Pinter EkbisKenali Perbedaan AHA dan BHA Skincare

Kenali Perbedaan AHA dan BHA Skincare


socioloop.co

Skincare telah menjadi bagian integral dari rutinitas kecantikan banyak orang. Dalam dunia skincare, dua bahan yang sering ditemui adalah AHA (Alpha Hydroxy Acid) dan BHA (Beta Hydroxy Acid).

Perlu diketahui bahwa setiap harinya kulit wajah kita memproduksi sel kulit baru untuk mengganti sel kulit lama. Sel kulit mati kadang ada yang tidak terlepas sempurna di kulit wajah sehingga perlu dilakukan eksfoliasi dengan bantuan kandungan seperti AHA dan BHA.

Kedua bahan ini memiliki peran yang penting dalam merawat kulit, tetapi mereka memiliki perbedaan yang cukup signifikan dalam cara mereka bekerja dan efek yang mereka hasilkan.

AHA (Alpha Hydroxy Acid)

Alpha Hydroxy Acid adalah kelompok asam yang biasanya ditemukan dalam berbagai buah dan susu. Dua jenis AHA yang paling umum digunakan dalam skincare adalah asam glikolat dari gula tebu, asam laktat dari susu dan asam sitrat ditemukan dalam jeruk.

Berikut adalah beberapa karakteristik utama AHA:

Exfoliasi Superfisial: AHA bekerja pada lapisan kulit terluar atau epidermis. Mereka membantu mengangkat sel-sel kulit mati dan mencerahkan kulit dengan cara ini.

Cocok untuk Kulit Kering: AHA umumnya cocok untuk orang dengan kulit kering atau normal. Mereka membantu menjaga kelembaban kulit dan memperbaiki tekstur kulit yang kasar.

Perubahan Pigmentasi: AHA dapat membantu mengurangi tampilan noda hitam, hiperpigmentasi, dan bintik-bintik matahari.

Tidak Larut dalam Minyak: AHA tidak larut dalam minyak, sehingga mereka tidak efektif dalam membersihkan pori-pori. Mereka lebih fokus pada peremajaan kulit.

BHA (Beta Hydroxy Acid)

Beta Hydroxy Acid adalah kelompok asam yang lebih larut dalam minyak. Asam salisilat, berasal dari sumber – sumber seperti kulit kayu willow dan beberapa tanaman lainnya adalah jenis BHA yang paling umum digunakan dalam skincare.

Berikut adalah beberapa karakteristik utama BHA:

Exfoliasi Dalam Porus: BHA dapat menembus pori-pori kulit karena sifat larut dalam minyaknya. Mereka membantu membersihkan pori-pori, mengatasi jerawat, dan komedo.

Cocok untuk Kulit Berminyak: BHA biasanya lebih cocok untuk kulit berminyak dan berjerawat. Mereka membantu mengontrol produksi minyak dan mengatasi masalah pori-pori yang tersumbat.

Anti-inflamasi: BHA memiliki sifat anti-inflamasi yang dapat membantu meredakan peradangan pada kulit yang terkait dengan jerawat.

Penetrasi Lebih Dalam: Karena sifatnya yang larut dalam minyak, BHA dapat menembus lebih dalam ke dalam pori-pori dan mengangkat kotoran yang menyumbat pori-pori.

Kapan Menggunakan AHA dan BHA?

Pemilihan antara AHA dan BHA tergantung pada jenis kulit Anda dan masalah kulit yang ingin Anda atasi. Jika Anda memiliki kulit kering dan ingin mencerahkan kulit, AHA mungkin lebih cocok.

Namun, jika Anda memiliki kulit berminyak, pori-pori yang tersumbat, atau masalah jerawat, BHA mungkin menjadi pilihan yang lebih baik.

Selain itu, penting untuk menggunakan produk skincare yang mengandung AHA atau BHA dengan hati-hati.

Produk ini dapat membuat kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari, sehingga perlindungan matahari sangat penting seperti dengan menggunakan sunscreen.

Selalu mulai dengan konsentrasi rendah dan perlahan-lahan tingkatkan penggunaan produk tersebut untuk menghindari iritasi.

Perbedaan utama antara AHA dan BHA dalam produk skincare terletak pada cara mereka bekerja dan jenis masalah kulit yang mereka selesaikan.

AHA lebih cocok untuk mencerahkan kulit dan masalah pigmentasi, sementara BHA lebih efektif dalam membersihkan pori-pori dan mengatasi masalah kulit berminyak.

Memahami perbedaan ini akan membantu Anda memilih produk skincare yang sesuai dengan kebutuhan kulit Anda untuk mencapai kulit yang sehat dan indah. (R94)

Exclusive content

Latest article

Djarot Jadi the Next Hasto?

More article