HomeCelotehPDIP dan Gerindra Ngos-ngosan

PDIP dan Gerindra Ngos-ngosan

PDI Perjuangan dan Gerindra diprediksi bakal ngos-ngosan dalam Pilgub Jabar nanti. Ada apa ya?


PinterPolitik.com

[dropcap]P[/dropcap]ilgub Jabar kian dekat. Beberapa Partai Politik (Parpol) pun mulai berlomba-lomba memanaskan mesin untuk bisa berlaga dengan maksimal di sana. Tapi di saat persiapan tengah memanas, Partai Banteng  dan Gerindra kembali jadi sorotan.

Menurut analisa dari Direktur Eksekutif Center for Strategic and International Studies (CSIS) Philips J  Vermonte, Partai Banteng dan Gerindra kemungkinan besar bakal ngos-ngosan saat Pilgub Jabar digelar. Sebab, berdasarkan survei mengenai elektabilitas dari sejumlah calon yang akan berlaga, elektabilitas calon dari kedua partai ini sangat rendah.

Pasangan calon yang diusung oleh Partai Banteng yaitu TB Hasanuddin-Anton Charliyan elektabilitasnya hanya 2,5 persen. Sementara itu, Sudrajat-Ahmad Syaikhu pasangan calon yang diusung Gerindra elektabilitasnya mentok di 5 persen. Yang berada di atas angin adalah pasangan Ridwan Kamil-Uu R Ulum yang elektabilitasnya mencapai 45,9 persen. Sedangkan elektabilitas Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi sebesar 40,9 persen. Wah, kalau seandainya Pilgub dilaksanakan hari ini otomatis Partai Banteng dan Gerindra jelas kalah telak dong? Hmm, maunya gimana nih?

Nah, apakah hasil survei tersebut membuat Partai Banteng dan Gerindra cemas? Seharusnya nggak karena menang atau kalah nggak berpijak pada analisis survei semata. Terus apa dong?

Partai Banteng dan Gerindra perlu buka mata dan buka hati. Apakah kinerja mereka selama ini udah bagus di Jabar? Lalu apakah pasangan calon yang diusung selama ini sudah memberikan kontribusi yang baik di tanah Sunda? Mikir-mikir deh ampe otak salah urat.

Melihat situasi ini, saya jadi teringat akan zaman kuliah dulu, saat lagi asyik belajar filsafat Yunani di kampus tercintrong. Terutama saat menggeluti pemikiran Plato mengenai konsep pemerintahan yang ideal dalam suatu negara.

Baca juga :  Tatam Manifestasi Soekarno Zaman Now?
- Advertisement -

Menurut Plato, dalam kehidupan berbangsa dan bernegara nggak ada tuh yang namanya pencurian aset negara alias korupsi. Aset negara adalah milik bersama dan untuk kebaikan bersama atau istilah gaulnya bonum commune. Selain itu, Plato sendiri bilang bahwa nggak ada juga tuh yang namanya “politik dinasti”. Hal ini sebagai antisipasi agar urusan pemerintahan nggak campur aduk kayak gado-gado dengan urusan keluarga. Nah, apakah kinerja Partai Banteng dan Gerindra udah sesuai dengan resep dari Plato ini? Silahkan nilai sendiri, wkwkwk. (K-32)

spot_img

#Trending Article

Ceker Ayam, Rahasia Kemajuan Tiongkok?

“Kami berusaha menyerap kenaikan harga komoditas ini, dengan memanfaatkan seluruh bagian ayam. Itu berarti menggunakan setiap bagian ayam, kecuali bulunya, kurasa.” – Joey Wat, CEO...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Melacak Arah Petir Brigadir J?

“CCTV harus diuji. Kenapa harus diuji? Pertama CCTV sudah disambar petir. Maka kalau tiba-tiba CCTV ketemu kembali, harus dibikin acara dengan petir, kapan petir...

Anies Ikuti Jejak Soekarno?

“Perubahan nama Rumah Sakit menjadi Rumah Sehat, dilakukan agar Rumah Sakit ikut ambil peran dalam pencegahan penyakit, sekaligus mempromosikan hidup sehat.” – Anies Baswedan,...

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

Jokowi Kameo Pilpres 2024?

“Yang paling sering kalau ke kondangan. Bahkan saat nyumbang ke Surabaya, ada yang bilang kalau ada tamu Pak Presiden lagi blusukan. Bahkan ada yang rebutan...

Sambo Tidak Selincah Ninja Hatori?

“Kalau naik gunung itu, pijakan kakinya harus kuat. Jangan mengandalkan tarikan orang di atas. Kekuatan diri sendiri yang membawa kita ke atas.” – Brigjen...

Tiket Pesawat Naik, Tiket PDIP Naik?

“Kasus mahalnya tiket pesawat ini lebih ke soal politis, mau siapapun menteri atau presidennya enggak akan mampu memaksa perusahaan menjual rugi tiket pesawatnya. Kecuali...

More Stories

Arumi, ‘Srikandi Baru’ Puan

Arumi resmi menjadi “srikandi baru” PUAN. Maksudnya gimana? PinterPolitik.com Fenomena artis berpolitik udah bukan hal baru dalam dunia politik tanah air. Partai Amanat Nasional (PAN) termasuk...

Megawati ‘Biro Jodoh’ Jokowi

Megawati tengah mencari calon pendamping Jokowi. Alih profesi jadi ‘biro jodoh’ ya, Bu? PinterPolitik.com Kasih sayang dan pengorbanan seorang ibu laksana lilin yang bernyala. Lilin...

Yenny Didekati PPP?

Akankah Yenny Wahid bersedia menerima pinangan PPP? PinterPolitik.com Saya memang mengidolakan mendiang Presiden Abdurahman Wahid alias Gus Dur. Gus Dur  itu sosok yang hebat di mata...