HomeCelotehKatanya Ikhlas, Tapi Pamer Partai

Katanya Ikhlas, Tapi Pamer Partai

Kecil Besar

“Apabila kita bicara soal uang, maka semua orang sama agamanya.” ~Voltaire


PinterPolitik.com

[dropcap]B[/dropcap]antuan demi bantuan tercurahkan untuk para korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah. Tidak hanya dari pemerintah dan aksi solidaritas masyarakat Indonesia, bantuan juga datang dari dunia internasional. Lalu bagaimana dengan partai politik?

Partai-partai politik dari kubu Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno telah sepakat untuk berkampanye di daerah bencana. Sebagian dari para elite mereka juga memilih untuk tidak datang ke lokasi bencana agar tidak membuahkan polemik. Lalu, apakah hanya karena takut dikira kampanye nilai kemanusiaan dari partai politik lantas layu? Ohhh, tidak begitu.

Partai politik peserta pemilu nyatanya tetap mengirimkan bantuan mulai dari sembako, selimut, hingga tenaga relawan. Namun, hal tersebut juga menjadi perhatian Bawaslu. Kenapa?

Sebenarnya bukan kampanye di tempat bencana yang jadi larangan gaes, tapi potensi politik uangnya. Bisa saja kan ada oknum-oknum nakal yang haus elektabilitas ikut mengambil kesempatan dalam kesempitan. Huft, bikin politik Indonesia suram saja.

Bagi-bagi bantuan bawa-bawa logo partai masuk politik uang atau nggak ya? Share on X

Gimana dong ya, membedakan antara misi kemanusiaan dan politik uang itu tipis sekali. Sulit gaes. Makannya itu, Bawaslu akan berdiskusi untuk membuat aturan terkait batasan sehingga antara bantuan dan politik uang dapat dibedakan. Mantap!

Selama ini kan rancu banget tuh. Gimana kalau ternyata para korban dapat mie instan merek partai politik tertentu? Apakah rasanya tetap enak atau nggak? Ehh, maksudnya apakah itu masuk politik uang atau tidak.

Terus kalau misalnya bahan bantuan tidak ditempeli logo partai, tapi yang orang memberikan pakai kaos partai gimana? Apalagi kalau ngasihnya sambil ngibar-ngibarin bendera partai. Woelah, semangat bantu atau kampanye itu ya? Wkwkwk.

Ketua Bawaslu Abhan mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan KPU terkait batasan tersebut. Bagaimana pun yang membuat aturan terkait kampanye itu kan KPU.

Baca juga :  Rame-Rame Belah Gunung Gegara Hormuz

Dalam Peraturan KPU (PKPU) Nomor 23 Tahun 2018 Pasal 69 tercantum mengenai larangan pemberian uang atau materi lainnya kepada peserta kampanye.

Misi kemanusiaan tentu nggak boleh dibatasi. Tapi jangan sampai menjadi persoalan hukum, jadi money politik. Jadinya kan juga nggak elok tho? Nah, buat partai politik yang ingin bergerak membantu, monggo seikhlasnya saja. Siapa tahu pahalanya berupa kemenangan di pemilu 2019. Ehh.. (E36)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Jokowi Lempar Hadiah

Bagi kebanyakan orang, tentu saja apa yang dilakukan oleh Jokowi ini kurang etis. Dengan melempar-lemparkan bingkisan, Jokowi dianggap kurang menghormati masyarakat. PinterPolitik.com "If you have something...

Jokowi Ditagih Buruh

"Marsinah adalah sebuah cermin perlawanan buruh dalam bibit tumbuhnya gerakan buruh." ~Munir PinterPolitik.com Tiap hari bersimbah peluh dan menahan keluh, buruh hanyalah golongan pesuruh dengan upah...

La Nyalla: Prabowo, Pimpin Salat Dong

“Ibadah nomor satu dan korupsi nomor dua! Politisi banget.” PinterPolitik.com Eks kader Partai Gerindra, La Nyalla Mattalitti yang dulu mendukung Prabowo Subianto sekarang malah beralih dukungan...

More Stories

Abdi Negara Terbelenggu Kemiskinan?

"Oemar Bakri, Oemar Bakri, pegawai negeri…” ~Lirik Lagu Oemar Bakri -  Iwan Fals PinterPolitik.com Jadi pegawai negeri itu merupakan impian banyak orang. Pokoknya jadi PNS itu...

Luhut Panjaitan Memeluk Orba

"Luka tidak memiliki suara, sebab itu air mata jatuh tanpa bicara." ~Dilan 1990 PinterPolitik.com Orde Baru masih menjadi sejarah yang amat menakutkan dari sebagian besar masyarakat....

Ma’ruf Amin yang Terbuang?

"Sebagai kekasih, yang tak dianggap aku hanya bisa mencoba mengalah. Menahan setiap amarah…” ~Lirik Lagu Kekasih yang Tak Dianggap – Kertas Band PinterPolitik.com Jika di dunia...