HomeCelotehGatot Masih Ngarep Nyapres?

Gatot Masih Ngarep Nyapres?

“… politik mengajarkan bahwa tugas politikus sesungguhnya melaksanakan kehendak rakyat.” ~ Joseph Schumpeter


PinterPolitik.com

[dropcap]K[/dropcap]abar majunya Jenderal (Purnawirawan) Gatot Nurmantyo ke pemilihan presiden 2019 kembali menggaung setelah sesaat lalu sempat meredup. Ditanya soal pencapresan, Gatot mengaku jika diberikan pilihan, ia ingin menempati posisi terbaik, yakni maju sebagai capres.

Gatot juga mengaku, berbagai tawaran dari partai politik telah disodorkan, baik sebagai capres maupun cawapres, dan sampai sekarang masih menjalin komunikasi intensif.

Emang siapa sih yang nawarin Pak? Kasih bocoran dong? Siapa tahu eike bisa bantu nagihnya ya kan? Jadi korban PHP itu sakit loh Pak. Hehe

Hmm, tapi bagaimana, kabar mantapnya masing-masing kubu koalisi sudah sangat kuat tuh. Hampir semua partai sudah berkoalisi. Kemungkinan kecil banget deh untuk membentuk poros ketiga.

Tapi yaa, kalo dipikir pake logika keimanan yang diyakini Pak Jenderal sih masih mungkin-mungkin aja. Inget gaes, kita nggak boleh mendahului takdir. Batas akhir pencalonan presiden masih sembilan hari lagi. Semoga aja masih ada sisa partai untuk mendukung ya Pak. Hehe

Kalaupun ada partai yang mau mengusung, memang cukup memenuhi syarat KPU? Kan partai yang hendak mengusung capres dan cawapres harus memiliki presidential threshold (PT) 20%.  Gimana hayooo?

Nah, masalah aturan soal PT tersebut, kemarin Gatot sempat memberikan kritik pedas nih gaes. Menurutnya, peraturan tersebut bisa membunuh partai politik di Indonesia dan membatasi munculnya calon-calon pemimpin bangsa yang sebenernya punya kompetensi juga. Hmm, kayak Pak Gatot gitu ya maksudnya? Hehe

Tapi kali ini eike setuju sama pemikiran di atas. Ada yang pernah bilang, kenapa kita harus memilih hanya dua orang untuk menjadi presiden dan 38 untuk Putri Indonesia? Sungguh politik benar-benar lucu ya gaess?

Dan ternyata, selain Gatot, beberapa tokoh seperti Fahri Hamzah dan mantan Menko Kemaritiman Rizal Ramli juga mengemukakan pendapat yang sama gengss.

Peraturan tersebut bisa memuluskan praktik politik daging sapi. Kalo gabung koalisi ini dapat apa? Kalo jadi oposisi dapat apa?

Selain itu, disahkannya presidential threshold 20% nggak sesuai dengan amanah demokrasi dan tidak sejalan dengan UUD 45 yang membebaskan warga negara untuk menjadi presiden, tanpa batasan apapun.

Yaudah, kalau gitu digugat aja peraturannya. Yang sepemikiran kan juga banyak. Siapa tahu bisa jadi peluang untuk nyapres di tahun depan kan? Tak ada yang tak mungkin loh di dunia ini. Ya khaaannn? (E36)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

More Stories

Abdi Negara Terbelenggu Kemiskinan?

"Oemar Bakri, Oemar Bakri, pegawai negeri…” ~Lirik Lagu Oemar Bakri -  Iwan Fals PinterPolitik.com Jadi pegawai negeri itu merupakan impian banyak orang. Pokoknya jadi PNS itu...

Luhut Panjaitan Memeluk Orba

"Luka tidak memiliki suara, sebab itu air mata jatuh tanpa bicara." ~Dilan 1990 PinterPolitik.com Orde Baru masih menjadi sejarah yang amat menakutkan dari sebagian besar masyarakat....

Ma’ruf Amin yang Terbuang?

"Sebagai kekasih, yang tak dianggap aku hanya bisa mencoba mengalah. Menahan setiap amarah…” ~Lirik Lagu Kekasih yang Tak Dianggap – Kertas Band PinterPolitik.com Jika di dunia...