HomeCelotehProgram Kerja ‘Nyeleneh’ Relawan Jokowi

Program Kerja ‘Nyeleneh’ Relawan Jokowi

“Berikan saja barang yang Anda punya. Buat orang lain, hal ini kadang lebih berfaedah, ketimbang terus menerima sumbangan pikiran.” ~Henry Wadsworth Longfellow


PinterPolitik.com

[dropcap]T[/dropcap]ahun 2019 dibuka dengan banyak hal menghebohkan di dunia politik Indonesia. Apalagi mendekati Pileg dan Pilpres 2019 ya kan, polah para politisi makin ada-ada aja. Belum ditambah tingkah relawannya, yang makin militan tapi suka nganu, nyeleneh. Hihihihi.

Baru-baru ini, kehebohan terjadi ketika relawan pendukung Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Kopi Politik Syndicate (KPS), menyiapkan program ‘nyeleneh’ untuk jagoannya. Ingat ya, ini tuh program dari para relawannya, bukan dari capres-cawapresnya.

Terus kenapa heboh? Gimana nggak, mereka membuat usulan agar petani dapat menerima gaji dari pemerintah. Alasannya agar masyarakat desa nggak pindah ke kota. Petani pun bisa produktif dan sejahtera.

Weleh-weleh, kalau digaji bukannya nanti Pak Tani malah kerja seenak udel? Toh hasil panen bagus nggak bagus tetap nerima bayaran. Lagi pula, kalau emang mau menyejahterakan petani, harusnya pemerintah nggak impor bahan pokok ketika sedang masa panen dong? Harusnya pemerintah bisa lebih tegas dengan para mafia-mafia yang suka memainkan harga dong? Atau kalau perlu perpendek laju distribusi petani, biar petani lebih untung.

Nggak sampai di situ, Direktur Eksekutif KPS, Indra Budiman juga mengatakan, pemerintah juga bisa menggaji nelayan dan bisa memberikan subsidi untuk buruh dan rakyat miskin.

Hmm moon maap nih. Kebijakannya ada yang nggak lebih memanjakan rakyat nggak? Soalnya kita tuh suka ngelunjak gitu deh kalau ditolong. Sekalinya subsidi harus selamanya. BBM misalnya. Mau negara bangkrut kek, nggak mau tahu, yang penting bensin tetap murah. Malam mingguan lancar… Edededehhh…

Terus ya, KPS ternyata juga mendorong Jokowi untuk membuat program janda dinafkahi negara. Menurut Indra, program ini penting karena tugas janda adalah mendidik anak yang merupakan masa depan bangsa. Apalagi menurutnya, di dalam Islam, memperhatikan janda, anak yatin dan kaum miskin itu sebuah kepatutan.

Baca juga :  Meraba Politik Luar Negeri Prabowo Subianto 

Hmmm, kalau beneran ada program untuk para janda ini, bisa jadi kasus poligami menurun. Ya, dari pada dimadu, mending menjanda, dapat nafkah juga dari pemerintah. Tapi ngomong-ngomong santunan untuk para korban bencana apa kabar ya? Itu aja kayaknya empot-empotan deh. Hihihihi.

Kebijakan yang terlalu membahagiakan rakyat belum tentu yang terbaik untuk negara dan rakyat itu sendiri. Jadi jangan mau digombali... Click To Tweet

Yak begitulah beberapa program kerja yang diusulkan KPS agar supaya Indonesia bisa lebih tronjal-tronjol membahana badai. Terutama program bagi-bagi susu untuk para pelajar, agar supaya tercipta generasi emas yang sehat dan unggul. Cie gitu

Ehh tapi tunggu dulu, ternyata ada satu program lagi yang harus disebut guna menjadikan pemerintahan Jokowi lebih kaffah, yakni dengan mendorong keluarga muslim untuk rutin mengaji setelah magrib pada masa kampanye nanti. Menurutnya ini penting, agar akhlak dan moral Islam tertanam sejak dari keluarga. Ntap~ (E36)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

More Stories

Abdi Negara Terbelenggu Kemiskinan?

"Oemar Bakri, Oemar Bakri, pegawai negeri…” ~Lirik Lagu Oemar Bakri -  Iwan Fals PinterPolitik.com Jadi pegawai negeri itu merupakan impian banyak orang. Pokoknya jadi PNS itu...

Luhut Panjaitan Memeluk Orba

"Luka tidak memiliki suara, sebab itu air mata jatuh tanpa bicara." ~Dilan 1990 PinterPolitik.com Orde Baru masih menjadi sejarah yang amat menakutkan dari sebagian besar masyarakat....

Ma’ruf Amin yang Terbuang?

"Sebagai kekasih, yang tak dianggap aku hanya bisa mencoba mengalah. Menahan setiap amarah…” ~Lirik Lagu Kekasih yang Tak Dianggap – Kertas Band PinterPolitik.com Jika di dunia...