HomeCelotehIndonesia Bangsa Kalah?

Indonesia Bangsa Kalah?

Dalam Dies Natalis di Universitas Bung Karno, Kamis (16/11) kemarin, Prabowo Subianto kembali mengatakan kalau saat ini, Indonesia merupakan bangsa yang kalah. Benarkah?


PinterPolitik.com

“Ada para pemenang, ada para pecundang, dan ada pula orang-orang yang tidak pernah tahu caranya untuk menang.” ~ Les Brown, penulis dan politikus AS

[dropcap]O[/dropcap]rang Indonesia jadi kuli aja kalah, begitulah celotehan Prabowo Subianto yang sebelumnya sempat menuai kritik dari para netizen. Tapi sepertinya, ia tidak kapok dikritik begitu. Karena dihadapan para wisudawan Universitas Bung Karno, ia kembali menegaskan kalau saat ini Indonesia merupakan bangsa yang kalah.

Kekalahan bangsa kita ini, terlihat dari bagaimana Indonesia gagal menjadi juara di SEA Games lalu, begitu juga dengan sepakbola Indonesia yang enggak pernah jadi juara, bahkan di tingkat Asia. Prabowo menunjukkan kalau kekalahan kita di kedua ajang olahraga itu akibat masyarakatnya kurang gizi.

Kalau dari inti ucapannya sih jelas, kurang gizi ini pasti penyebabnya karena orang Indonesia kurang minum susu. Coba kalau minum susu, terutama susu dari pabrik keluarganya, pasti langsung jadi juara. Cuuss, seperti Popeye The Sailorman abis nenggak bayam, ototnya makin bejendul dan kekuatannya jadi super kayak Hulk!

Entahlah, apa hanya dari urusan olahraga aja kita langsung bisa digeneralisir sebagai bangsa yang kalah? Maksudnya kalah dalam olahraga? Enggak juga sepertinya, Indonesia memiliki prestasi yang membanggakan di bidang bulutangkis, bahkan Tim Futsal Indonesia aja baru menorehkan sejarah sebagai Juara Dunia bulan lalu.

Atau kalah di sepakbola? Bisa jadi, mengingat para pengurusnya kebanyakan orang militer dan terlalu banyak kepentingan serta uang di dalamnya. Tapi jangan salah, Indonesia juga seharusnya bangga, lho, karena punya Egy Maulana yang masuk dalam daftar pesepakbola muda bertalenta terbaik di dunia! Nggak percaya? Browsing aja!

Baca juga :  Dewan Kolonel, Gimmick Duet Puan-Prabowo?

Begitu juga dengan sistem pendidikan Indonesia, kalau cuma berdasarkan survei yang membandingkan Indonesia dengan negara lain, terutama negara maju dan adidaya, jelas Indonesia kalah jauh. Tapi mengapa langsung menghakimi bahwa bangsa kita kalah? Buktinya, para generasi penerus Indonesia banyak yang mendapatkan medali dan penghargaan tingkat Internasional, salah satunya dari bidang matematika dan fisika.

- Advertisement -

Menciptakan polemik, mungkin begitu niatan Ketua Umum Gerindra atas pernyataannya ini. Apalagi, ia lagi sibuk dengan aksi ‘turun gunung’ lagi. Bisa jadi dengan cara melemparkan pernyataan yang memanas-manasi dan membakar nasionalisme, bisa mendongkrak kepopuleran dan elektabilitasnya. Efektifkah cara meraih ketenaran dengan merendahkan bangsa sendiri ini? (R24)

spot_img

#Trending Article

Rocky Sebenarnya Fans Luhut?

Momen langka terjadi! Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan akhirnya bertemu langsung dengan pengkritik terpedasnya, yakni Rocky Gerung.

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

Puan Capres Kok Moody-an?

“Mbak Puan kaget, 'Lho, kok kamu yang memegang kaos?', Mbak Puan itu bertanya bukan marah.” – Said Abdullah, Ketua DPP PDIP PinterPolitik.com  Video yang memperlihatkan Ketua DPP PDIP Puan...

Prabowo Guru BP Andika-Dudung?

“Ini semua menjadi rahasia umum Pak, rahasia umum. Jenderal Andika, di mana ada Jenderal Andika tidak ada KSAD” – Effendi Simbolon, anggota Komisi I...

Kasus Lesti-Billar, Begini Tanggapan Lesti

Lesti Kejora laporkan suaminya, Rizky Billar, atas kasus KDRT setelah diduga ketahuan selingkuh. Mengapa fenomena ini begitu marak?

Menanti Dansa Puan-Ganjar

Ganjar Pranowo sebut Megawati beri arahan agar kepala daerah tidak dansa politik. Padahal, Puan dan Ganjar perlu berdansa politik untuk PDIP.

G30S, Kok Gatot Diam Saja?

Peristiwa 30 September telah terjadi pada 57 tahun lalu, yakni 1965. Gatot Nurmantyo biasanya muncul ke publik peringatkan bahaya PKI.

Nadiem and the Shadow Organization

Penjelasan Mendikbudristek Nadiem Makarim soal shadow organization tuai polemik. Ada apa di balik organisasi bayangan Kemdikbudristek ini?

More Stories

Informasi Bias, Pilpres Membosankan

Jelang kampanye, pernyataan-pernyataan yang dilontarkan oposisi cenderung kurang bervarisi. Benarkah oposisi kekurangan bahan serangan? PinterPolitik.com Jelang dimulainya masa kampanye Pemilihan Presiden 2019 yang akan dimulai tanggal...

Galang Avengers, Jokowi Lawan Thanos

Di pertemuan World Economic Forum, Jokowi mengibaratkan krisis global layaknya serangan Thanos di film Avengers: Infinity Wars. Mampukah ASEAN menjadi Avengers? PinterPolitik.com Pidato Presiden Joko Widodo...

Jokowi Rebut Millenial Influencer

Besarnya jumlah pemilih millenial di Pilpres 2019, diantisipasi Jokowi tak hanya melalui citra pemimpin muda, tapi juga pendekatan ke tokoh-tokoh muda berpengaruh. PinterPolitik.com Lawatan Presiden Joko...