HomeCelotehTak Semanis Janji Anies Dulu

Tak Semanis Janji Anies Dulu

Kecil Besar

“Terkadang senja mengingatkan pada rumah, pada orang-orang yang membuat hati kita rindu untuk pulang.” ~Iwok Abqary


PinterPolitik.com

[dropcap]A[/dropcap]palah arti mimpi berumah tanpa tangga, tanpa jodoh yang pasti. Apalah arti rumah DP nol rupiah, kalau ternyata hanya janji. Eeeeiiittt, cakep! Wkwkwkwk.

Rumah, oh rumah. Kini rumah menjadi hal sensasional yang wajib dibahas oleh kaum pemilih Anies Baswedan pada Pilkada 2017 lalu. Kenapa?

Begini loh gaes, ini sekalian saya mau curhat aja. Beberapa waktu lalu Gubernur telah meresmikan rumah DP nol rupiah bertajuk ‘Samawa’ ya. Ku sudah cukup legawa nih kalau ternyata rumahnya dalam bentuk rusunami, bukan rumah tapak. Tapi pas lihat harga cicilannya per bulan…. Waduh, ini Anies yang pinter ngomong apa aku yang salah nangkep ya?

Dulu aku mikirnya rumah DP nol rupiah itu ditujukan untuk orang-orang kayak diriku gitu, yang pendapatannya apalah-apalah. Terus dulu juga Pak Gubernur juga bilang, kalau kebijakan ini dibuat agar warga Jakarta bisa punya kemudahan untuk memiliki rumah, tapiii, kenapa ujung-ujungnya cuma bisa dinikmati oleh orang-orang yang berpenghasilan di atas UMR? Ckckck.

Disinggung soal itu, Gubernur DKI mengakui program rumah DP nol rupiah ternyata memang bukan ditujukan bagi warga Jakarta berpenghasilan rendah.

Anies mengatakan, berdasarkan skema perbankan ada proporsi di mana hanya 30 persen dari penghasilan yang bisa digunakan untuk mencicil. Sedangkan dalam skema pembiayaan rumah DP nol rupiah cicilannya sebesar Rp2,1 sampai Rp2,6 juta. Diketahui UMP Jakarta untuk 2018 sebesar Rp3,6 juta.

Nah, iya, cicilan segitu buat orang yang gajinya pas UMP Jakarta yang sebesar Rp 3,6 juta aja pasti nyekek banget. Apa lagi yang di bawah UMP bosque?

Sebenarnya ada solusi dari Anies untuk masyarakat berpenghasilan rendah, yakni menyewa rusunawa saja. Cicilan lebih kecil. Toh kalau sudah genap 20 tahun, rusunawa tersebut bisa dijadikan hak milik.

Baca juga :  Jebakan Rindu Soeharto?

Anies menilai dengan sistem sewa beli tersebut setidaknya warga memiliki kepastian bisa memiliki rusun setelah melakukan pembayaran sewa selama 20 tahun.

Hmm ya, ya, karena Pak Anies ngomongnya sambil senyum saya coba mengerti deh. Tapi sebenernya tetap kesel loh saya Pak. Cuma ditahan aja. Hehehe. (E36)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Merekat Persatuan dalam Kebinekaan

Berbagai gesekan di masyarakat bisa saja menghantui Indonesia ke depannya. Namun, nilai kebinekaan yang menjadi semboyan bangsa seharusnya dapat menjadi modal sosial bagi masyarakat...

More Stories

Abdi Negara Terbelenggu Kemiskinan?

"Oemar Bakri, Oemar Bakri, pegawai negeri…” ~Lirik Lagu Oemar Bakri -  Iwan Fals PinterPolitik.com Jadi pegawai negeri itu merupakan impian banyak orang. Pokoknya jadi PNS itu...

Luhut Panjaitan Memeluk Orba

"Luka tidak memiliki suara, sebab itu air mata jatuh tanpa bicara." ~Dilan 1990 PinterPolitik.com Orde Baru masih menjadi sejarah yang amat menakutkan dari sebagian besar masyarakat....

Ma’ruf Amin yang Terbuang?

"Sebagai kekasih, yang tak dianggap aku hanya bisa mencoba mengalah. Menahan setiap amarah…” ~Lirik Lagu Kekasih yang Tak Dianggap – Kertas Band PinterPolitik.com Jika di dunia...