HomeCelotehThomas Lembong “Membalas” Jokowi?

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes


Pinterpolitik.com

Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong kembali muncul lagi nih gengs. Padahal sudah lama tidak muncul ya. Hehehe.

Kali ini kisahnya berawal dari artikel yang ditulis oleh jurnalis asal Selandia Baru, John McBeth di portal Asia Times  yang mengatakan bahwa Thomas telah “membuka dapur perusahaan” yang seharusnya tidak diungkapkan di publik.

Dalam artikel tersebut memang Thomas mengatakan dalam salah satu presentasi bahwa saat ini grafik makro ekonomi Indonesia paling menakutkan. Negara yang dulunya pengekspor minyak dan gas alam cair (LNG) terbesar di dunia ini pada tahun 2020-2021 akan menjadi nett importir.

Kok Kepala BKPM bongkar-bongkar data ke publik? Seharusnya doi tau hal yang dilakukan itu pasti memberikan pengaruh terhadap iklim ekonomi Indonesia ke depannya. Ada apa ya? Click To Tweet

Doi juga menjelaskan bahwa hal ini sangat dramatis karena akan memberikan dampak kepada neraca perdagangan yang terus mengalami penurunan, neraca pembayaran dan berimplikasi kepada turunnya nilai kurs rupiah.

Waduduh, ada apa nih? Kok Kepala BKPM  bongkar-bongkar data ke publik? Seharusnya doi tau hal yang dilakukan itu pasti memberikan pengaruh terhadap iklim ekonomi Indonesia ke depannya. Bahkan, ini bisa jadi sasaran kritik lawan untuk Presiden Jokowi loh.

Pantas saja nih, informasi yang beredar mengatakan bahwa perusahaan sekelas Royal Dutch Shell disebut-sebut ingin menjual sahamnya sebesar 35 persen yang berada di ladang gas raksasa Masela, Maluku. Apa jangan-jangan perilaku salah satu korporasi minyak dan gas terbesar di dunia ini karena Thomas Lembong sudah membuka sedikit “isi dapur” negara ya?

Baca juga :  Tidak Etis Bila IKN Dilanjutkan?

Wah, kalau memang benar demikian, ini menjadi pukulan telak buat Presiden Jokowi ya, kalau dia benar memenangkan Pemilu 2019.

- Advertisement -

Bakal banyak banget nih pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh Presiden Jokowi ke depannya, kalau sampai perusahaan energi raksasa ini memberikan sinyal dan disalahartikan oleh perusahaan minyak yang lain, bahwa potensi di Indonesia tidak sebanding dengan politik internal negara dan kerumitan regulasinya ketika terdapat banyak peluang lainnya di luar.

Ada apa ya sebenarnya sehingga Thomas mengungkapkan hal tersebut? Emang sih, di satu sisi mantan CEO Quvat Management itu tentu berupaya untuk mengungkapkan hal yang penting demi tranparansi.

Asal bukan karena masih ada sakit hati yang membekas ya pak. Hehehe. Dulu kan Presiden Jokowi pernah marah dan muncul kata “bodoh” di acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) di Serpong, Tangerang. Kala itu Jokowi menyinggung persoalan investasi Indonesia yang tak banyak realisasinya. Kan bisa aja Thomas Lembong tersinggung.

Jadi ini sebagai sebagai bentuk “balasan”. Soalnya, pada waktu itu Thomas Lembong memang sebagai penanggung jawab acara cuy.

Semoga sih, asumsi ini tidak benar ya gengs. Tapi, kalau memang ternyata benar, termasuk berani ya doi sebagai bawahan Pakde Jokowi. Semoga bukan rakyat biasa lagi yang menjadi korbannya. Hehehe. (F46)

spot_img

#Trending Article

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

Polemik Kuntadhi, Ganjar Cuci Tangan?

“Saya kenal Pak Ganjar. Tapi kayaknya Pak Ganjar, ya nggak kenal saya secara pribadi,” – Eko Kuntadhi, Pegiat media sosial PinterPolitik.com Eko Kuntadhi – pegiat media...

Mahfud MD Permainkan Bjorka?

“Satgas itu dibentuk bukan untuk memburu Bjorka, sebab yang dari Bjorka itu tak satupun yang membobol rahasia negara. Itu hanya sensasi,” – Mahfud MD,...

Airlangga ”Dijepit” JK dan PKS?

“Pak JK selalu dikaitkan, endorse Anies, kenapa nggak berat ke AH. Kalau kemudian Pak JK dikaitkan dengan endorse AH itu tidak lepas dari upaya upaya mencarikan...

Misteri Nomor Urut Tiga PDIP

“Jadi dari pihak PDIP, mengusulkan yang namanya tanda gambar itu, nomor itu sebenarnya saya katakan kepada Bapak Presiden dan Ketua KPU dan Bawaslu bahwa...

Di-Back Up SBY-JK-Paloh, Anies Pede?

“Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selaku ayah biologis dan ideologis AHY, Jusuf Kalla sebagai mentor politik Anies, dan Surya Paloh sebagai king maker,” – Ahmad...

Dewan Kolonel, Gimmick Duet Puan-Prabowo?

“Pokoknya, Dewan Kolonel ini adalah satu-satunya dengan tujuan mendukung Mbak Puan di 2024. Itu sekali lagi, tentu kami masih menunggu keputusan Bu Megawati siapa...

Jokowi, Anies, dan Politik Penghargaan

Anies Baswedan mendapatkan penghargaan Lee Kuan Yew Exchange Fellow dari Singapura. Sementara, Jokowi dapat Global Citizen Awards di AS.

More Stories

Megawati Sukses “Kontrol” Jokowi?

“Extraordinary claims require extraordinary evidence” – Carl Edward Sagan, astronom asal Amerika Serikat (AS) PinterPolitik.com Gengs, mimin mau berlagak bijak sebentar boleh, ya? Hehe. Kali ini, mimin mau berbagi pencerahan tentang...

Arief Poyuono ‘Tantang’ Erick Thohir?

“Orang hebat tidak dihasilkan dari kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan. Mereka dibentuk melalui kesulitan, tantangan, dan air mata” – Dahlan Iskan, mantan Menteri BUMN PinterPolitik.com Gengs, kalian...

Sri Mulyani ‘Tiru’ Soekarno?

“Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya” – Soekarno, Proklamator Indonesia PinterPolitik.com Tahukah kalian, apa yang menyebabkan Indonesia selalu...