HomeCelotehRatna Sarumpaet: Jokowi Nggak Manusiawi!

Ratna Sarumpaet: Jokowi Nggak Manusiawi!

Kecil Besar

“Yang lebih penting dari politik adalah kemanusiaan.” ~ Gus Dur


PinterPolitik.com

[dropcap]B[/dropcap]ukan Ratna Sarumpaet namanya jika tidak memiliki sudut pandang yang unik tentang pemerintah. Sebagai pihak oposisi, aktivis kemanusiaan ini tak henti-hentinya memberikan kritik tajam kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Sepertinya, Jokowi bernafas saja sudah salah menurutnya. Hehehe, tapi bolelah kali ini kita dengarkan kembali nyinyirannya. Siapa tahu yang sekarang termasuk salah satu yang bisa ditangkap oleh nalar orang kebanyakan.

Dalam sebuah acara diskusi di salah satu stasiun televisi swasta pada Rabu malam, 21 Agustus 2018, ibunda aktris Atika Hasiholan ini mengatakan jika sumber hoax atau berita bohong berasal dari pemerintah.

Apa??? Jeng…jeng…jeng… Jadi selama ini kita terpecah belah karena pemerintah??? *kamera zoom out-zoom in

Sungguh pernyataan yang sangat mengejutkan bukan? Lanjutannya lebih mencengangkan lagi gengs.

Ratna mencontohkan seperti perayaan Asian Games 2018 dan penanganan gempa di Lombok NTB merupakan dua hal yang penting. Tapi mengapa status gempa Lombok tidak dijadikan bencana nasional? Karena alasan takut rugi, sementara kita sedang menggelar pesta olahraga yang membuang dana gila-gilaan? Gila~

Menurut Ratna, kebijakan tersebut tidak mencerminkan adanya rasa kemanusiaan pemerintah terhadap para korban bencana gempa Lombok. Kemudian, Ratna mengajukan saran untuk mengadakan peraturan ujian kemanusiaan untuk para calon presiden. Menurutnya, kalau nggak ngerti arti kemanusiaan, jangan jadi presiden.

Wah, leh uga sarannya. Eh tapi emang selama ini yang mimpin kita bukan manusia namanya? Ehh nggak berprikemanusiaan ya maksudnya? Ah masa sih?

Ternyata memang benar pemerintah khawatir kalau pendapatan negara berkurang jika gempa Lombok berstatus bencana nasional, takut menimbulkan ‘travel warning’. Dulu juga pernah waktu di Bali, waktu dibilang bencana nasional, wisatawan pada lari.

Baca juga :  Anies dan Dark Side of The Moon

Lagi pula, biasanya status bencana nasional itu akan mengundang intervensi asing dalam penanganan yang kemudian disalahpahami sebagai tanda lemahnya kemampuan pemerintah, baik daerah maupun pusat, dalam menangani bencana.

Nah, tahun depan itu kan sudah tahun Pemilu ya, apa iya pemerintah takut dibilang nggak becus? Takut elektabilitasnya turun gitu ya? Eh, tapi kalau emang masih mampu sih kenapa nggak? Yang penting cepat aja ya. Dibandingkan kepentingan politik, kasihanilah rakyat Pak. (E36)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Merekat Persatuan dalam Kebinekaan

Berbagai gesekan di masyarakat bisa saja menghantui Indonesia ke depannya. Namun, nilai kebinekaan yang menjadi semboyan bangsa seharusnya dapat menjadi modal sosial bagi masyarakat...

More Stories

Abdi Negara Terbelenggu Kemiskinan?

"Oemar Bakri, Oemar Bakri, pegawai negeri…” ~Lirik Lagu Oemar Bakri -  Iwan Fals PinterPolitik.com Jadi pegawai negeri itu merupakan impian banyak orang. Pokoknya jadi PNS itu...

Luhut Panjaitan Memeluk Orba

"Luka tidak memiliki suara, sebab itu air mata jatuh tanpa bicara." ~Dilan 1990 PinterPolitik.com Orde Baru masih menjadi sejarah yang amat menakutkan dari sebagian besar masyarakat....

Ma’ruf Amin yang Terbuang?

"Sebagai kekasih, yang tak dianggap aku hanya bisa mencoba mengalah. Menahan setiap amarah…” ~Lirik Lagu Kekasih yang Tak Dianggap – Kertas Band PinterPolitik.com Jika di dunia...