HomeCelotehMa’ruf Amin yang Terbuang?

Ma’ruf Amin yang Terbuang?

“Sebagai kekasih, yang tak dianggap aku hanya bisa mencoba mengalah. Menahan setiap amarah…” ~Lirik Lagu Kekasih yang Tak Dianggap – Kertas Band


PinterPolitik.com

[dropcap]J[/dropcap]ika di dunia ini ada penghargaan untuk massa demonstran terbaik, sepertinya Persatuan Alumni 212 layak jadi nominasi deh. Bukan apa-apa, kelompok ini tergolong sangat kompak. Udah gitu rajin banget lagi ngadain pertemuan. Setiap kumpul bilangnya sih mau ngaji bareng, tapi sepertinya bukan sekadar untuk mendekatkan diri pada Tuhan, tapi sekalian mendekatkan diri sama pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Eh, bener nggak ya?

Tapi beneran deh, aku tuh penasaran banget, apa sih rahasia kekompakan PA 212 ini? Eh tapi, kalau memang kompak, kok salah satu pentolannya Ma’ruf Amin tidak diajak reuni lag? Apa cuma karena sudah jadi cawapresnya kubu sebelah? Wah, benar-benar.

Kalau pengajian yang udah-udah kan masih ada basa-basi untuk mengundang Kiai Ma’ruf, tapi sekarang kok nggak ada kabar blas? Kiai Ma’ruf protes tuh. Siapa yang mau tanggung jawab?

Bisa-bisanya pentolan 212 nggak diundang ke acara Malam Munajat 212... Click To Tweet

Gara-gara tidak diundang kemarin, Ma’ruf nyeletuk, “Saya alumni 212, yang mengeluarkan fatwa juga saya, kok tidak diundang? Berarti 212 kemarin adalah 212 yang lain.”

Hmmm, tapi mohon maaf, jadi Bapak kecewa karena 212 yang sekarang berbeda dengan yang kemarin? Weleh, kalau diliihat sejarahnya, kelompok  212 itu berkumpul untuk memenjarakan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok agar lekas diadili atas kasus penistaan agama. Nah, beberapa waktu lalu Pak Kiai bukannya sudah sempat minta maaf ke Ahok? Bilang menyesal pula. Eh, kok sekarang malah ribut 212 yang sekarang bukanlah yang dulu?

Baca juga :  ST Burhanuddin Dominasi KPK?

Hmm… Jadi yang kemarin-kemarin minta maaf itu buat apa ya? Buat menggaet suara Ahokers aja? Jadi Pak Ma’ruf gak ikhlas minta maaf atau bagaimana ya?

Wah, kalau begini jadinya seperti serba salah ya? Emang risiko politik seperti ini Pak Ma’ruf. Kalau sudah begini apa tidak menyesal ikut Pilpres? Gak mau berdakwah aja atau menghabiskan waktu dengan istri begitu?

- Advertisement -

Ngomong-ngomong, waktu itu Pak Kiai pernah nyebut kalau cawapres Jokowi yang sesungguhnya adalah Jusuf Kalla. Pak Kiai cuma kebetulan aja dipilih karena JK sudah tidak boleh menjabat lagi. Jadi sebenarnya, Pak Kiai beneran niat maju Pilpres nggak sih? (F41)

spot_img

#Trending Article

Ceker Ayam, Rahasia Kemajuan Tiongkok?

“Kami berusaha menyerap kenaikan harga komoditas ini, dengan memanfaatkan seluruh bagian ayam. Itu berarti menggunakan setiap bagian ayam, kecuali bulunya, kurasa.” – Joey Wat, CEO...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Melacak Arah Petir Brigadir J?

“CCTV harus diuji. Kenapa harus diuji? Pertama CCTV sudah disambar petir. Maka kalau tiba-tiba CCTV ketemu kembali, harus dibikin acara dengan petir, kapan petir...

Anies Ikuti Jejak Soekarno?

“Perubahan nama Rumah Sakit menjadi Rumah Sehat, dilakukan agar Rumah Sakit ikut ambil peran dalam pencegahan penyakit, sekaligus mempromosikan hidup sehat.” – Anies Baswedan,...

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

Jokowi Kameo Pilpres 2024?

“Yang paling sering kalau ke kondangan. Bahkan saat nyumbang ke Surabaya, ada yang bilang kalau ada tamu Pak Presiden lagi blusukan. Bahkan ada yang rebutan...

Sambo Tidak Selincah Ninja Hatori?

“Kalau naik gunung itu, pijakan kakinya harus kuat. Jangan mengandalkan tarikan orang di atas. Kekuatan diri sendiri yang membawa kita ke atas.” – Brigjen...

Tiket Pesawat Naik, Tiket PDIP Naik?

“Kasus mahalnya tiket pesawat ini lebih ke soal politis, mau siapapun menteri atau presidennya enggak akan mampu memaksa perusahaan menjual rugi tiket pesawatnya. Kecuali...

More Stories

Abdi Negara Terbelenggu Kemiskinan?

"Oemar Bakri, Oemar Bakri, pegawai negeri…” ~Lirik Lagu Oemar Bakri -  Iwan Fals PinterPolitik.com Jadi pegawai negeri itu merupakan impian banyak orang. Pokoknya jadi PNS itu...

Luhut Panjaitan Memeluk Orba

"Luka tidak memiliki suara, sebab itu air mata jatuh tanpa bicara." ~Dilan 1990 PinterPolitik.com Orde Baru masih menjadi sejarah yang amat menakutkan dari sebagian besar masyarakat....

Hasrat Terpendam Partai Islam

"Politik adalah seni dan layanan, bukan eksploitasi." ~Charles de Gaulle PinterPolitik.com Sudah baca hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA belum? Kenapa itu ya? Kok...