HomeCelotehPSI Sindir Nasionalis Gadungan

PSI Sindir Nasionalis Gadungan

Kecil Besar

“Pengecut tidak akan mampu mengungkapkan cinta. Cinta adalah hak prerogatif bagi orang-orang yang berani.” ~Mahatma Gandhi


PinterPolitik.com

[dropcap]S[/dropcap]ejak awal tercipta sebuah negara bernama Indonesia, para pendiri bangsa sudah menyadari adanya perbedaan ras, suku, dan agama. Oleh karena itu, pendiri bangsa menyematkan pita bertuliskan ‘Bhineka Tunggal Ika’ di lambang negara kita. Ya, walau berbeda-beda, tapi tetap satu jua.

Tapi gimana ya, semakin bertambah umur negara ini, seakan semakin hilang rasa persatuan tersebut. Kenapa kira-kira? Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia, Grace Natalie menjawab, sesungguhnya musuh dari persatuan Indonesia adalah sikap intoleran bangsanya.

Waduh, mendengar ini kepalaku langgung mengangguk seperti tak ingin berhenti. Ya, jelas pertikaian yang terjadi di negara berkembang ini karena lunturnya sikap mau menerima perbedaan. Dan ini sangat mengerikan. Apakah bangsa ini sudah benar-benar kehilangan rasa persatuannya?

Grace kemudian lanjut menyindir partai-partai yang mengaku nasionalis tapi meloloskan perda-perda bermuatan agamis yang diskriminatif. Mengaku cinta persatuan, tapi ada rumah ibadah yang ditutup diam saja. Belum lagi banyak kadernya suka korupsi dan kerap mengadu domba masyarakat.

Hmmm, kalau memang demikian faktanya, lalu kita harus berpikir dong, partai nasionalis yang sesungguhnya itu yang seperti apa? Seperti PSI yang menolak poligami dan undang-undang berbau hukum syariat dan injil? Mari kita lihat sama-sama, apakah PSI sudah amat sempurna sebagai partai nasionalis? Atau sama saja kayak partai nasionalis ‘gadungan’ lainnya?

PSI memang partai nasionalis, tapi masih setengah mateng... Share on X

Kalau melihat sepintas, PSI memang seperti partai politik yang ingin melindungi seisi umat manusia di ibu pertiwi ini. Tapi kayaknya nggak juga deh. Apalagi kalau menilainya sambil melirik apa yang dilakukan politisi muda Alexandria Ocasio-Cortez, jauh. Grace dan PSI masih tebang pilih.

Baca juga :  Rame-Rame Belah Gunung Gegara Hormuz

Buktinya, ketika muncul spanduk bertuliskan ‘Hargai Hak-hak LGBT’ yang mencatut nama PSI, partai yang ngakunya partai anak muda ini malah tidak terima. PSI seakan-akan tidak mau dikatakan sebagai pembela kaum LGBT. Loh, memangnya LGBT menurut PSI bukan golongan manusia yang harus dibela?

Padahal, terlepas dari perdebatan soal moral dan agama, kaum ini masih mengalami marjinalisasi. Kalau seperti ini, bukankah sama juga diskriminasi terhadap kaum minoritas? Lalu, biar apa? Biar tidak dimusuhi pemilih PSI yang lainnya? Terus apa bedanya dengan parpol lain?

Kalau benar-benar ingin menjadi partai nasionalis yang toleran sepenuhnya, kayaknya Mbak Grace harus mencontoh Ocasio-Cortez deh. Dia ini sosok yang super progresif banget. Segala kelompok pemilih dia tuju.

Jadi, ketimbang mati-matian berusaha mengubah pandangan orang lain yang konservatif, lebih baik fokus menyasar orang-orang yang merasa kecewa, termarjinalkan, dan pesimis dengan keadaan politik di negeri ini yang diskriminatif. Kalau mau mengilangkan intoleransi, harusnya jangan tanggung-tanggung dong… (F41)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Jokowi Lempar Hadiah

Bagi kebanyakan orang, tentu saja apa yang dilakukan oleh Jokowi ini kurang etis. Dengan melempar-lemparkan bingkisan, Jokowi dianggap kurang menghormati masyarakat. PinterPolitik.com "If you have something...

PDIP Ketularan Artis

“Lelah bahas politik, mending lihat artis yang sedang akting jadi politikus. Hmmm, apa mereka akan berubah jadi tikus?” PinterPolitik.com Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan partainya tak sembarangan...

MK ‘Mabok’ Gugatan UU Pemilu

"Terlalu banyak menghabisakan waktu untuk bertanya ini - itu, kita malah lelah sendiri." ~Lala Purwono PinterPolitik.com Biasanya, keputusan spontan dalam keadaan terdesak akan melahirkan hasil yang...

Inisiatif Tingkat Dewa Timses Jokowi

"Jangan bertanding kalau Anda maunya hanya menang, tanpa siap untuk kalah." ~Mario Teguh PinterPolitik.com Semangat membara dari seluruh lapisan masyarakat dan politisi kadang dapat menimbulkan suhu...

More Stories

Abdi Negara Terbelenggu Kemiskinan?

"Oemar Bakri, Oemar Bakri, pegawai negeri…” ~Lirik Lagu Oemar Bakri -  Iwan Fals PinterPolitik.com Jadi pegawai negeri itu merupakan impian banyak orang. Pokoknya jadi PNS itu...

Luhut Panjaitan Memeluk Orba

"Luka tidak memiliki suara, sebab itu air mata jatuh tanpa bicara." ~Dilan 1990 PinterPolitik.com Orde Baru masih menjadi sejarah yang amat menakutkan dari sebagian besar masyarakat....

Ma’ruf Amin yang Terbuang?

"Sebagai kekasih, yang tak dianggap aku hanya bisa mencoba mengalah. Menahan setiap amarah…” ~Lirik Lagu Kekasih yang Tak Dianggap – Kertas Band PinterPolitik.com Jika di dunia...