HomeCelotehAntara Chris John, PD, dan Nasdem

Antara Chris John, PD, dan Nasdem

Kecil Besar

“Melayang seperti kupu-kupu, menyengat seperti lebah. Tangan-tangan Anda tidak bisa memukul apa yang tidak dilihat oleh mata” ~ Muhammad Ali


PinterPolitik.com

[dropcap]S[/dropcap]ejarah atlet mencalonkan diri sebagai anggota dewan sudah bukan hal yang mengagetkan lagi di negeri ini. Beberapa atlet seperti Yayuk Basuki (mantan atlet tenis), Moreno Soeprapto (pembalap), dan beberapa olahragawan lainnya memilih memperjuangkan nasib atlet melalui jalur politik. Jalan tersebut pun juga ingin dilalui Chris John, sang petinju kelas bulu dunia. Gimana kalau menurut kalian, gengs?

Kalau dipikir-pikir, siapa lagi sih petinju tanah air yang prestasinya segemilang Chris John? Kalau memang ada tolong kasih tahu eike ya, sumpah eike beneran nggak tahu, lho. Jangan-jangan benar kata Chris John, kalo kondisi tinju profesional di Indonesia kini sedang mati suri, kenapa? Salah satunya karena promotor tinju terganjal persoalan finansial dan promosi. Tuh! Bisa jadi ini jadi alasan Chris John ngebet banget jadi anggota dewan. Ya, untuk memperjuangkan tinju Indonesia.

Memang kalau dilihat-lihat Chris John itu sedang seperti orang kebelet pipis, nggak sabaran gitu. Ya, gimana dong, kan sebelumnya dia sudah bergabung dengan Partai Demokrat, eh tahu-tahu dia pindah ke Nasdem dalam waktu kurang dari setengah tahun. Katanya sih karena kurang diperhatiin. Adu duhh, kecian anettt… Lha emang kemarin diperlakuinnya kayak gimana sih sama Partai Demokrat? Kok, sampai ngambek begitu? Kan kalo diinget-inget acara penyambutan waktu baru menjadi kader meriah banget, tuh. Bahkan belum apa-apa sudah diundang ke Cikeas. Wadidaw!

Usut punya usut, ternyata Chris John merasa kecewa karena tidak mendapatkan pengarahan yang pasti soal pencalonan dirinya menjadi anggota dewan. Wajar aja sih, namanya juga anak baru yang belum tahu apa-apa, harusnya sih dari pihak partai bisa lebih gesit mengarahkan. Apalagi untuk kader yang popularitasnya setingga Chris John. Lumayan kan untuk nambahin peluang agar lolos dalam parliamentary threshold. Hehe

Baca juga :  Reinkarnasi Ahmad Sahroni?

Mendengar pengakuan Chris John, Ketua DPP PD Jansen Sitindaon buka suara. Menurutnya, kepindahan Chris John layaknya hijrah Cristiano Ronaldo ke Juventus. Woileehh, sepak bola kali ahh.. Dia bahkan mengira ada isu pragmatis di baliknya. Namun, hal tersebut langsung disanggah oleh Chris John. Uang bukan menjadi permasalahannya, dia hanya butuh pengarahan dan pendampingan, dan itu ia dapatkan di partai Nasdem. Uwuwuww~

Hm, mungkin ada benarnya jika Chris John merasa tidak ada komunikasi yang intens pasca diterimanya ia menjadi kader. Lha wong dia aja sampai nggak tahu kalau ternyata pihak PD sudah menyiapkan dirinya untuk maju di Pileg 2019 dari Dapil Semarang, Jawa Tengah. Wah, gengss, nyesel nggak tuh Chris John dengernya? Udah terlanjur keluar, padahal sebenarnya ada kesempatan. Ckckck…

Bagaimana pun, pernyataan Jansen tersebut kan belum tentu benar adanya. Siapa tahu itu cuma strategi untuk manas-manasin Chris John. Ya, kayak kamu ke mantan pas baru putus gitu. Hehe

Mas Chris John kayaknya harus belajar deh dari Alexis de Tocqueville, kalau ternyata ada banyak manusia yang punya prinsip di partai-partai politik di sebuah negara, tapi tidak ada partai yang punya prinsip. Nah, jadi mau pilih kendaraan politik apapun, Mas Chris harus terus pegang prinsipnya, ya. Mau ngapain hayoo kalo sudah duduk di kursi Komisi X DPR RI? Cmiwiw!! (E36)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Jokowi si Politisi Jenius?

Profesor Kishore Mahbubani menyebut Presiden Jokowi sebagai pemimpin jenius dalam tulisan terbarunya. Berbagai kebijakan mantan Wali Kota Solo tersebut mendapat pujian. Mahbubani bahkan menilai pemerintahan Jokowi layak ditiru oleh berbagai negara. Apakah Presiden Jokowi adalah politisi jenius?

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Melirik Romantisme TGB-Somad

Netizen mendukung Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGB Dr. Zainul Majdi dan Ustadz Abdul Somad untuk maju sebagai capres dan cawapres di Pilpres 2019. PinterPolitik.com Gubernur Nusa...

Gatot Ke INTI, Persiapan Pilpres?

Minggu lalu, Panglima TNI Gatot Nurmantyo melakukan silaturahmi dengan para Pengusaha Indonesia Tionghoa (INTI). Gatot siap Pilpres? PinterPolitik.com “Politik adalah seni kelihaian dalam mendapatkan suara dari...

More Stories

Abdi Negara Terbelenggu Kemiskinan?

"Oemar Bakri, Oemar Bakri, pegawai negeri…” ~Lirik Lagu Oemar Bakri -  Iwan Fals PinterPolitik.com Jadi pegawai negeri itu merupakan impian banyak orang. Pokoknya jadi PNS itu...

Luhut Panjaitan Memeluk Orba

"Luka tidak memiliki suara, sebab itu air mata jatuh tanpa bicara." ~Dilan 1990 PinterPolitik.com Orde Baru masih menjadi sejarah yang amat menakutkan dari sebagian besar masyarakat....

Ma’ruf Amin yang Terbuang?

"Sebagai kekasih, yang tak dianggap aku hanya bisa mencoba mengalah. Menahan setiap amarah…” ~Lirik Lagu Kekasih yang Tak Dianggap – Kertas Band PinterPolitik.com Jika di dunia...