HomeNalar Politik
Nalar Politik
The One-Man Band
Lebih dari 19 jabatan selama era Jokowi — Luhut Pandjaitan kerap dikritik sebagai simbol konsentrasi kekuasaan yang tak sehat. Tapi kritik itu melewatkan satu pertanyaan kunci: bukan kenapa Luhut punya banyak jabatan, melainkan kenapa Jokowi terus memilihnya? Jawabannya bukan soal nepotisme — melainkan soal desain.
S13 -
Developmentalisme Pinggir Jurang Jokowi
S13 -
Pembangunan infrastruktur jor-joran di era Jokowi menghasilkan paradoks yang sulit dijelaskan: jalan tol membentang di mana-mana, bandara-bandara baru bermunculan di berbagai pelosok, proyek Ibu Kota Nusantara dicanangkan dengan megah, namun pertumbuhan ekonomi justru tertatih di angka 5 persen.
Prabowo and the STEM Awakening
A43 -
Perdebatan saintek vs soshum kembali memanas di media sosial. Tapi, bagaimana arah kebijakan Prabowo membaca pertarungan dua dunia ini?
Rahasia Salami Slicing Erick?
J61 -
Pergeseran Erick Thohir dari Menteri BUMN ke Menpora dan dinamika yang terjadi setelahnya tampak bukan sekadar rotasi jabatan, melainkan strategi halus salami slicing. Di balik langkah lembut itu, berlangsung transformasi senyap, yakni dari kekuatan figur menuju tata kelola institusional negara.
Duel “Raja Game” MbS–Xi?
D74 -
Audio ini dibuat dengan teknologi AI. Arab Saudi dan Tiongkok kini tengah bertarung di medan baru: industri game global. Di era digital ini, perebutan pengaruh...
Audit Pesantren, Eternal Rivalry Imin?
J61 -
Penunjukan Cak Imin memimpin perbaikan pesantren membuka irisan babak baru rivalitas abadi dengan PBNU. Di balik langkah tersebut, tersimpan drama “takdir struktural”, antara kehendak politik dan sistem kekuasaan yang terus mengulang pertarungan lama dalam wajah baru.



