HomeCelotehFahri Paksa Penguasa ‘Pensiun’

Fahri Paksa Penguasa ‘Pensiun’

Kecil Besar

“Pemerintah jangan takut diganti. Jadi rakyat biasa enak juga kok. Sambutlah masa pensiun dari politik dengan sukacita.” ~ kicau Fahri Hamzah


PinterPolitik.com

[dropcap]B[/dropcap]elakangan ini, seantero negeri sedang ramai – ramainya membicarakan tentang siapa pemimpin negeri selanjutnya.

Namun, hal ini diwarnai dengan tontoan adu drama antara yang mendukung atau menolak penguasa untuk mencalonkan kembali.

Tapi model tontonan ini ternyata cukup kreatif, karena pertarungannya itu bukan tentang gaung Revolusi Mental atau Indonesia Bubar 2030, tapi hanya diakibatkan oleh tagar.

Satu tagar, bikin seantero negeri ramai, ehmmm, ternyata berpengaruh juga ya, weleeeh weleeeh. Tentunya ramainya itu ada yang mencibir, ada juga yang terus mengkampanyekan tagar itu.

Makanya, istilahnya kini sedang ramai perang tagar diantara pihak yang berlawanan, hadeuuuhh, awalnya muncul #2019GantiPresiden yang diperdebatkan apakah melanggar konstitusi atau tidak.

Weiiiittsss, ternyata #2019GantiPresiden sah dan konstitusional. Akhirnya, mau tak mau pihak lawannya mengeluarkan tagar tandingan #2019TetapJokowi dan #DiaSibukKerja, uhuuyyy, ramai juga ya.

Lumayan kreatiflah untuk kedua belah pihak ini untuk membuat manajemen wacana publiknya, ehmmm, tapi wacana ini untungnya tak mengandung SARA atau politik identitas, jadi masih aman untuk dipakai masyarakat awam sekalipun.

Tapi kalau mau melihat kesuksesan agenda setting tagar itu, Fahri Hamzah coba mengupas bagaimana kekuatan tagar itu.

Kalau kata Fahri, tagar #2019GantiPresiden itu sukses karena penguasa kebakaran jenggot takut diganti. Buktinya apa?

Lah buktinya, muncul tagar tandingan, weleeeh weleeeh, blunder niyeee. Makanya, Fahri dengan gaya nyinyirnya mengatakan lebih baik penguasa sekarang ini menjadi rakyat aja, karena enak juga kok jadi rakyat, bebas tanpa beban, uhuuyyyy.

Weeiittss, jangan lupa, Fahri juga mengupas makna dari tagar #2019GantiPresiden, yang artinya penguasa harus menyambut dengan suka cita masa akhir periodenya yang langsung diiringi dengan pensiun politik.

Baca juga :  Lari lambat Kuda Fahri Hamzah?

Nah loh, kalau sudah begini berarti makna lain dari tagar #2019GantiPresiden itu artinya menyuruh penguasa untuk pensiun? Weleeh weleeh.

Hmm, makanya denger kata filantropis dari Amerika Serikat, Bernard Baruch yang mengatakan kalau jangan sesekali menjawab kritik, kecuali memang kritik itu benar.

Kalau ada tagar tandingan dan malah blunder, artinya pihak lawan mengamini #2019GantiPresiden dong? Weleeeh weleeeh. (Z19)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Jokowi Lempar Hadiah

Bagi kebanyakan orang, tentu saja apa yang dilakukan oleh Jokowi ini kurang etis. Dengan melempar-lemparkan bingkisan, Jokowi dianggap kurang menghormati masyarakat. PinterPolitik.com "If you have something...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

More Stories

Wali Kota Depok ‘Biduan Lampu Merah’

"Kualitas humor tertinggi itu kalau mampu mengejek diri sendiri. Cocok juga ditonton politisi. Belajar becermin untuk melihat diri sendiri yang asli, " - Butet...

DPR Terpilih ‘Puasa Bicara’

“Uang tidak pernah bisa bicara; tapi uang bisa bersumpah,” – Bob Dylan PinterPolitik.com Wakil rakyat, pemegang amanah rakyat, ehmmm, identitas yang disematkan begitu mulia karena menjadi...

Ridwan Kamil Jiplak Jurus Jokowi

“Untuk melakukan hal yang buruk, Anda harus menjadi politisi yang baik,” – Karl Kraus PinterPolitik.com Pemindahan Ibukota masih tergolong diskursus yang mentah karena masih banyak faktor...