perpisahan pun akan datang pada ujungnya. Namanya juga kisah – pasti ada awal sekaligus akhir yang membuat kisah itu sendiri menjadi indah.

Perpisahan yang lumayan ramai jadi perbincangan pada bulan Juli ini adalah keputusan Presiden Jokowi untuk berpisah dengan Juru Bicara Kepresidenan-nya yang bernama Fadjroel Rachman. Kabarnya, Bung Fadjroel jadi Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Kazakhstan. Mengapa ini semua terjadi, Pak Jokowi? Mungkinkah kutemukan jawabannya di Celoteh-nya PinterPolitik.com yang berjudul Mengapa Jokowi “Buang” Fadjroel??

Eh, tapi, sebentar deh. Apa mungkin justru Presiden Jokowi yang ditinggalkan – apalagi sekarang sudah berada di masa pemerintahan kedua? Cari jawabannya kuy di artikel In-Depth yang berjudul: Jokowi Mulai Ditinggalkan?.

IN-DEPTHCELOTEH
Jokowi Mulai Ditinggalkan?Mengapa Jokowi “Buang” Fadjroel?
Tidak seperti di periode pertama, saat ini berbagai isu justru menggerus citra Presiden Jokowi, bahkan sejak sebelum pelantikannya. Lebih lanjut…Presiden Jokowi akan segera tunjuk sejumlah duta besar (dubes) baru, termasuk Juru Bicara (Jubir) Kepresidenan Fadjroel Rachman. Lebih lanjut…

Agustus dan Bara Perjuangan

Siapa yang semangat perjuangannya tidak ikut terbakar di bulan Agustus yang kerap dijadikan bulan ketika Hari Kemerdekaan RI diperingati? Setidaknya, semangat perjuangan ini terlihat pada sosok Puan Maharani.

Bagaimana tidak? Semangat perjuangan yang pantang menyerah dari Puan ini terlihat dari berbagai baliho yang tersebar hampir di seluruh Indonesia – seakan-akan mengingatkan bahwa kita semua adalah bagian dari bangsa yang telah merdeka ini. 

Dalam upaya perjuangan, tentu butuh strategi dan operasi intelijen yang cerdas. Operasi intelijen seperti apa yang dijalankan oleh Puan? Temukan jawabannya di artikel In-Depth yang berjudul: Operasi Intelijen di Balik Baliho Puan.

Namun, dalam menerapkan strategi, kita juga perlu berhati-hati dengan tantangan dan unexpected outcome yang bisa saja muncul. Jangan sampai nanti malah muncul pepatah “senjata makan tuan” seperti yang dibahas di Celoteh yang berjudul: Baliho, Senjata Makan Puan?.

IN-DEPTHCELOTEH
Operasi Intelijen di Balik Baliho PuanBaliho, Senjata Makan Puan?
Tidak hanya menyebutnya buang-buang anggaran, efektivitas baliho juga menjadi pertanyaan serius. Lebih lanjut…Baliho Puan Maharani dikomentari oleh Fadli Zon. Lebih lanjut…


September dan “Gerakan” Partai

Kalau kita ingat-ingat kembali soal memori yang terjadi di bulan September ini, hampir selalu memori “menyeramkan” bakal muncul. Lagipula, semua orang juga tahu bahwa ada juga kisah-kisah – seperti film – yang membahas soal peristiwa “menyeramkan” tersebut.

Namun, peristiwa atau gerakan yang terjadi pada tahun 1965 tidaklah bisa diubah lagi – kecuali catatan sejarah yang bisa saja diubah oleh sang “pemenang”. Mari kita fokus pada apa yang terjadi pada tahun 2021 saja.

Ngomong-ngomong soal gerakan, ada juga lho beberapa partai yang mulai melakukan “gerakan” tertentu. Salah satunya adalah PDIP yang kembali mendorong Jenderal TNI Andika Perkasa untuk menjadi Panglima TNI. Kira-kira, ada alasan apa ya di balik gerakan dan manuver PDIP ini? Temukan jawabannya di artikel In-Depth yang berjudul: Mengapa PDIP Amankan Andika?.

Selain PDIP, ada juga partai yang justru terkena “gerakan” tersembunyi dari kadernya, yakni Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari dan suaminya anggota DPR Hasan Aminuddin. Mereka adalah kader Partai Nasdem yang – katanya sih – bakal dibubarkan oleh Ketum-nya Surya Paloh bila ada kader korupsi. Menarik nih kalau baca detail-nya di Celoteh yang berjudul: Surya Paloh Siap Bubarkan Nasdem?.

IN-DEPTHCELOTEH
Mengapa PDIP Amankan Andika?Surya Paloh Siap Bubarkan Nasdem?
Politikus PDIP, Effendi Simbolon, menyebut KSAD Jenderal Andika Perkasa dipastikan akan menjadi Panglima TNI. Lebih lanjut…KPK lakukan OTT terhadap pasangan suami dan istri – Bupati Probolinggo Puput Trantriana Sari dan Anggota DPR Hasan Aminuddin. Lebih lanjut…

Oktober yang Digeser

Bulan Oktober ini menjadi momen unik dalam tahun ini karena kita harus melalui sejumlah hari libur yang justru digeser oleh pemerintah. Namun, itu semua tidak apa-apa karena ini juga demi kepentingan masyarakat supaya tetap sehat selalu dan aman dari Covid-19.

Namun, tidak hanya hari libur saja yang bergeser, melainkan juga dinamika dukungan politik yang terjadi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang sebelumnya selalu berada di sisi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Pasalnya, daripada mendukung Anies di Pilpres 2024, PKS malah disebut akan mendeklarasikan nama lain. Apakah mungkin PKS Mulai “Gertak” Anies?

Boleh jadi, Anies bisa belajar dari Menhan Prabowo yang dulu merupakan kader Partai Golkar. Apakah justru nasib dan karier politiknya menjadi lebih baik setelah keluar dari Golkar – meski selalu gagal menjadi presiden? Kuy baca Celoteh yang berjudul: Langkah Tepat Prabowo Keluar Golkar?.

IN-DEPTHCELOTEH
PKS Mulai “Gertak” Anies?Langkah Tepat Prabowo Keluar Golkar?
Majelis Syuro PKS putuskan untuk siapkan Salim Segaf Al-Jufri sebagai kandidat dalam Pilpres 2024. Lebih lanjut…Banyak politisi dan pemimpin partai politik seperti Prabowo Subianto (Gerindra) dan Surya Paloh (Nasdem) merupakan mantan kader Partai Golkar. Lebih lanjut…

November: Arti Setia dan Kehilangan

Semakin kita tumbuh dewasa, semakin sedikit teman dekat yang kita miliki. Bahkan, fase-fase kehidupan seperti ini membuat kita semakin tenggelam dalam kesepian dan kesunyian.

Mungkin, inilah yang dirasakan oleh Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko yang telah melalui banyak drama – khususnya soal Partai Demokrat – di tahun 2021 ini. Ada apa dan kenapa Moeldoko “Tenggelam” dalam Kesendirian?

Meski begitu, terkadang kesetiaan juga bisa “menyiksa”. Ada yang bilang kalau Pak Ahok adalah teman dekat nan setia bagi Presiden Jokowi. Atau, mungkin, malah justru lebih dari sekadar “teman setia”? Atau, malah, Mungkinkah Jokowi Tersandera Ahok?

IN-DEPTHCELOTEH
Mungkinkah Jokowi Tersandera Ahok?Moeldoko “Tenggelam” dalam Kesendirian?
Nama Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok kembali menjadi perbincangan publik setelah disebut Presiden Jokowi punya kans besar untuk menjadi Kepala Badan Otorita IKN. Lebih lanjut…Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko tidak dianggap sebagai teman ketika menyapa massa Aksi Kamisan. Lebih lanjut…

Desember: Ancaman dan Resolusi Baru

Bulan ini merupakan bulan penutup dari tahun yang cukup berat ini. Di bulan ini pula, kabar-kabar soal varian Covid-19 yang baru mulai bermunculan, yakni varian Omicron yang katanya sudah masuk ke Indonesia.

Bisa dibilang, di akhir tahun ini, ancaman-ancaman baru justru bermunculan. Tidak hanya soal Omicron dan Covid-19 pada umumnya, melainkan juga ancaman kedaulatan yang datang dari Tiongkok – misalnya soal pengeboran minyak di Laut Natuna Utara atau Laut China Selatan (LCS). Pertanyaannya adalah Mengapa Tiongkok Tiba-Tiba Ancam Indonesia?

Meski begitu, dengan ancaman baru, kita juga akan menyongsong tahun berikutnya dengan resolusi baru. Banyak hal yang perlu diperbaiki demi masa depan yang lebih baik – termasuk soal kontrak-kontrak merugikan di Pertamina yang dikemukakan oleh Ahok. Apakah mungkin Ahok bisa memperbaiki semuanya seperti yang biasa dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B. Pandjaitan? Mengapa Ahok “Ingin” Bisa Seperti Luhut?

IN-DEPTHCELOTEH
Mengapa Tiongkok Tiba-Tiba Ancam Indonesia?Ahok “Ingin” Bisa Seperti Luhut?
Publik dihebohkan berita mengenai surat diplomatis dari Tiongkok yang tuntut agar Indonesia berhentikan pengeboran migas di Laut Natuna. Lebih lanjut…Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok ungkapkan kontrak yang rugikan Pertamina. Apa Ahok ingin jadi the fixer layaknya Luhut B. Pandjaitan? Lebih lanjut…

Mungkin, tahun 2021 bukanlah tahun yang sempurna bagi masyarakat Indonesia. Tentu saja, bakal ada banyak hal yang perlu diperbaiki – mulai dari penanganan pandemi Covid-19 yang lebih terstruktur hingga regulasi-regulasi penting yang perlu dibangun, seperti soal kekerasan seksual masih menjadi ancaman luas.

Mari kita songsong tahun 2022 dengan semangat dan niatan untuk menjadi lebih baik. Menarik untuk dinanti dinamika sosial dan politik apa yang bakal mengisi tahun baru ini. Sampai jumpa di tahun 2022. (A43)


► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Berita Terkait