HomeCelotehJK ‘Dikompori’ Jadi Presiden

JK ‘Dikompori’ Jadi Presiden

“Ya Pak JK kan sudah tidak mau, tapi kalau rakyat menginginkan, ya, konstitusi masih mengizinkan ya silakan. Tapi kalau kita ngapain jadi nomor 2, ya kan? Jadi Presiden saja sekalian.” ~ Andi Rukman


PinterPolitik.com

[dropcap]S[/dropcap]osok Wakil Presiden Jusuf Kalla ternyata sempat kecipratan euforia Mahathir effect, makanya tak aneh kalau JK digadang – gadang menjadi Presiden di Pilpres 2019.

Emangnya harus banget ikutin Malaysia? kalau ada politikus yang berasal dari generasi tua itu langsung dimajukan kembali jadi pemimpin? Kan belum tentu sama kondisi objektifnya, weleeeh weleeeh.

Nah, gimana dengan JK? Apakah JK tergiur dengan dorongan untuk menjadi calon Presiden? Uhuuukk uhuuukkk.

Tapi jauh sebelum kemenangan Mahathir, sayangnya JK sudah mengatakan akan pensiun dari dunia politik.

Ehmm, cukup sudah, sepertinya JK takkan terpengaruh walau dorongan untuk menjadi calon Presiden selalu muncul ke permukaan.

Kalau hanya sekedar menjadi Wakil Presiden, JK setidaknya sudah pernah mencicipinya dua kali. Tapi kalau jadi Presiden? Ehhmm, dulu sih udah pernah nyoba, tapi sayang sekali gagal, weleeeh weleeeh.

Emangnya JK ga mau mencoba lagi jadi calon Presiden? Ehmm, kan udah dibilang mau pensiun, hadeuuuh, masih aja ya digoda – goda, weleeeh weleeeh.

Ahh syudahhlah, bener nih JK tak berminat jadi calon Presiden? Uppsss, tapi kalau jadi Wakil Presidennya Jokowi lagi masih minat ga?

Huusss, kan udah dua kali jadi Wapres, kalau nambah periode lagi JK sudah pasti terganjal aturan.

Weeeiittss, tenanglah kan lagi uji materi tentang masa jabatan Presiden dan Wakil Presiden di Mahkamah Konstitusi (MK). Kalau MK mengabulkan, JK bisa ketiga kalinya jadi Wapres.

Tapi kalau masa jabatan tak diperbolehkan lebih dari dua kali, berarti keinginan JK untuk pensiun dari dunia politik direstui.

Nah loh, belakangan ini JK lagi dan lagi digoda dan dikompori untuk maju sebagai calon Presiden. Kalau JK mau maju lagi, jangan jadi Wakil Presiden mendingan jadi Presiden aja langsung, katanya.

Ehmm, begitulah kira – kira keinginan yang mendorong warga Bugis untuk mendukung JK. Tapi apakah JK tergoda usai dikompori oleh warga yang berasal dari tanah kelahirannya? Apakah ambisi JK di masa lalu bisa bangkit kembali? Weleeeh weleeeh.

Kalau kata seorang filsuf Jerman, Karl Robert Eduard von Hartmann, ambisi itu seperti air laut: semakin banyak orang meminumnya, semakin orang menjadi haus.

Nah, kalau JK sudah ingin pensiun sudahlah jangan digoda lagi, nanti kalau JK pengen terus – terusan punya kekuasaan, berani menghentikannya? Weleeh weleeeh. (Z19)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

More Stories

Wali Kota Depok ‘Biduan Lampu Merah’

"Kualitas humor tertinggi itu kalau mampu mengejek diri sendiri. Cocok juga ditonton politisi. Belajar becermin untuk melihat diri sendiri yang asli, " - Butet...

DPR Terpilih ‘Puasa Bicara’

“Uang tidak pernah bisa bicara; tapi uang bisa bersumpah,” – Bob Dylan PinterPolitik.com Wakil rakyat, pemegang amanah rakyat, ehmmm, identitas yang disematkan begitu mulia karena menjadi...

Ridwan Kamil Jiplak Jurus Jokowi

“Untuk melakukan hal yang buruk, Anda harus menjadi politisi yang baik,” – Karl Kraus PinterPolitik.com Pemindahan Ibukota masih tergolong diskursus yang mentah karena masih banyak faktor...