HomeCelotehSudrajat – Syaikhu ‘Pengikut’ Rizieq Dadakan

Sudrajat – Syaikhu ‘Pengikut’ Rizieq Dadakan

“Soal Pilgub Jabar, dukungan sudah cukup terlihat secara langsung. Habib Rizieq mengharapkan Sudrajat dan Syaikhu menjadi pimpinan yang cinta rakyat, ulama serta berlaku adil.” ~ Machroni Kusuma, Ketua Tim Media Sudrajat – Syaikhu


PinterPolitik.com

[dropcap]D[/dropcap]i tengah gegap gempita kontestasi tahun politik, entah mengapa seolah ada tren teranyar calon kepala daerah yang berbondong – bondong berjumpa dan meminta dukungan dari Rizieq Shihab di Arab Saudi.

Logika sederhananya, apakah ada harapan agar dari kunjungannya itu para loyalis Rizieq menjadi pemilih setia bagi calon pemimpin tersebut. Ehmm, kalau ga begitu ya mungkin hanya silaturahmi. Tapi masa sih?

Dalam dunia politik itu ga ada yang kebetulan, semua pasti direncanakan. Termasuk kunjungan para calon kepala daerah ke Rizieq Shihab sekaligus untuk meminta dukungan.

Belakangan ini, ternyata calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, Sudrajat dan Ahmad Syaikhu juga ketularan tren teranyar.

Sudrajat – Ahmad Syaikhu rela meninggalkan daerah pemilihannya di Jawa Barat hanya untuk melawat dan berjumpa dengan Rizieq.

Berhubung Sudrajat – Syaikhu ini didukung kolaborasi Partai Gerindra – PKS, kayaknya memang pasangan calon ini diwajibkan bertemu dengan pemimpin koalisinya, yaitu Rizieq.

Kan Rizieq mau jadi komandan koalisinya ya? Ehmm, mungkin rumor yang sering dibicarakan banyak orang itu benar adanya kali ya.

- Advertisement -

Tapi apa dampaknya ya untuk calon kepala daerah harus jumpa sama Rizieq, apakah ada jaminan bisa menang? Ahhh engga juga.

Bahkan saat Sudrajat – Syaikhu itu berkunjung, Rizieq Shihab juga sedang menerima tamu calon Bupati Karawang dan calon Bupati Purwakarta. Kebanjiran orderan? Uhuukkk uhuuk.

Nah loh, ini maksudnya apaan sih? Mendingan mumpung ketemu Rizieq, coba bisikin suruh pulang aja deh, kan lumayan bisa dijadiin juru kampanye, daripada cuma lewat video doang.

Baca juga :  Ganjar Ternyata "Suami Takut Istri"?

Mending ikut kampanye sekalian jalan – jalan. Pasti udah lupa kan sama jalanan di Indonesia, iya ga sih?

Makanya daripada calon kepala daerah malah pada kabur ke tempat Rizieq, mendingan Rizieqnya aja deh pulang ke Indonesia. Kan lumayan bisa mendukung penuh dari jarak dekat.

Tapi kayaknya ga mungkin deh, karena pasti Rizieq nyari aman. Rizieq itu mungkin digambarkan seperti apa kata James Peller, orang yang merangkak masuk ke cangkang mereka sendiri, bersembunyi dalam-dalam, seperti kura-kura dalam lumpur.

Selalu bersembunyi di negeri orang, padahal calon kepala daerah lagi membutuhkannya. Maukah pulang? (Z19)

spot_img

#Trending Article

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

Zulhas dan Bisnis Jastip Menjanjikan

Nama Mendag Zulkifli Hasan (Zulhas) disebutkan Prof. Karomani soal kasus penitipan mahasiswa baru di Universitas Lampung (Unila).

PDIP Bakal Gabung KIB?

“Jadi warnanya tidak jauh dari yang ada di bola ini (Al Rihla)” – Airlangga Hartarto, Ketua Umum Partai Golkar PinterPolitik.com Demam Piala Dunia 2022 Qatar rupanya...

Ada “Udang” di Balik Relawan Jokowi?

“Saya di dalam sana. Jadi saya tahu perilakunya satu-satu. Kalau Anda bilang ada dua faksi sih tidak, berfaksi-faksi. Ada kelompok yang tiga periode, ada kelompok...

Tito Sewakan Pulau, Cari Investasi?

“Pada intinya, akan mengembangkan kawasan sebagai eco-tourism. Sebetulnya, bagus, menurut saya, daripada dia tidak digunakan kosong begitu saja” –   Tito Karnavian, Menteri Dalam Negeri PinterPolitik.com Sebagian besar masyarakat Indonesia...

PDIP vs Relawan Jokowi, Rebutan GBK?

Usai acara Gerakan Nusantara Bersatu di GBK, PDIP tampak tidak terima relawan Jokowi bisa pakai GBK. Mengapa GBK jadi semacam rebutan?

Mengintip “Spotify Wrapped” Jokowi

Sekarang sudah waktunya untuk "Spotify Wrapped 2022". Musik dan politik pun saling berkaitan. Apakah Jokowi punya "Wrapped" sendiri?

Saatnya Ganjar Balas Jasa Puan?

“Ganjar itu jadi Gubernur (Jateng) jangan lupa, baik yang pertama dan kedua itu, justru panglima perangnya Puan Maharani,” –   Said Abdullah, Ketua DPP...

More Stories

Wali Kota Depok ‘Biduan Lampu Merah’

"Kualitas humor tertinggi itu kalau mampu mengejek diri sendiri. Cocok juga ditonton politisi. Belajar becermin untuk melihat diri sendiri yang asli, " - Butet...

DPR Terpilih ‘Puasa Bicara’

“Uang tidak pernah bisa bicara; tapi uang bisa bersumpah,” – Bob Dylan PinterPolitik.com Wakil rakyat, pemegang amanah rakyat, ehmmm, identitas yang disematkan begitu mulia karena menjadi...

Ridwan Kamil Jiplak Jurus Jokowi

“Untuk melakukan hal yang buruk, Anda harus menjadi politisi yang baik,” – Karl Kraus PinterPolitik.com Pemindahan Ibukota masih tergolong diskursus yang mentah karena masih banyak faktor...