HomeCelotehDemokrasi Memecah Belah Bangsa?

Demokrasi Memecah Belah Bangsa?

Kecil Besar

“Masyarakat dibentuk oleh kebutuhan kita, pemerintahan dihasilkan oleh kejahatan kita.” ~Thomas Paine


PinterPolitik.com

[dropcap]P[/dropcap]agi ini ku baca berita soal Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto yang disambut dengan pekikan ‘Jokowi! Jokowi! Jokowi!’ ketika berkunjung ke Surabaya, Jawa Timur. Waduh, kok bisa salah sebut begitu?

Ini bukan kejadian sekali dua kali ya. Ingat drama Sandiaga Uno yang ditolak sama warga yang mengaku pendukung paslon nomor urut 01 di Medan? Terus ada juga tuh kejadian dua orang membawa poster Prabowo-Sandiaga di acara yang dihadiri Presiden Joko Widodo. Kira-kira ngapain mereka begitu?

Sebenarnya apa sih maksud dari para pendukung-pendukung nekat ini? Kenapa harus show-off dukungan di tengah massa pendukung paslon lain? Apakah mereka tidak berpikir kalau mereka ini merusak suasana kampanye orang lain? Tidak bisakah kita saling menghormati dan menghargai pilihan politik orang lain?

Saling menghormati adalah kunci utama perdamaian dunia... Share on X

Lagi pula, pendukung yang terlalu fanatik macam begitu bahaya untuk persatuan negeri. Mereka bisa dibilang mengganggu, karena kerap kali mengundang emosi kelompok pendukung lainnya. Kalau begini terus, kapan demokrasi kita akan dewasa?

Hmmm, beberapa waktu lalu ku melihat video pertemuan antara kelompok emak-emak pendukung paslon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin dengan kelompok emak-emak pendukung paslon nomor 02 Prabowo-Sandiaga Uno. Secara kebetulan mereka bertemu di mall, tapi nggak saling mengejek apalagi sampai ribut. Yang begini harus dicontoh bukan?

Para emak-emak ini bisa loh berpelukan dan bersalaman sambil menyanyikan yel-yel untuk mendukung paslon masing-masing. Mereka sadar kalau pemilu hanya ajang lima tahunan sekali, namun apa yang dilakukan saat ini adalah investasi untuk memupuk persatuan bangsa Indonesia sampai beberapa tahun ke depan atau bahkan selama-lamanya.

Baca juga :  Menyikap Tubir Milbus

Ku jadi teringat dengan pernyataan Sean M. Lynn Jones, dalam makalahnya yang berjudul ‘Why the United States Should Spread Democracy’, maksud dari demokrasi adalah untuk mempromosikan kebebasan, mencegah kelaparan, dan mendorong pembangunan ekonomi, bukan untuk memicu baku hantam. Jadi, ngapain sih memancing keributan? Mending mancing ikan, lebih berfaedah. Hehehe. (E36)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Jokowi Lempar Hadiah

Bagi kebanyakan orang, tentu saja apa yang dilakukan oleh Jokowi ini kurang etis. Dengan melempar-lemparkan bingkisan, Jokowi dianggap kurang menghormati masyarakat. PinterPolitik.com "If you have something...

PDIP Ketularan Artis

“Lelah bahas politik, mending lihat artis yang sedang akting jadi politikus. Hmmm, apa mereka akan berubah jadi tikus?” PinterPolitik.com Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan partainya tak sembarangan...

Pidato Berbisik Ala Prabowo

“Gebleknya maling-maling itu sudah mencuri uang kita, dia menyogok kita dengan uang kita sendiri saudara-saudara sekalian.” ~Prabowo Subianto PinterPolitik.com Menyedihkan gengs. Ternyata uang kita selama ini...

MK ‘Mabok’ Gugatan UU Pemilu

"Terlalu banyak menghabisakan waktu untuk bertanya ini - itu, kita malah lelah sendiri." ~Lala Purwono PinterPolitik.com Biasanya, keputusan spontan dalam keadaan terdesak akan melahirkan hasil yang...

More Stories

Abdi Negara Terbelenggu Kemiskinan?

"Oemar Bakri, Oemar Bakri, pegawai negeri…” ~Lirik Lagu Oemar Bakri -  Iwan Fals PinterPolitik.com Jadi pegawai negeri itu merupakan impian banyak orang. Pokoknya jadi PNS itu...

Luhut Panjaitan Memeluk Orba

"Luka tidak memiliki suara, sebab itu air mata jatuh tanpa bicara." ~Dilan 1990 PinterPolitik.com Orde Baru masih menjadi sejarah yang amat menakutkan dari sebagian besar masyarakat....

Ma’ruf Amin yang Terbuang?

"Sebagai kekasih, yang tak dianggap aku hanya bisa mencoba mengalah. Menahan setiap amarah…” ~Lirik Lagu Kekasih yang Tak Dianggap – Kertas Band PinterPolitik.com Jika di dunia...