HomeCelotehPMII Alergi Prabowo-Sandi?

PMII Alergi Prabowo-Sandi?

Kecil Besar

“Mahasiswa calon pemimpin sebuah bangsa sangat potensial dijadikan tumbal peran pengganti dalam Proxy War.” ~ Gatot Nurmantyo


PinterPolitik.com

[dropcap]P[/dropcap]ergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menuding gerakan #2019gantipresiden diboncengi kepentingan untuk mendirikan negara khilafah yang diusung oleh Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Wih masa sih, emangnya kata siapa tuh bang?

Memang kalian yakin gengs khilafah akan benar terwujud di saat Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno alias pasangan Bosan ini memimpin Indonesia?

Hmmm, kalau eyke lebih yakin jika Bosan memimpin di Indonesia, negara ini bukannya berubah menjadi negara khilafah, tapi menjadi negara liberal dan kapitalis tuh gengs. Wkwkwk.

Kalau menurut ketua PB PMII Muh. Syarif Hidayatullah, di dalam gerakan #2019gantipresiden banyak tokoh-tokoh yang berkeinginan mengubah sistem negara kita menjadi sistem khilafah.

Tentunya PMII, menilai jika hal itu terjadi maka kemajemukan bangsa Indonesia dengan sendirinya akan hancur lebur jika niatan untuk mendirikan negara khilafah tercapai. Weleh-weleh.

Kalau menurut eyke lagi nih gengs, di dalam organisasi PMII itu banyak sekali tokoh-tokoh politik nasional dari kelompok NU yang mengintervensi atau menungganginya. Eh, betul apa betul nih?

Tokoh-tokoh itu alias abang-abangan NU di PMII enggak rela kalau Jokowi sampai kalah di Pilpres 2019. Sebab itu PMII takut kekurang “nutrisi” kalau abang-abangannya kalah wkwkwkwk.

Eh bentar-bentar gengs, eyke bercanda loh ya jangan bete dulu dong. Lagian juga kan kalau rezim pemerintah semakin buruk, mahasiswa semakin enak tuh. Kok bisa?

Iya gengs, seperti zaman Orde Baru, mahasiswa semakin ditekan semakin melawan, semakin terpacu memperjuangkan pendapatnya. Beda kayak zaman sekarang, mahasiswa terlihat girang dan enggak sadar kalau ternyata mereka itu lagi dijadiin montir-montirnya para kapitalis. Wkwkwkw.

Eh, mahasiswa yang eyke maksud bukan PMII dan yang lainnya ya gengs, kalau PMII dan teman-temannya mah beda, bukan montir kapitalis. PMII dan rekannya mah kader baik dan patuh terhadap abang-abangannya. Wkwkwk.

Oh iya gengs, Syarif juga menghimbau kepada rekan-rekan mahasiswa di berbagai daerah untuk mengecam gerakan #2019gantiresiden, dan menghimbau kepada seluruh elemen organisasi agar ikut menjaga suasana kondusif menjelang pesta demokrasi 2019.

Baca juga :  Balada Negeri Ormek

Syarif dan rekan-rekan, sangat menyesalkan adanya gerakan #2019gantipresiden yang dinilai sebagai gerakan kampanye dan hasutan untuk membenci pihak atau kelompok lawan politiknya. Weleh-weleh.

Nah gantian ya gengs, eyke juga mau ikutan menghimbau nih kayak teman-teman PMII, kayaknya enak deh. Ahahaha.

“Untuk teman-teman mahasiswa ada baiknya kita semua memperhatikan betul hakekat dan esensi saat menjadi mahasiswa. Betul memang jangan pernah kita berhenti berjuang karena Indonesia belum merdeka. Tapi jangan juga berhenti berpikir karena berjuang tanpa berpikir itu bagaikan berjalan dengan kedua mata yang tertutup.”

Masih bagus tuh kalau jalannya bukan di pinggir tol atau pinggir tebing gengs. Wkwkwk. (G35)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Wiranto Pelanggar HAM?

Wiranto diduga terlibat namun bukan sebagai eksekutor, akan tetapi sebagai orang dibalik layar tragedi tersebut, hal itu dikarenakan posisinya pada masa itu sebagai Panglima...

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Jokowi si Politisi Jenius?

Profesor Kishore Mahbubani menyebut Presiden Jokowi sebagai pemimpin jenius dalam tulisan terbarunya. Berbagai kebijakan mantan Wali Kota Solo tersebut mendapat pujian. Mahbubani bahkan menilai pemerintahan Jokowi layak ditiru oleh berbagai negara. Apakah Presiden Jokowi adalah politisi jenius?

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Giring Ingin Balik Nyanyi Lagi?

Video Ketum PSI Giring Ganesha nyanyikan lagu Nidji tersebar di media sosial. Apakah Giring ingin balik nyanyi lagi dan lupakan politik?

More Stories

Rocky Gerung Seng Ada Lawan?

“Cara mereka menghina saja dungu, apalagi mikir. Segaris lurus dengan sang junjungan.” ~ Rocky Gerung PinterPolitik.com Tanggal 24 Maret 2019 lalu Rocky Gerung hadir di acara kampanye...

Amplop Luhut Hina Kiai?

“Itu istilahnya bisyaroh, atau hadiah buat kiai. Hal yang lumrah itu. Malah aneh, kalau mengundang atau sowan ke kiai gak ngasih bisyaroh.” ~ Dendy...

KPK Menoleh Ke Prabowo?

“Tetapi kenyataannya, APBN kita Rp 2.000 triliun sekian. Jadi hampir separuh lebih mungkin kalau tak ada kebocoran dan bisa dimaksimalkan maka pendapatan Rp 4.000...