HomeCelotehZulkifli ‘Penampung’ Caleg Titipan

Zulkifli ‘Penampung’ Caleg Titipan

Kecil Besar

“Kami menitipkan kader-kader kami di PAN karena visi, misi, dan platform kami sama. Calon legislatif dari Partai Idaman bisa maju melalui PAN dengan syarat menjadi kader terlebih dahulu.” ~ Rhoma Irama


PinterPolitik.com

[dropcap]P[/dropcap]erjalanan Partai Idaman begitu pelik dan pilu. Karena mau tak mau, nasib partai besutan Rhoma Irama ini tak menjadi peserta Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

Tak mengapalah, masih ada kesempatan di Pemilu 2024, Rhoma dan seluruh kadernya harus sabar nunggu lima tahun lagi untuk bermain dalam laga yang sebenarnya.

Yang dibutuhkan hanyalah ketabahan dan kesabaran, karena kalau dua hal ini tak dimiliki Partai Idaman, ia akan tergerus dan termakan zaman.

Mungkin ada obrolan para politikus pas nantinya akan mendaftar lagi di 2024. Ehh perasaan dulu ada Partai Idaman deh, kemana ya?

Kan masih ada kesempatan, kok malah disia – siakan. Politikus lainnya menyahuti, ya kan butuh kesabaran dan ketabahan, bosan kali nunggu lima tahun, weleeeh weleeh.

Tapi Rhoma Irama tak mau menunggu dan berdiam diri saja menerima nasib tak menjadi peserta Pemilu 2019. Ia memutar otak bagaimana tetap ikut andil dalam panggung politik.

Jadi bintang tamu kampanye? Berperan jadi penyanyi dangdut? Waduh, kalau itu sih ga usah jadi politikus dan mendirikan partai, ehmm, kan sehari – hari juga memang kerjaannya bernyanyi.

Maksudnya apa langkah politik Partai Idaman, kan udah tahu nih ga lolos jadi peserta Pemilu 2019, lalu dibawa kemana? Mau nunggu lima tahun lagi? Weleeeh weleeeh.

Oh tidak bisa nunggu begitu, uhuuuy, Rhoma Irama akhirnya membuat langkah politik yang mengejutkan dengan menggabungkan diri bersama Partai Amanat Nasional (PAN). Emangnya PAN mau nampung ya? Itulah kehebatan Rhoma, uhuuukk uhuuukk.

Istilahnya, Rhoma sudah capek – capek mendirikan partai, akhirnya dijadikan sekoci PAN ya? Uppsss, tapi dengan syarat kader Partai Idaman jadi calon anggota legislatif yang diusung oleh PAN.

Boleh saja sih, PAN menerima tapi syaratnya kader Partai Idaman harus jadi kader PAN dulu.

Ahhh syudahlah, mau tak mau memang begitu. Jadi calon anggota legislatif dari PAN nantinya tidak ‘murni’ kader ideologis PAN tapi ada kader ‘cabutan’ dari Partai Idaman juga dong? Ehmm, iya iya.

Tapi Rhoma Irama harusnya ga puas begitu aja, masa mau nebeng terus. Makanya kalau kata Benjamin Franklin, bagi orang yang tidak puas, tidak ada jabatan yang gampang.

Manfaatkan mumpung nebeng, siapa tau 2024 bisa nyalon dari partainya sendiri. Uppss, itu juga kalau lolos, weleeeh weleeh. (Z19)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Merekat Persatuan dalam Kebinekaan

Berbagai gesekan di masyarakat bisa saja menghantui Indonesia ke depannya. Namun, nilai kebinekaan yang menjadi semboyan bangsa seharusnya dapat menjadi modal sosial bagi masyarakat...

More Stories

Wali Kota Depok ‘Biduan Lampu Merah’

"Kualitas humor tertinggi itu kalau mampu mengejek diri sendiri. Cocok juga ditonton politisi. Belajar becermin untuk melihat diri sendiri yang asli, " - Butet...

DPR Terpilih ‘Puasa Bicara’

“Uang tidak pernah bisa bicara; tapi uang bisa bersumpah,” – Bob Dylan PinterPolitik.com Wakil rakyat, pemegang amanah rakyat, ehmmm, identitas yang disematkan begitu mulia karena menjadi...

Ridwan Kamil Jiplak Jurus Jokowi

“Untuk melakukan hal yang buruk, Anda harus menjadi politisi yang baik,” – Karl Kraus PinterPolitik.com Pemindahan Ibukota masih tergolong diskursus yang mentah karena masih banyak faktor...