HomeCelotehKPU Delegitimasi Diri Sendiri?

KPU Delegitimasi Diri Sendiri?

Kecil Besar

“Demokrasi tidak menjamin kesamaan kondisi – demokrasi hanya menjamin kesamaan kesempatan.” ~Irving Kristol


PinterPolitik.com

[dropcap]K[/dropcap]epala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn.) Moeldoko menilai ada upaya sistemik untuk memobilisasi masyarakat untuk memunculkan ketidakpercayaan pada pemerintah maupun penyelenggara pemilu, dalam hal ini KPU. Hmmm, kenapa bisa mikir gitu?

Doi katanya mencium aroma-aroma ketidakpercayaan publik akibat banyaknya kabar bohong yang beredar, bahkan jauh dari adanya hoaks mengenaik surat suara tercoblos tujuh kontainer.

Ya kita bisa ingatlah soal blangko e-KTP yang beredar bebas di Pasar Pramuka dan online shop, terus e-KTP tercecer di beberapa wilayah, dan beberapa kasus lain yang bisa bikin rakyat sensi pada KPU dan Pemerintah. Ya khaaann?

Lagi-lagi salah KPU... Share on X

Terkait pernyataan Moeldoko tersebut, Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid mengatakan kalau upaya mendelegitimasi KPU itu yang melakukan ya KPU-nya sendiri. Misalnya ketika ada perubahan kotak suara menjadi kardus, hingga pembatalan pemaparan visi dan misi.

Hmmm, tapi mohon maaf nih, jadi masih meragukan kekuatan kotak suara kardus? Bukannya kemarin sudah sempat dijelaskan kenapa kotak suaranya diganti? Dan sudah dibuktikan juga kan seberapa kuat kotak kardus? Terus kalau soal pembatalan visi dan misi, itu bukannya hasil dari kesepakatan bersama dua kubu pasangan calon ya?

Ehhh ehhh gimana sih? Ku jadi bingung… Abis sama-sama nggak jelas sih. Yang anu ngomong A, yang ini ngomong B. Satu koalisi aja bisa beda pendapat. Pusing aku tuh

Kalau menurut Hidayat, KPU sebagai lembaga yang legitimate harusnya bisa tegas menjalankan aturan yang telah diberlakukan. Jadi maksudnya jangan galau atau apa-apa diserahkan kepada peserta Pemilu gitu ya?

Baca juga :  Hotel Sultan dan Mesin Uang Soeharto

Menurut Hidayat, sikap KPU yang kerap berubah-ubah gitu jadi terlihat seperti mengakomodasi salah satu pihak. Nah, ini bisa bahaya, karena dapat memunculkan kecurigaan masyarakat atas keberpihakan KPU.

Jadi intinya, nggak ada yang mendelegitimasi KPU. Tapi kalau KPU melakukan perilaku yang dapat dikritisi masyarakat, itu tanda KPU-lah yang mendelegitimasi diri sendiri.

Sebagai lembaga negara, KPU diminta untuk segera bangkit dan berkerja sebagai lembaga yang independen, adil, dan nggak mendelegitimasi diri sendiri.

Hmmm, kalau menurutmu gimana? Ada yang salah dengan cara KPU menyelenggarakan pesta demokrasi? (E36)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Jokowi Lempar Hadiah

Bagi kebanyakan orang, tentu saja apa yang dilakukan oleh Jokowi ini kurang etis. Dengan melempar-lemparkan bingkisan, Jokowi dianggap kurang menghormati masyarakat. PinterPolitik.com "If you have something...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

More Stories

Abdi Negara Terbelenggu Kemiskinan?

"Oemar Bakri, Oemar Bakri, pegawai negeri…” ~Lirik Lagu Oemar Bakri -  Iwan Fals PinterPolitik.com Jadi pegawai negeri itu merupakan impian banyak orang. Pokoknya jadi PNS itu...

Luhut Panjaitan Memeluk Orba

"Luka tidak memiliki suara, sebab itu air mata jatuh tanpa bicara." ~Dilan 1990 PinterPolitik.com Orde Baru masih menjadi sejarah yang amat menakutkan dari sebagian besar masyarakat....

Ma’ruf Amin yang Terbuang?

"Sebagai kekasih, yang tak dianggap aku hanya bisa mencoba mengalah. Menahan setiap amarah…” ~Lirik Lagu Kekasih yang Tak Dianggap – Kertas Band PinterPolitik.com Jika di dunia...