HomeCelotehGiring Ingin Balik Nyanyi Lagi?

Giring Ingin Balik Nyanyi Lagi?

Dalam sebuah video yang diunggah Ferry Irwandi di TikTok dan Instagram, Ketua Umum (Ketum) PSI Giring Ganesha tampak sedang menyanyikan lagu “Bila Aku Jatuh Cinta” (2012) dari Nidji. Apakah warganet kembali merindukan Giring yang dulu?


PinterPolitik.com

“Melewati dinginnya mimpi” – Nidji, “Bila Aku Jatuh Cinta” (2012)

Di sebuah kota bernama Calatonia, seekor koala bernama Buster Moon tengah menghadapi kesulitan untuk menyelamatkan gedung teater miliknya. Alhasil, Moon pun memutuskan untuk mengadakan sebuah audisi bagi para penyanyi di Kota Calatonia.

Namun, Moon dalam perjuangannya mengalami banyak tantangan. Salah satu di antaranya adalah bagaimana membangun kekompakan antar-penyanyi demi menciptakan penampilan yang harmonis.

Ketika para penyanyi meninggalkan Moon sendiri, penampilan mereka pun hampir batal. Bahkan, harapan yang awalnya menyala menjadi redup secara seketika.

Begitulah pengalaman Moon yang akhirnya diceritakan dalam film animasi berjudul Sing (2016). Mungkin, dari kisah Moon dan kawan-kawan ini, bisa diambil penjelasan bagaimana bernyanyi memiliki kaitan erat dengan dimensi sosial dan politik.

Mengacu pada buku Why Do People Sing? Music in Human Evolution dari Joseph Jordania, ada dua jenis kegiatan bernyanyi, yaitu monofoni dan polifoni. Monofoni adalah nyanyian yang dilakukan dalam satu melodi – biasanya oleh satu orang.

Sementara, polifoni adalah nyanyian yang berisikan lebih dari satu melodi – seperti paduan suara, band, grup vokal, acapella, dan lain sebagainya. Nah, mungkin, polifoni inilah yang bisa dianalogikan layaknya sebuah kelompok atau masyarakat – di mana banyak individu memiliki “melodi” yang berbeda.

PDIP dan PSI Paling Ditolak

Boleh jadi, ini yang dirasakan oleh Giring Ganesha yang kini menjabat sebagia Ketua Umum (Ketum) PSI. Pasalnya, mantan vokalis Nidji ini ternyata kemarin kembali menyanyikan lagu mantan bandnya yang berjudul “Bila Aku Jatuh Cinta” (2012). 

Hmm, mungkin, Giring lagi kangen dengan masa-masa ketika dia bisa menyanyikan sebuah polifoni. Soalnya nih, kayaknya, partai politik (parpol) yang dipimpinnya kini mulai tidak harmonis tuh.

Apakah PSI ini semacam “polifoni” yang gagal? Hmm, entahlah. Yang jelas, PSI sejak beberapa bulan lalu, mulai kehilangan banyak kader pentolannya. Bahkan, beberapa telah bergabung dengan parpol lain.

Ya, mungkin, “polifoni” PSI ini sudah tidak lagi menciptakan “harmonisasi suara” yang indah. Apakah ini artinya Giring perlu mencari polifoni lain – misal kembali bekerja sebagai vokalis yang dirindu-rindukan oleh para fans-nya?

Bila benar demikian, mungkin, lirik lagu “Bila Aku Jatuh Cinta” yang dinyanyikan Giring cukup merefleksikan pesan tersebut. Bisa jadi, PSI di bawah pimpinan Giring hanyalah menjadi mimpi dingin yang berlalu. Who knows, right? (A43)


spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

More Stories

Megawati dan Misteri Patung Butet

Butet Kertaredjasa membuat patung “Melik Nggendong Lali” dan tarik perhatian Megawati. Mengapa patung itu berkaitan dengan PDIP dan Jokowi?

Mengapa TikTok Penting untuk Palestina?

Dari platform media sosial (medsos) yang hanya dikenal sebagai wadah video joget, kini TikTok punya peran krusial terkait konflik Palestina-Israel.

Apa Siasat Luhut di Kewarganegaran Ganda?

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan mengusulkan agar kewarganegaraan ganda untuk diaspora Indonesia diperbolehkan. Apa rugi dan untungnya?