HomeCelotehPDIP Ketularan Artis

PDIP Ketularan Artis

Kecil Besar

“Lelah bahas politik, mending lihat artis yang sedang akting jadi politikus. Hmmm, apa mereka akan berubah jadi tikus?”


PinterPolitik.com

[dropcap]S[/dropcap]ekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan partainya tak sembarangan merekrut artis atau figur publik menjadi calon anggota legislatif.

Hasto mengatakan partainya merekrut artis atau publik figur dengan mempertimbangkan kompetensi.

Asli pak? Serius banget nih pak? Masa sih kayak gitu? Kok saya enggak yakin ya? Aduh pusing nih jadinya, kok mual ya. Ih jadi mau muntah! Uweeek.

Jadi gengs, PDIP mendaftarkan setidaknya sepuluh artis sebagai calon anggota legislatif. Mereka-mereka antara lain Krisdayanti, Harvey Malaiholo, Ian Kasela, dan Jeffry Woworuntu. Ada pula artis yang menjadi bacaleg muda, yakni Angel Karamoy dan Kirana Larasati.

Hmmm, kalian bisa nilai sendiri deh gengs sebelum eyke terusin. Hehehe.

Kalau eyke sih gak tahu kenapa KZL banget liat artis masuk ke dunia politik. Di luar dari kompetensi yang dimiliki, menurut eyke mereka terlalu “ADUH” untuk menjadi perwakilan kita di DPR.

“Apa jangan-jangan nilai kompetensi para politisi dan kader partai lebih rendah dibandingkan artis?” Aahaha tobat gengs, tobat.

Nah, Hasto juga sempat bilang, sosok artis dapat lebih mudah masuk ke hatinya ibu-ibu, seperti zamannya Iis Sugiarto dan masih banyak yang lainya.

Alah bossque, kok kompetensi yang menjadi standarnya rendah amat ya? Ini bukan soal masalah ibu-ibu PKK loh, ini masalahnya kita sedang bersaing dengan negara luar yang sudah sangat maju.

Eh, pak kita juga sedang berhadapan banyak persoalan perekonomian, kemiskinan, penganguran, pembangunan, pertanian, perikanan, penerbangan, kesehatan, teknologi dan lain sebagainya.

Sudah lah gengs, eyke langsung lesu mendengar banyak partai politik yang mengunakan artis sebagai caleg buat naikin suara partai doang.

Baca juga :  Sultan Jogja: Simpul Kuasa Indonesia

Katanya parpol punya pendidikan politik dan kaderisasi yang bagus, tapi kok regenerasinya malah ke artis terus ya? Emang udah sekrisis itu kadernya?

Weleh-weleh ucing ala ue jadinya, mending kalian baca deh ungkapan dari Pramoedya Ananta Toer, mungkin bisa sedikit menggugah hati kita semua: “Perwakilan rakyat? Perwakilan rakyat hanya panggung sandiwara. Dan aku tidak suka menjadi badut, sekalipun badut besar.” (G35)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Jokowi si Politisi Jenius?

Profesor Kishore Mahbubani menyebut Presiden Jokowi sebagai pemimpin jenius dalam tulisan terbarunya. Berbagai kebijakan mantan Wali Kota Solo tersebut mendapat pujian. Mahbubani bahkan menilai pemerintahan Jokowi layak ditiru oleh berbagai negara. Apakah Presiden Jokowi adalah politisi jenius?

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Anies Jiplak Jokowi?

Anies Baswedan sebut hanya hasilkan "karya, karya, karya" selama jadi Gubernur DKI . Apakah Anies jiplak slogan "kerja, kerja, kerja" ala Jokowi?

Gibran Mulai Berani “Mbalelo”?

“Seng tak hapus malah (anggaran) Wali Kota dan Wakil Wali Kota kita hapus untuk mobil listrik. Timbange tuku mobil mending bangun pasar (daripada beli mobil mending...

More Stories

Rocky Gerung Seng Ada Lawan?

“Cara mereka menghina saja dungu, apalagi mikir. Segaris lurus dengan sang junjungan.” ~ Rocky Gerung PinterPolitik.com Tanggal 24 Maret 2019 lalu Rocky Gerung hadir di acara kampanye...

Amplop Luhut Hina Kiai?

“Itu istilahnya bisyaroh, atau hadiah buat kiai. Hal yang lumrah itu. Malah aneh, kalau mengundang atau sowan ke kiai gak ngasih bisyaroh.” ~ Dendy...

KPK Menoleh Ke Prabowo?

“Tetapi kenyataannya, APBN kita Rp 2.000 triliun sekian. Jadi hampir separuh lebih mungkin kalau tak ada kebocoran dan bisa dimaksimalkan maka pendapatan Rp 4.000...