HomeCelotehAnies Baswedan Gagal Lagi?

Anies Baswedan Gagal Lagi?

Kecil Besar

“Jakarta itu cinta yang tak hapus oleh hujan, tak lekang oleh panas. Jakarta itu kasih sayang.” ~Sapardi Djoko Damono


PinterPolitik.com

[dropcap]M[/dropcap]asalah pembenahan Pasar Tanah Abang kayaknya nggak pernah bisa kelar dengan mudah ya. Ada solusi satu, muncul masalah berikutnya. Ada aturan baru, yang bagus, dan solutif, ehh, ditolak mentah-mentah. Kan gemesin banget ya…

Kalian pernah ke pasar Tanah Abang kan? Tahu kan betapa berantakan dan semrawutnya pasar tersebut? Tahu juga kan sebandel dan sebaperan apa pedagang-pedagangnya? Waduhhh, kapan ya segala drama-drama tersebut akan berakhir?

Nah, terkait soal masalah Tanah Abang, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan baru aja mendapat kritik pedas dari Ketua Forum Warga Kota Jakarta Azas Tigor Nainggolan. Anies diminta untuk meniru slogan Pegadaian untuk menjalankan tugasnya, yakni ‘menyelesaikan masalah tanpa masalah’. Waduhh bisa ae

Jadi gaes, Pak Tigor ini menilai kalau selama ini cara Anies menyelesaikan masalah itu nggak solutif 100 persen. Malah nambah-nambahin masalah baru.

Kalau Anies denger ini, bisa jadi doi ngmbatin, ‘Haduh, Son, Son, gagal maning, gagal maning… Kepriwe sih…’ Wkwkwkwk.

Tapi kegagalan itu kan, kesuksesan yang tertunda. Hiya, hiya, hiya Share on X

Menurut Tigor, tata kelola Tanah Abang pada masa kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) itu sudah bagus, yakni Pedagang Kaki Lima (PKL) dilarang berjualan di pinggir jalan Tanah Abang. Ehh, sekarang malah berserakan lagi.

Ish, ish, ish, Pak Tigor kayak nggak tahu aja. Itu kenapa seorang Anies Baswedan bisa sangat dicintai oleh pedagang Tanah Abang. Karena keramahan pada PKLnya ini. Hiya, hiya, hiya…

Soal pembangunan Jalur Penyeberangan Multiguna (JPM) atau skybridge di Tanah Abang misalnya. Tigor mempertanyakan, buat apa bangun itu?

Baca juga :  Prabowo dan Ancaman Stochastic Parrot

Ini juga aku lagi nanya-nanya. Ngapain sih bikin JPM? Jalannya jadi jauuuuuhhh banget. Lelah aku tuhNggak kebayang deh kalau yang punya keterbatasan fisik gimana. Belum lagi buat lansia. Kayaknya kurang ramah deh. Udah gitu Ombudsman menerima laporan kalau tempat itu tempat mangkalnya para copet-copet nakal. Uhh makin ngeri kan?

Kalau menurut Tigor, memindahkan para PKL ke skybridge itu juga bukan solusi tepat. Bisa saja dagangan para PKL malah nggak laku. Beberapa pedagang juga ada yang mengeluh, kalau selama pindah ke JPM pembelinya cuma dari pengguna KRL aja. Kalau jualan di pinggir jalan pembelinya kan bisa dari orang yang melintas.

Hmmm, rencananya sih nanti semua pejalan kaki akan dipaksa nyebrang menggunakan JPM. Nanti jalannya bakal dipagerin setinggi satu meter, biar nggak bisa nyebrang lewat trotoar lagi. Jadi mau nggak mau pejalan kaki yang bukan dari stasiun tetap harus nyebrang lewat JPM. Wahhh, ngebayanginnya aja udah bikin lelah ini. Wkwkwkwk.

Menurut Tigor, sebenarnya bukan skybridge yang dibutuhkan untuk mengelola pedagang kaki lima. Pemrov lebih baik fokus pada aturan yang telah dibuat. Tegas gitu. Terus sediakan juga tempat yang membuat PKL nggak turun ke jalan. Biar nggak nambah masalah.

Ehhh, idenya boleh juga. Tapi kayaknya kurang solutif deh, untuk kepentingan Anies. Nanti kalau tegas-tegas amat, kalau mau maju Pilkada lagi, pemilihnya bisa berkurang dong? Edededeh… bercanda… (E36)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Jokowi si Politisi Jenius?

Profesor Kishore Mahbubani menyebut Presiden Jokowi sebagai pemimpin jenius dalam tulisan terbarunya. Berbagai kebijakan mantan Wali Kota Solo tersebut mendapat pujian. Mahbubani bahkan menilai pemerintahan Jokowi layak ditiru oleh berbagai negara. Apakah Presiden Jokowi adalah politisi jenius?

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Giring Ingin Balik Nyanyi Lagi?

Video Ketum PSI Giring Ganesha nyanyikan lagu Nidji tersebar di media sosial. Apakah Giring ingin balik nyanyi lagi dan lupakan politik?

Melirik Romantisme TGB-Somad

Netizen mendukung Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGB Dr. Zainul Majdi dan Ustadz Abdul Somad untuk maju sebagai capres dan cawapres di Pilpres 2019. PinterPolitik.com Gubernur Nusa...

More Stories

Abdi Negara Terbelenggu Kemiskinan?

"Oemar Bakri, Oemar Bakri, pegawai negeri…” ~Lirik Lagu Oemar Bakri -  Iwan Fals PinterPolitik.com Jadi pegawai negeri itu merupakan impian banyak orang. Pokoknya jadi PNS itu...

Luhut Panjaitan Memeluk Orba

"Luka tidak memiliki suara, sebab itu air mata jatuh tanpa bicara." ~Dilan 1990 PinterPolitik.com Orde Baru masih menjadi sejarah yang amat menakutkan dari sebagian besar masyarakat....

Ma’ruf Amin yang Terbuang?

"Sebagai kekasih, yang tak dianggap aku hanya bisa mencoba mengalah. Menahan setiap amarah…” ~Lirik Lagu Kekasih yang Tak Dianggap – Kertas Band PinterPolitik.com Jika di dunia...