HomeCelotehUlama Boleh Berpolitik Asal…

Ulama Boleh Berpolitik Asal…

Kecil Besar

“Menjadi baik itu mudah, dengan hanya diam maka yang tampak adalah kebaikan. Yang sulit adalah menjadi bermanfaat, karena itu butuh perjuangan” ~KH. MA. Sahal Mahfud


PinterPolitik.com

[dropcap]S[/dropcap]etelah kemarin ada beberapa kelompok ulama yang secara terang-terangan mendukung politisi tertentu, akhirnya Majelis Ulama Indonesia (MUI) secara resmi buka suara.

MUI mengumumkan hasil dari rapat pleno ke-29 MUI yang isinya mengimbau para partai politik agar tidak memonopoli klaim atau nama umat Islam. MUI menganggap bahwa di Indonesia ada banyak umat Islam yang menyebar di semua partai politik, bukan hanya satu-dua partai.

Tuh dengerin apa kata MUI! Masih mau bikin klaim?Jangan belaga menjadi perwakilan deh kalau sebenarnya nggak mewakili-mewakili amat. Ups, pedes ya omongan eike…Wkwkwk.

Tidak hanya MUI, organisasi Muhammadiyah juga memberikan imbauan kepada kalangan ulama serta agamawan agar tak terlalu terlibat politik praktis menjelang Pemilu 2019, sehingga tidak menjurus kepada tindakan politisasi agama.

Eike pikir sih nggak apa-apa menggunakan politik identitas, asal nggak dimanipulasi dan dieksploitasi demi mendapatkan kekuasaan. Jangan gila-gila banget gitu jadi politisi. Nanti kalau kalah bisa jadi gila beneran loh. Hehe.

Dateng ke ulama boleh, tapi ya cuma buat minta nasihat aja. Siapa tahu kan bisa dapat wejangan dan semangat yang positif. Jadi bukan sekadar minta dukungan ulama hanya untuk menaikkan elektabilitas.

Duh…duh..duh… kayaknya politisi kita pada lupa nih apa fungsi ulama. Soalnya kerjaannya manfaatin ulama buat jadi alat politik sih. Ckckckck.

Logikanya, kalau emang politikus-politikus itu emang nurut sama ulama, harusnya takut juga sama Tuhan. Kalau takut sama Tuhan, mana berani korupsi, mana berani mengadu domba? Betul nggak gengss? Ahh kita mah udah pinter. Hehe.

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir menyampaikan, kalau boleh Muhammadiyah mengajak seluruh institusi agama dan keulamaan agar tetap menjadi basis bagi kekuatan moral yang mengharapkan bangsa ini lebih luhur.

Wahh, boleh banget dongs. Eike dukung 100 %! Biar pejabat-pejabat yang lahir nantinya punya integritas yang baik.

Kalau menurut kalian, perlu nggak sih tokoh agama masuk dunia politik? Menurut eike sih yes, untuk meluruskan kehidupan politik. Memperbaiki mental-mental politisi yang gila kekuasaan. Ehh, tapi bukan berarti bisa menciptakan political blocking ya, kalau kata Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin bahaya. Yang ada malah bikin ketegangan dan konflik, kayak yang sekarang lagi kita rasain gengs. Hehe

Coba deh kalian renungkan perkataan guru besar dan cendekiawan muslim dari Universitas Islam Negeri Jakarta Azyumardi Azra ini: “Sikap netral ulama itu sesuai dengan hadis, yaitu al ulama warasatul anbiya atau ulama adalah pewaris para nabi. Sebagai pewaris para nabi, ulama bersifat di atas semua kelompok dan golongan, baik itu etnis, suku, maupun agama yang berbeda-beda. (E36)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Merekat Persatuan dalam Kebinekaan

Berbagai gesekan di masyarakat bisa saja menghantui Indonesia ke depannya. Namun, nilai kebinekaan yang menjadi semboyan bangsa seharusnya dapat menjadi modal sosial bagi masyarakat...

More Stories

Abdi Negara Terbelenggu Kemiskinan?

"Oemar Bakri, Oemar Bakri, pegawai negeri…” ~Lirik Lagu Oemar Bakri -  Iwan Fals PinterPolitik.com Jadi pegawai negeri itu merupakan impian banyak orang. Pokoknya jadi PNS itu...

Luhut Panjaitan Memeluk Orba

"Luka tidak memiliki suara, sebab itu air mata jatuh tanpa bicara." ~Dilan 1990 PinterPolitik.com Orde Baru masih menjadi sejarah yang amat menakutkan dari sebagian besar masyarakat....

Ma’ruf Amin yang Terbuang?

"Sebagai kekasih, yang tak dianggap aku hanya bisa mencoba mengalah. Menahan setiap amarah…” ~Lirik Lagu Kekasih yang Tak Dianggap – Kertas Band PinterPolitik.com Jika di dunia...