HomeCelotehPak Jokowi, Bolehkah Rangkap Jabatan?

Pak Jokowi, Bolehkah Rangkap Jabatan?

Kecil Besar

Airlangga udah resmi jadi Ketua Umum Partai Golkar, tapi di satu sisi ia masih menjabat sebagai Menteri Perindustrian. Apakah ia boleh rangkap jabatan?


PinterPolitik.com

[dropcap]P[/dropcap]artai Golongan Karya (Golkar) akhirnya resmi mengukuhkan Airlangga Hartarto sebagai Ketua baru, menggantikan Papa Setnov yang udah tersangkut kasus e-Ka-te-pe. Pergantian ini disambut baik oleh semua kalangan.

Airlangga dinilai sebagai antitesis-nya Papa Setnov. Ia nggak pernah bersentuhan dengan kasus-kasus korupsi. Tapi, ternyata ada juga yang menyoroti posisi Airlangga tersebut. Katanya, ia harus merelakan jabatan Menteri Perindustrian, kalau ingin jadi Ketua Partai Beringin. Sebab itu, bertentangan dengan kebijakan Jokowi.

Ow, ya baru ingat nih. Jokowi memang pernah menegaskan agar para menterinya nggak ikut dalam politik. Kalau ingin terlibat, maka harus mundur dari jabatannya. Kalau begitu, Airlangga melanggar perintah Jokowi dong?

Sebenarnya persoalan status rangkap jabatan udah bukan cerita baru dalam dunia politik tanah air. Ternyata sebelum Airlangga, Opa Jusuf Kalla juga pernah melakukan hal yang sama. Ah, masa sih?

Iya betul, itu terjadi pada pada era pemerintahan Presiden SBY.  Kala itu, Opa menjabat sebagai Wakil Presiden sekaligus pemimpin Partai Beringin. Bahkan SBY sendiri juga demikian. Ia merangkap jabatan sebagai Presiden dan Ketua Umum Partai Demokrat. Demikian pun Mama Mega juga begitu.

Hmm, tapi itu kan sebelum era Jokowi.

Lain era, lain kebijakan kali ya? Bisa jadi larangan rangkap jabatan di era Jokowi ini sebagai bentuk penegasan dari Jokowi sendiri sebagai satu-satunya presiden RI yang nggak punya partai politik. Cie, tampil beda nih ye.

Ow, pantesan aja Mbak Puan Maharani buru-buru minta non-aktif dari PDIP setelah menjadi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Begitu pula dengan Pak Wiranto yang memilih ‘tinggalkan’ Hanura setelah menjadi Menkopolhukam.

Baca juga :  Kopi Bukan Filosofi tapi Hilirisasi

Mengenai posisi Pak Airlangga kelihatannya Jokowi kok anteng-anteng aja ya. Memang,  belum ada kepastian sih, walaupun udah banyak desakan untuk reshuffle. Kayaknya Jokowi lagi menunggu timing yang tepat. Hmm, gimana nih pak, rakyat sudah menunggu. Jangan ditarik ulur terus. (K-32)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

MBG dan Runtuhnya ‘Republik Tepung’

Prabowo melarang telur dadar di program MBG karena rawan dicampur tepung. Mungkinkah kebiasaan "tepung" ini mengancam masa depan bangsa? 

Jersey Oranje Pengubur Luka Sejarah?

Dengarkan artikel berikut. Audio ini dibuat dengan teknologi AI. Ketika luka 350 tahun penjajahan berubah jadi dukungan totalitas untuk timnas Oranje — apa yang sebetulnya sedang...

Bongkar Deep State Dapur MBG?

Kepala BGN yang baru, Nanik Sudaryati Deyang krianya mewarisi lebih dari sekadar jabatan, mulai dari ekosistem kepentingan yang telah mengakar hingga probabilitas deep state di balik dapur MBG. Mengapa demikian?

“Sell Indonesia” dan Spirit 1928

Narasi "Sell Indonesia" menyapu pasar global, tapi di dalam negeri justru lahir persatuan. Apa yang sebenarnya sedang bangkit? 

Adu Nasib Rusdi-Sandi

Dua pengusaha besar, dua jalan politik berbeda. Rusdi Kirana berakar kuat di PKB hingga menjadi elite nasional, sementara Sandiaga Uno gagal mengangkat PPP dari keterpurukan. Mengapa modal, popularitas, dan jaringan tak cukup menyelamatkan partai yang rapuh?

Runtuhnya Empire Sawit Singapura?

Kebijakan DSI mengguncang arsitektur lama perdagangan sawit Asia Tenggara. Saat saham konglomerat sawit berbasis Singapura melemah, Indonesia mulai merebut kembali nilai yang selama puluhan tahun mengalir ke luar negeri. Apakah ini awal runtuhnya empire sawit Singapura dan lahirnya era baru geoekonomi Indonesia?

Nadiem dan Senjata Karet UU Tipikor?

Karena yang sesungguhnya sedang diuji bukan hanya niat seorang menteri. Yang sedang diuji adalah seberapa jauh rumusan hukum Indonesia mampu membedakan antara keputusan yang koruptif dengan keputusan yang keliru.

Trust Game Intelijen Ompreng MBG?

Rompi pink Kejagung untuk tiga petinggi BGN, pidato Prabowo tanpa menyebut kepolisian dalam bingkai penegakan hukum, pujian "agak baik" untuk nasi pulen SPPG, candaan intelijen, hingga kursi BGN yang tak kembali ke Polri. Bukan sekadar kebetulan kiranya, melainkan pola kekuasaan yang sedang mendefinisikan ulang kepercayaannya.

More Stories

PDIP dan Gerindra Ngos-ngosan

PDI Perjuangan dan Gerindra diprediksi bakal ngos-ngosan dalam Pilgub Jabar nanti. Ada apa ya? PinterPolitik.com Pilgub Jabar kian dekat. Beberapa Partai Politik (Parpol) pun mulai berlomba-lomba...

Arumi, ‘Srikandi Baru’ Puan

Arumi resmi menjadi “srikandi baru” PUAN. Maksudnya gimana? PinterPolitik.com Fenomena artis berpolitik udah bukan hal baru dalam dunia politik tanah air. Partai Amanat Nasional (PAN) termasuk...

Megawati ‘Biro Jodoh’ Jokowi

Megawati tengah mencari calon pendamping Jokowi. Alih profesi jadi ‘biro jodoh’ ya, Bu? PinterPolitik.com Kasih sayang dan pengorbanan seorang ibu laksana lilin yang bernyala. Lilin...