HomeCelotehPKS Posesif, Caleg Minggat

PKS Posesif, Caleg Minggat

Kecil Besar

“Pemilihan umum datang lagi. Perdamaian universal dikumandangkan, dan rubah (anjing hutan) menunjukkan satu minat yang tulus untuk memperpanjang hidup unggas (yang menjadi santapannya).” ~George Eliot


PinterPolitik.com

[dropcap]F[/dropcap]akta mengejutkan soal surat edaran Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang berisikan tentang permintaan Bakal Calon Anggota DPR (BCAD) PKS agar mengundurkan diri terkuak. Siapakah yang menyebarkan? Jeng.. jeng… Ternyata Fahri Hamzah! Udah nggak kaget, ya? Emang bapak yang satu ini suka ada-ada aja kelakuannya.

Jadi gini gengs, di PKS itu ternyata punya syarat-syarat untuk BCAD, salah satunya menandatangi surat pengunduran diri bertanggal kosong. Dengan kata lain, jika ada anggota yang tiba-tiba melenceng dari prinsip PKS, bisa secara otomatis keluar dari partai. Pilihannya cuma dua, mau tanda tangan atau batal jadi caleg tahun depan. Wow, rada gurih menyeramkan gitu, ya.

Konon maksud dari surat sakti ini sih untuk mencegah bermunculannya kader-kader “nyebelin” seperti Fahri Hamzah. Lho, segitu traumanyakah? Gimana, ya, sampai sekarang aja rasanya PKS masih sulit menghempas Fahri Hamzah. Kalau sudah ada surat sakti gini kan gak sulit memecat kader yang susah diatur partai. Hehe

Kemungkinan lain alasan dikeluarkan surat sakti tersebut, bisa jadi karena PKS tidak ingin sekadar dijadikan kendaraan untuk menjadi anggota legislatif, tapi dari kader juga harus tunduk dan patuh pada aturan partai.

Nah, karena kebijakan baru PKS tersebut, akhirnya tidak sedikit calon anggota legislatif (caleg) dari PKS yang menyatakan mundur. Mungkin mereka yang mengundurkan diri merasa kurang akhi seperti yang diidamkan elite PKS? Hehe…

Fakta ini jelas membuat Fahri Hamzah makin nyinyir. Tapi ya kalo menurut eike, kenyinyiran Fahri Hamzah ada benarnya juga. Penandatanganan surat tersebut sama saja dengan memberikan kewenangan kepada DPP untuk mengganti anggota legislatif kapan saja.

Baca juga :  Lari lambat Kuda Fahri Hamzah?

Hal tersebut jelas tidak sejalan dengan mekanisme demokrasi. Bayangin gaes, gimana rasanya udah cenat-cenut sampai galau memilih wakil rakyat, eh tahu-tahu dianulir sama PKS. Belum lagi dari kadernya yang udah capek-capek kampanye, eh pas jadi anggota dewan dipecat. Lah, kalo belum balik modal gimana? Hehe, becanda, deng.

Kalau menurut Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno, cara PKS yang demikian merupakan bentuk nyata oligarki partai. Seolah-olah kekuatan partai tidak bisa diganggu kalau ada masalah dengan kadernya. Kalau dari kaca mata kamu gimana, gengs? (E36)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Merekat Persatuan dalam Kebinekaan

Berbagai gesekan di masyarakat bisa saja menghantui Indonesia ke depannya. Namun, nilai kebinekaan yang menjadi semboyan bangsa seharusnya dapat menjadi modal sosial bagi masyarakat...

More Stories

Abdi Negara Terbelenggu Kemiskinan?

"Oemar Bakri, Oemar Bakri, pegawai negeri…” ~Lirik Lagu Oemar Bakri -  Iwan Fals PinterPolitik.com Jadi pegawai negeri itu merupakan impian banyak orang. Pokoknya jadi PNS itu...

Luhut Panjaitan Memeluk Orba

"Luka tidak memiliki suara, sebab itu air mata jatuh tanpa bicara." ~Dilan 1990 PinterPolitik.com Orde Baru masih menjadi sejarah yang amat menakutkan dari sebagian besar masyarakat....

Ma’ruf Amin yang Terbuang?

"Sebagai kekasih, yang tak dianggap aku hanya bisa mencoba mengalah. Menahan setiap amarah…” ~Lirik Lagu Kekasih yang Tak Dianggap – Kertas Band PinterPolitik.com Jika di dunia...