HomeCelotehSiasat Politik Lingkungan PDIP

Siasat Politik Lingkungan PDIP

Kecil Besar

“Apakah jika pohon terakhir akan ditebang dan mata air terakhir berhenti mengalir, baru saat itulah manusia sadar bahwa uang tidak dapat dimakan dan diminum.”


PinterPolitik.com

[dropcap]U[/dropcap]sang dan tak laku rasanya bila isu lingkungan menjadi bahan untuk mengkampanyekan diri dalam kontestasi politik. Sekali lagi, tak laku. Mengapa tak laku?

Ya iyalah, mungkin bisa menarik perhatian masyarakat yang terdampak limbah atau yang lainnya agar memilih, tapi saat bersinggungan dengan pengusaha? Ah elah, penguasa tak ada taringnya, weleeeeh weleeeeeh.

Tapi kenapa Mama masih mau memilih kepala daerah yang direstui Partai Banteng karena urusan cinta lingkungan dan alam. Emang Banteng siap melawan para perusak lingkungan?

Mau balik lagi jadi partai wong cilik? Kemarin kemana ya? Weleeeeh weleeeeh. Syukurlah kalau begitu, asal benar begitu aja motivasinya tak ada yang lain.

Empat calon kepala daerah akhirnya direstui Mama untuk bertarung di NTT, Riau, Maluku dan Sulawesi Tenggara. Hmm ada beberapa daerah yang sudah terkenal punya masalah akut persoalan lingkungan.

Alasan Mama sih empat calon itu punya kecintaan terhadap lingkungan dan alam. Nah supaya ga jadi lipstick aja, yuk mari kita buktikan kecintaan mereka. Hmmmm weeeeeww.

Pernah dengar fenomena asap di Riau? Nah bagi calon yang sudah direstui Mama, buktikan rasa cintamu dengan menghentikan kebiasaan ekspor asap ke negeri tetangga, weleeeeh weleeeh. Punya solusi dan jejak perjuangan seperti apa sih yang bisa membuktikan bahwa semua harapan itu benar adanya?

Ini baru satu contoh saja, hehehe.

Tapi kalau bicara tentang lingkungan, memang tak jadi isu yang laku, kecuali kalau suatu daerah pemilihan itu merupakan daerah terdampak kerusakan lingkungan.

Baca juga :  Indonesia: "Lone Wolf" Penyelamat Iklim?

Mungkin berpotensi ‘dimanfaatkan’ pihak tertentu untuk menebar janji manisnya. Manisnya semanis apa coba, weleeeh weeleeeeh.

Kalaupun empat calon ini punya kecintaan kepada lingkungan dan alam, lalu ada pertanyaan penting yang perlu dijawab dengan nyata.

Maukah? Relakah? Kapankah?

Dan bagaimana cara membenahi, merevitalisasi lingkungan atau menelusuri, membongkar dan menindak tegas pelaku atau korporasi yang kerap merupakan dalam yang merusak lingkungan?

Gimana, bisa jawab? Weleeeh weleeeeh, hebat deh. Tapi kalau tidak? Mending pulang ajalah. (Z19)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Jokowi si Politisi Jenius?

Profesor Kishore Mahbubani menyebut Presiden Jokowi sebagai pemimpin jenius dalam tulisan terbarunya. Berbagai kebijakan mantan Wali Kota Solo tersebut mendapat pujian. Mahbubani bahkan menilai pemerintahan Jokowi layak ditiru oleh berbagai negara. Apakah Presiden Jokowi adalah politisi jenius?

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Giring Ingin Balik Nyanyi Lagi?

Video Ketum PSI Giring Ganesha nyanyikan lagu Nidji tersebar di media sosial. Apakah Giring ingin balik nyanyi lagi dan lupakan politik?

Melirik Romantisme TGB-Somad

Netizen mendukung Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGB Dr. Zainul Majdi dan Ustadz Abdul Somad untuk maju sebagai capres dan cawapres di Pilpres 2019. PinterPolitik.com Gubernur Nusa...

More Stories

Wali Kota Depok ‘Biduan Lampu Merah’

"Kualitas humor tertinggi itu kalau mampu mengejek diri sendiri. Cocok juga ditonton politisi. Belajar becermin untuk melihat diri sendiri yang asli, " - Butet...

DPR Terpilih ‘Puasa Bicara’

“Uang tidak pernah bisa bicara; tapi uang bisa bersumpah,” – Bob Dylan PinterPolitik.com Wakil rakyat, pemegang amanah rakyat, ehmmm, identitas yang disematkan begitu mulia karena menjadi...

Ridwan Kamil Jiplak Jurus Jokowi

“Untuk melakukan hal yang buruk, Anda harus menjadi politisi yang baik,” – Karl Kraus PinterPolitik.com Pemindahan Ibukota masih tergolong diskursus yang mentah karena masih banyak faktor...