HomeCelotehPutri Cendana dan Raja Minyak

Putri Cendana dan Raja Minyak

Kecil Besar

“Inilah sebuah kisah penuh drama dari sebuah negeri yang amat lucu.”


PinterPolitik.com

[dropcap]D[/dropcap]i suatu di sebuah negeri yang sedang digoncang-ganjing berita hoaks dan netijen halu, hidup seorang perempuan pemberani bernama Titiek Soeharto. Sebagai putri bekas orang berkuasa di negeri ini, Titiek ternyata masih menyimpan hasrat dalam urusan politik.

Setelah ayahnya turun tahta dan meninggal dunia, Putri Cendana bersama saudara-saudaranya seakan kehilangan pengaruh. Mereka pun mendirikan kelompok berkarya yang diharapkan dapat berkuasa di negeri tersebut.

Putri dan Raja tidak melulu cocok dan bahagia Share on X

Suatu hari, Putri Cendana tersebut menyampaikan kegelisahannya kepada para pendukungnya. Ia merasa kian hari negeri yang ia cintai semakin lucu, oleh karena rajanya yang dipandangnya tidak becus.

Di depan pendukungnya, ia seperti tengah memberikan gambaran bahwa pemimpin saat ini penuh dengan dusta. Sang putri mengingatkan pendukungnya untuk merasa kalau kesenjangan antara si kaya dan si miskin makin melebar? Yang kaya makin kaya, yang miskin makin menderita.

Putri Cendana pun melanjutkan, “Sekarang harga-harga makin melambung. Kami para perempuan jadi bingung untuk mengatur uang belanja. Sekarang uang sebesar Rp 50 ribu bisa dapat apa?” Pertanyaan itupun kemudian dijadikan sayembara.

Tak selang beberapa hari, seorang pria membawa keranjang penuh dengan bahan belanjaan. Konon ia berbelanja tempe seharga Rp1.000, beras kualitas super dan telur Rp21.500, bayam dan kangkung Rp2.500, ayam 1/4kg Rp8.000, serta cabai dan satu bahan lain Rp4.000. Total semua belanjaannya hanya menghabiskan Rp46.000.

Tahu siapa yang menjawab sayembara itu? Ruhut Sitompul yang di sinetron dikenal sebagai seorang raja minyak. Waduh, kok sayembaranya bisa dijawab dengan mudah? Tunggu, si Raja Minyak ini ada di kubu mana? Ya, di kubunya pemerintah sekarang.

Baca juga :  Hotel Sultan dan Mesin Uang Soeharto

Waduh, gimana nih Bu Titiek? Masa sayembaranya dijawab sama pendukung penguasa sekarang? Bu Titiek sudah ke pasar lihat-lihat harga? Wah, ini sih bisa bahaya buat masa depan Bu Titiek, bisa digoreng terus isu ini sama kubu sebelah.

Mungkin, harus mulai lebih rajin lagi turun ke lapangan. Jangan sampai masih merasa seperti dulu, masih jadi putri orang paling berkuasa. Ya, semoga Bu Titiek bisa memberi sayembara lain yang si raja minyak gak bisa menjawabnya. (E36)

 

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Merekat Persatuan dalam Kebinekaan

Berbagai gesekan di masyarakat bisa saja menghantui Indonesia ke depannya. Namun, nilai kebinekaan yang menjadi semboyan bangsa seharusnya dapat menjadi modal sosial bagi masyarakat...

More Stories

Abdi Negara Terbelenggu Kemiskinan?

"Oemar Bakri, Oemar Bakri, pegawai negeri…” ~Lirik Lagu Oemar Bakri -  Iwan Fals PinterPolitik.com Jadi pegawai negeri itu merupakan impian banyak orang. Pokoknya jadi PNS itu...

Luhut Panjaitan Memeluk Orba

"Luka tidak memiliki suara, sebab itu air mata jatuh tanpa bicara." ~Dilan 1990 PinterPolitik.com Orde Baru masih menjadi sejarah yang amat menakutkan dari sebagian besar masyarakat....

Ma’ruf Amin yang Terbuang?

"Sebagai kekasih, yang tak dianggap aku hanya bisa mencoba mengalah. Menahan setiap amarah…” ~Lirik Lagu Kekasih yang Tak Dianggap – Kertas Band PinterPolitik.com Jika di dunia...