HomeCeloteh‘Pemanis’ Menteri Hindari Reshufle?

‘Pemanis’ Menteri Hindari Reshufle?

Kecil Besar

“Menteri memang jabatan politis, tapi bukan berarti harus dijalankan secara nepotis” ~ Najwa Shihab


PinterPolitik.com

[dropcap]M[/dropcap]enteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Siti Nurbaya punya dua jurus sakti mandraguna yang akan mempertahankan posisinya di Kabinet Kerja.

Tentunya, jurus pertama Menteri LHK ialah menjadi sosok yang retoris dengan memberikan pernyataan yang manis. Hal ini ditandai dengan kata – kata manis yang keluar terkait dengan kinerjanya.

Kalau sudah bicara manis ya semoga saja nasibnya juga ikut manis. Weleeeeh weleeeh dengan kata lain kalau mau ada reshufle di-skip aja, wkwkwk.

Pernyataan manis Menteri LHK itu membicarakan tentang hak pengelolaan hutan katanya untuk kesejahteraan rakyat. Oh begitu. Hmmmm. Kayanya dari pernyataan itu, hutan kita baik-baik saja, weleeeh weleeeh.

Tapi bagaimana faktanya? Banyak koorporasi atau perusahaan yang mengeruk hutan tanpa berdasarkan pada kesejahteraan rakyat, tapi kesejahteraan dirinya sendiri.

Jadi, apakah itu maksud kesejahteraan rakyat menurut Menteri LHK?  Weleeeeh weleeeeh

Sepertinya, kita harus percaya dengan apa yang disampaikan Menteri LHK, siapa tahu hutan Indonesia memang benar ditujukan untuk kesejahteraan rakyat.

Tapi, kebenarannya hanya dalam tataran wacana. Wkwkwkwk

Karena dalam faktanya, hutan semakin dikomersialisasi. Sementara pernyataan Menteri LHK terlihat menyelimuti ketidaksesuaiannya dengan kenyataan.

Tapi sebenernya, Menteri LHK itu tahu ga sih bagaimana kondisi objektif hutan Indonesia? Weleeeh weleeeeeh

Hmmm, namanya Menteri ya pasti tahu lah. Masa tak tahu masalah di Kementeriannya. Ilegal logging, pengerukan hutan lindung, dan peralihan fungsi hutan pun pasti jadi makanan sehari-hari Menteri. Sudah tak aneh lagi.

Tapi buat apa Menteri LHK mengeluarkan pernyataan yang mengesankan Kementeriannya ini baik-baik saja ya? Hmmmm.

Hmmm, ternyata untuk melancarkan jurus pertamanya. Weleeeh weleeeh

Jurus andalan kedua Menteri LHK ialah partai Nasdem. Kenapa emang? Karena ia adalah kader Partai Nasdem yang memiliki kontribusi besar dalam pemenangan Presiden di Pilpres 2014 lalu.

Jadi wajar, Presiden harus mempertahankan Menteri LHK karena untuk melancarkan politik balas budinya. Weleeeh weleeeeh (Z19)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Jokowi si Politisi Jenius?

Profesor Kishore Mahbubani menyebut Presiden Jokowi sebagai pemimpin jenius dalam tulisan terbarunya. Berbagai kebijakan mantan Wali Kota Solo tersebut mendapat pujian. Mahbubani bahkan menilai pemerintahan Jokowi layak ditiru oleh berbagai negara. Apakah Presiden Jokowi adalah politisi jenius?

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Melirik Romantisme TGB-Somad

Netizen mendukung Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGB Dr. Zainul Majdi dan Ustadz Abdul Somad untuk maju sebagai capres dan cawapres di Pilpres 2019. PinterPolitik.com Gubernur Nusa...

Gatot Ke INTI, Persiapan Pilpres?

Minggu lalu, Panglima TNI Gatot Nurmantyo melakukan silaturahmi dengan para Pengusaha Indonesia Tionghoa (INTI). Gatot siap Pilpres? PinterPolitik.com “Politik adalah seni kelihaian dalam mendapatkan suara dari...

More Stories

Wali Kota Depok ‘Biduan Lampu Merah’

"Kualitas humor tertinggi itu kalau mampu mengejek diri sendiri. Cocok juga ditonton politisi. Belajar becermin untuk melihat diri sendiri yang asli, " - Butet...

DPR Terpilih ‘Puasa Bicara’

“Uang tidak pernah bisa bicara; tapi uang bisa bersumpah,” – Bob Dylan PinterPolitik.com Wakil rakyat, pemegang amanah rakyat, ehmmm, identitas yang disematkan begitu mulia karena menjadi...

Ridwan Kamil Jiplak Jurus Jokowi

“Untuk melakukan hal yang buruk, Anda harus menjadi politisi yang baik,” – Karl Kraus PinterPolitik.com Pemindahan Ibukota masih tergolong diskursus yang mentah karena masih banyak faktor...