HomeCelotehMelirik Romantisme TGB-Somad

Melirik Romantisme TGB-Somad

Kecil Besar

Netizen mendukung Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGB Dr. Zainul Majdi dan Ustadz Abdul Somad untuk maju sebagai capres dan cawapres di Pilpres 2019.


PinterPolitik.com

[dropcap]G[/dropcap]ubernur Nusa Tenggara Barat, Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi sepertinya gak mau nyerah dengan peruntungannya untuk maju menjadi Capres dalam Pilpres 2019 mendatang. Sejauh ini, jalannya memang tampak belum mulus untuk meluluhkan hati Susilo Bambang Yudhoyon (SBY) untuk dapat mengusungnya menjadi Capres melalui Partai Demokrat.

Ya bukan politisi kalau gak punya 1001 cara lain. Salah satu rencana pamungkasnya adalah dengan bersanding bersama ustad sejuta umat. Eh tapinya bukan Ustad Zainuddin MZ loh ya. Almarhum kan sudah mendahului kita. Lah terus siapa dungs ustad sejuta umat itu? Siapa lagi lah kalau bukan Ustad Abdul Somad.

TGB memang baru-baru ini bergumam kalau dia adalah viewer setia akun Youtube Ustad Somad. Aih aih, pengintil setia ternyata. Wah cucok meong banget sih kalian ini. Tapi bagi yang belum tau keduanya, mungkin apa yang dilakukan TGB terasa aneh. Ya iyalah, ngapain juga Gubernur nontonin Channel Youtube?

Ternyata eh ternyata nih ya, itu sebagai bentuk nostalgia TGB dengan adik kelasnya tersebut. Lha, Ustad Somad adik kelas TGB? Cius, mi apa? Nih eike kasih tau ya, TGB dan Ustad Somad itu sama-sama lulusan Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir. Ustaz Abdul Somad menyelesaikan S2 di Daar al-Hadits Al-Hassania Institute, Kerajaan Maroko. Sedangkan TGB menamatkan S2 sampai S3 di Al Azhar.

Jadi wajar aja kalau TGB di Youtube nyari Channel Ustd Somad. Yang gak boleh itu kalau TGB pake Youtube buat liat Uut Selly. Auto dosa itu mah. Gak lah ya, masa Gubernur nakal intip-intip akun kayak gitu. Mending liat ceramahnya Ustad Somad di Youtube lebih berfaedah. Tapi emangnya kerjaan Gubernur itu magabut ya, sampe masih sempet nge-youtube?

Yang pastinya nih ya, setiap kata yang keluar dari mulut politisi itu memiliki makna tersembunyi. Jadi wajar lah ya kalau tahun politik gini banyak yang nempel dengan ustad-ustad, demi bisa dicitrakan sebagai sosok yang Islami. Lha emangnya masih kurang Islami apa TGB? Berarti bukan kesan itu yang benar-benar ingin disampaikan ke publik. Lantas apa dungs?

TGB ingin mengirim sinyal bahwasanya dia dan Ustad Somad sangat berpotensi jika dipasangkan sebagai Capres dan Cawapres untuk Pilpres 2019 mendatang. Jadi lebih tepatnya TGB memang sedang mencari dukungan masyarakat lebih banyak lagi. Dan ketika masyarakat banyak yang kepincut, di saat itulah TGB akan mengajukan peminangan ke Partai Politik. Apakah akan berhasil? Ya kita liat aja nanti ya guys. (K16)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Jokowi si Politisi Jenius?

Profesor Kishore Mahbubani menyebut Presiden Jokowi sebagai pemimpin jenius dalam tulisan terbarunya. Berbagai kebijakan mantan Wali Kota Solo tersebut mendapat pujian. Mahbubani bahkan menilai pemerintahan Jokowi layak ditiru oleh berbagai negara. Apakah Presiden Jokowi adalah politisi jenius?

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Anies Jiplak Jokowi?

Anies Baswedan sebut hanya hasilkan "karya, karya, karya" selama jadi Gubernur DKI . Apakah Anies jiplak slogan "kerja, kerja, kerja" ala Jokowi?

Gibran Mulai Berani “Mbalelo”?

“Seng tak hapus malah (anggaran) Wali Kota dan Wakil Wali Kota kita hapus untuk mobil listrik. Timbange tuku mobil mending bangun pasar (daripada beli mobil mending...

More Stories

Data IDI Dengan Pemerintah Berbeda?

IDI dilaporkan data kematian Covid-19 yang berbeda dengan pemerintah. Sebut kematian telah sentuh angka 1000 sedangkan data pemerintah belum sentuh angka 600. Dinilai tidak...

MK Kebiri Arogansi DPR

"(Perubahan pasal UU MD3) sudah diputuskan hukum, iya kita sebagai negara hukum, ikut dan taat apa yang telah diputuskan MK yang final dan mengikat,"...

Gerindra ‘Ngemis’ Cari Teman

"Prioritas Gerindra tetap dengan PKS, PAN. Mungkin juga dengan Demokrat yang belum nyatakan sikap. Kita lihat PKB juga.Jadi kita akan merajut koalisi lebih intensif,...