HomeCelotehMalam Jumat Keramat Papa!

Malam Jumat Keramat Papa!

Kecil Besar

“Ada Mbah Dukun sedang ngobatin pasiennya. Konon katanya sakitnya karena diguna-guna”


PinterPolitik.com

[dropcap]C[/dropcap]inta ditolak, dukun bertindak. Mbah Dukun lewat mantranya bisa tahu takdir manusia yang akan datang. Keren kan? Termasuk urusan cinta-cintaan juga katanya sih bisa.

Tapi si Mbah bisa ga ya meramal masa depan?  Kayanya sih bisa. Tapi ada hal yang ga bisa dilakukan si Mbah. Apaan tuh? Meramalkan dirinya sendiri. Hahaha

Karena sesama Mbah dukun harus pake jasa Mbah yang lain lah. Simbiosis mutualisme wkwkwk

Tapi, kalau bicara ramal – meramal memang harus memiliki kekuatan supranatural tingkat dewa. Walau terkesan fiksi, si Mbah bisa membaca nasib – nasib orang di masa depan. Mau percaya atau tidak? Bebaslah ya hehe

Nah kalau begitu Mbah bisa ramal nasib dan keberadaan Papa dong. Mbah sih sebenernya bisa, tapi?

Mbah bingung mau ngasih tahunya ke siapa. Kan Papa aja ngilang entah kemana, jadi mau ngabarinnya kemana juga ya bingung.

Terus kalo ngasih tahu ke KPK nanti Mbah disangka bohong karena kan ga bisa dibuktikan, namanya juga ramalan. Kalau ramalannya sukses sih yakin banget Mbah ditawarin kerja di KPK.

Mbah juga kepikiran tadinya pengen juga ngasih tau ke pihak yang ngasih sayembara, tapi dipikir-pikir, masa ngasih tau ramalan buat ngarep duit Rp 10 juta. Keliatan mata duitan banget.

Akhirnya, karena si Mbah dukun zaman now, ia curhat lewat Twitter.

Padahal sih, Mbah harusnya ngomong ke KPK, karena imbalannya akan mendapatkan tawaran pekerjaan buat Mbah. Lumayan buat tambah-tambah beli kemenyan hehe.

Posisi pekerjaan buat Mbah itu nanti meramal para tersangka korupsi pada pergi ilang kemana. Hal ini namanya dukun membantu kinerja KPK. Canggih!

Auuuuuuuuu. Suara serigala di malam Jum’at keramat!

Serigala beneran ya bukan ganteng-ganteng itu… Zzzz

Mbah harusnya kasih informasi tentang Papa secara jelas supaya kecelakaan bisa dihindari. Jadi malam itu ga jadi malam Jumat keramatnya Papa. Soalnya bukan cuma Papa yang dirugikan, tapi yang lain juga terkena dampaknya. Salah satunya KPK.

Coba kalau Mbah larang Papa untuk pergi, semuanya ga akan membingungkan.

Sekarang justru bingung kan, mau ditangkep kondisinya sakit. Mau didiemin takutnya ngilang lagi. Ah sudahlah! Andai waktu dapat terulang. (Z19)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Merekat Persatuan dalam Kebinekaan

Berbagai gesekan di masyarakat bisa saja menghantui Indonesia ke depannya. Namun, nilai kebinekaan yang menjadi semboyan bangsa seharusnya dapat menjadi modal sosial bagi masyarakat...

More Stories

Wali Kota Depok ‘Biduan Lampu Merah’

"Kualitas humor tertinggi itu kalau mampu mengejek diri sendiri. Cocok juga ditonton politisi. Belajar becermin untuk melihat diri sendiri yang asli, " - Butet...

DPR Terpilih ‘Puasa Bicara’

“Uang tidak pernah bisa bicara; tapi uang bisa bersumpah,” – Bob Dylan PinterPolitik.com Wakil rakyat, pemegang amanah rakyat, ehmmm, identitas yang disematkan begitu mulia karena menjadi...

Ridwan Kamil Jiplak Jurus Jokowi

“Untuk melakukan hal yang buruk, Anda harus menjadi politisi yang baik,” – Karl Kraus PinterPolitik.com Pemindahan Ibukota masih tergolong diskursus yang mentah karena masih banyak faktor...