HomeCelotehObat Sakit Jiwa Warga Jakarta

Obat Sakit Jiwa Warga Jakarta

Kecil Besar

“Jatuh di aspal tidak seindah jatuh cinta.”~Satlantas


PinterPolitik.com

[dropcap]S[/dropcap]aking stresnya warga Jakarta, melanggar peraturan sudah menjadi hal yang lumrah. Yah, udah capek, biarlah masuk jalur Transjakarta biar cepat sampai rumah. Buru-buru takut telat, nggak apa-apalah nerobos lampu merah. Pajak? Apa itu pajak? Pajak kalau dipakein mozzarella enak nggak?

Hmm, begitulah. Padahal kata psikolog, tanda-tanda orang memiliki gangguan jiwa itu adalah orang yang gemar melanggar peraturan. Berarti warga Jakarta banyak yang gangguan jiwa dong? Hmm, jangan ditanya. Wkwkwk.

Masalah kondisi kejiwaan masyarakat kita memang memprihatinkan banget deh. Butuh formula yahud untuk mencegah penyakit kejiwaan tersebut semakin parah.

Nah, di dunia yang makin modern macam sekarang, harusnya instrumen-instrumen canggih untuk membantu tugas pihak berwenang dalam menertibkan masyarakat itu bisa dibuat ya. Biar nggak tambah sakit jiwa. Nah, salah satunya dengan menerapkan sistem tilang elektronik (ETLE).

Gubenur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan akan memperluas penerapan sistem tersebut dengan menambah penempatan kamera pengawas (ANPR) di sejumlah sudut jalan Ibu Kota.

Wah, kalau begini, para penderita gangguan jiwa harap hati-hati yaw. Nggak lucu kan pas nanti bayar pajak eh tahu-tahu syok karena tagihan denda tilang yang membludak. Ihhh nggak lucu banget.

Apakah tilang elektronik cukup ampuh menjadi teror para penderita gangguan jiwa yang kerapa melanggar peraturan? Share on X

Saat ini, penegakan hukum lalu lintas model tersebut baru dilaksanakan di Jalan MH Thamrin dan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

Rencananya pada 2019, sistem tilang elektronik ini dikembangkan dengan menempatkan sebanyak 81 kamera ANPR yang tersebar pada 25 persimpangan di wilayah Jakarta. Jadi, hati-hati ya sobat-sobatku.

Anies mengaku telah berbicara dengan Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusuf, untuk memulai perluasan sistem tilang elektronik di sejumlah ruas jalan yang penuh keramaian. Menurut Anies, pihaknya bakal mendukung sistem penilangan baru tersebut.

Baca juga :  Hotel Sultan dan Mesin Uang Soeharto

Penerapan sistem tersebut menurut Anies juga berkaitan dengan data 700 roda empat dan 4 juta roda dua belum membayar pajak. Nilainya hampir Rp2 Triliun loh. Nggak tanggung-tanggung.

Sistem tilang elektronik ini telah diterapkan Ditlantas Polda Metro Jaya sejak 1 November lalu. Sejak hari itu rata-rata pelanggar diperkirakan terdapat 500 pengendara per hari. Aduh, duh, ini warga Jakarta darurat gangguan jiwa atau gimana ya? Kok jumlahnye ngeri banget? Hiiii… (E36)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Merekat Persatuan dalam Kebinekaan

Berbagai gesekan di masyarakat bisa saja menghantui Indonesia ke depannya. Namun, nilai kebinekaan yang menjadi semboyan bangsa seharusnya dapat menjadi modal sosial bagi masyarakat...

More Stories

Abdi Negara Terbelenggu Kemiskinan?

"Oemar Bakri, Oemar Bakri, pegawai negeri…” ~Lirik Lagu Oemar Bakri -  Iwan Fals PinterPolitik.com Jadi pegawai negeri itu merupakan impian banyak orang. Pokoknya jadi PNS itu...

Luhut Panjaitan Memeluk Orba

"Luka tidak memiliki suara, sebab itu air mata jatuh tanpa bicara." ~Dilan 1990 PinterPolitik.com Orde Baru masih menjadi sejarah yang amat menakutkan dari sebagian besar masyarakat....

Ma’ruf Amin yang Terbuang?

"Sebagai kekasih, yang tak dianggap aku hanya bisa mencoba mengalah. Menahan setiap amarah…” ~Lirik Lagu Kekasih yang Tak Dianggap – Kertas Band PinterPolitik.com Jika di dunia...