HomeNalar Politik
Nalar Politik
The One-Man Band
Lebih dari 19 jabatan selama era Jokowi — Luhut Pandjaitan kerap dikritik sebagai simbol konsentrasi kekuasaan yang tak sehat. Tapi kritik itu melewatkan satu pertanyaan kunci: bukan kenapa Luhut punya banyak jabatan, melainkan kenapa Jokowi terus memilihnya? Jawabannya bukan soal nepotisme — melainkan soal desain.
S13 -
NU Butuh “Gus Dur” Baru?
A43 -
Sorotan publik dan media semakin mengarah pada nilai dan budaya Nahdliyin di pesantren. Apakah NU semakin butuh sosok “Gus Dur” baru?
Makin Dekat Erick Terjerat?
S13 -
Karier politik Erick Thohir tengah menghadapi ujian terberat. Mantan Menteri BUMN yang kini menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga ini ikut terseret dalam pusaran kontroversi mega korupsi Pertamina, bukan karena keterlibatan langsung, melainkan melalui kedekatan keluarga.
“Jelang Perang” NasDem-PSI?
J61 -
Eksodus elite NasDem ke PSI menandai babak baru politik terkini. Di tengah pergeseran patronase dan strategi kekuasaan, dua partai ini tampak bersiap menuju perang dingin politik, antara kontinuitas dan gamang keseimbangan, antara rebranding kekuasaan dan upaya bertahan di luar orbitnya.
Kiai dan Problematika Jakarta-sentrisme
A43 -
Ketegangan nilai tradisional pesantren vs modernitas urban makin terasa. Apakah soal ketidaklayakan atau soal Jakarta-sentrisme di Indonesia?
Triumvirate plus Fantastic Four
J61 -
Arsitektur politik kenegaraan imajiner kiranya tak berlebihan untuk dikemukakan dalam narasi Triumvirate plus Fantastic Four. Sebuah laboratorium kekuasaan modern yang menyatukan militer, sipil, hukum, dan ekonomi dalam harmoni strategis, antara virtue politik dan rasionalitas teknokratik, di bawah orkestra sang arsitek kekuasaan.



