HomeCelotehSayembara Capres ‘Berburu’ Teroris

Sayembara Capres ‘Berburu’ Teroris

Kecil Besar

“Saya ingin otak teroris digantung di Monas, saya akan berikan Rp 1 miliar hadiah kepada warga yang bisa menyerahkan otak teroris kepada pihak kepolisian 1×24 jam.” ~ Sam Aliano


PinterPolitik.com

[dropcap]K[/dropcap]ejahatan kemanusiaan yang terangkum dalam aksi terorisme dibeberapa lokasi, membuat masyarakat bangkit membangun narasi #KamiTidakTakut dan #BersatuLawanTeroris.

Posisi teroris kali ini sudah tak mendapat tempat sedikitpun di bumi pertiwi. Karena aksi terorisme itu jelas bukan karena didasarkan pada dogma agama, tapi bersumber dari kebiadaban yang berujung pada kejahatan kemanusiaan.

Maka di saat masyarakat bersatu melawan teroris, ada salah satu bakal calon Presiden, Sam Aliano yang justru mengajak secara nyata masyarakat untuk berburu teroris dengan imbalan Rp 1 miliar.

Walau terkesan seperti sayembara dengan embel – embel uang, setidaknya ini merupakan langkah baik untuk menyelamatkan persepsi masyarakat agar tidak gentar dengan pergerakan terorisme.

Sepertinya, Sam Aliano juga menerjemahkan keinginan Polri, BIN, dan BNPT untuk melibatkan partisipasi masyarakat menangkal radikalisme sebagai anak kandung dari munculnya terorisme.

Kalau masyarakat sudah bersatu dan berhimpun untuk melawan teroris, tentunya bisa menjadi senjata ampuh melakukan pendeteksian secara dini. Hayoo, teroris mau kemana lagi kalau sudah dikepung masyarakat? Weleeeh weleeeh.

Daripada nunggu evaluasi kinerja BIN atau BNPT yang kecolongan karena tak melakukan upaya preventif, nanti pasti berpotensi kecolongan lagi kan?

Makanya daripada begitu, mendingan masyarakat ikut berpartisipasi dalam menangkal terorisme di lingkungan sekitar.

Kalau bisa ditangkap sama masyarakat, kan bisa ngebantu Kepolisian, BIN, dan BNPT kan? Uppss, jangan lupa, dapet uang lagi dari Sam Aliano, uhuuukk uhuukkk.

Upss, tapi inget juga, jangan karena masyarakat pro aktif, Kepolisian, BIN, dan BNPT malah tenang – tenang aja, justru harusnya lebih giat melakukan upaya preventif, membaca gerak atau mencari tahu pola terbaru pergerakan terorisme.

Baca juga :  Menanti Lahirnya Hoegeng Muda di Bhayangkara

Tapi sayembara ini membuat banyak pihak risih ga sih, masa peristiwa terorisme dijadikan komoditas politik.

Kan kalau dilihat dari sisi yang lain, upaya sayembara yang dilakukan Sam Aliano itu bermuatan politis, bener ga? Harusnya sih iya, apalagi udah banyak terpampang namanya sebagai calon Presiden.

Weeeiittss, tapi jangan terlalu khawatir, kan Sam Aliano ga masuk hitungan, jadi para partai politik dan calon Presiden lain jangan kebakaran jenggot duluan ya, weleeeh weleeeh.

Ya setidaknya apa yang dilakukan Sam Aliano itu mungkin memaknai apa yang dikatakan Barack Obama, bahwa sebenarnya uang bukan satu-satunya jawaban, tapi itu membuat perbedaan.

Nah di sini konteksnya, uang bisa membuat perbedaan persepsi kala mendengar kata teroris. Waduh, siapkah untuk berburu? Weleeh weleeh. (Z19)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Merekat Persatuan dalam Kebinekaan

Berbagai gesekan di masyarakat bisa saja menghantui Indonesia ke depannya. Namun, nilai kebinekaan yang menjadi semboyan bangsa seharusnya dapat menjadi modal sosial bagi masyarakat...

More Stories

Wali Kota Depok ‘Biduan Lampu Merah’

"Kualitas humor tertinggi itu kalau mampu mengejek diri sendiri. Cocok juga ditonton politisi. Belajar becermin untuk melihat diri sendiri yang asli, " - Butet...

DPR Terpilih ‘Puasa Bicara’

“Uang tidak pernah bisa bicara; tapi uang bisa bersumpah,” – Bob Dylan PinterPolitik.com Wakil rakyat, pemegang amanah rakyat, ehmmm, identitas yang disematkan begitu mulia karena menjadi...

Ridwan Kamil Jiplak Jurus Jokowi

“Untuk melakukan hal yang buruk, Anda harus menjadi politisi yang baik,” – Karl Kraus PinterPolitik.com Pemindahan Ibukota masih tergolong diskursus yang mentah karena masih banyak faktor...