HomeNalar Politik

Nalar Politik

The One-Man Band

Lebih dari 19 jabatan selama era Jokowi — Luhut Pandjaitan kerap dikritik sebagai simbol konsentrasi kekuasaan yang tak sehat. Tapi kritik itu melewatkan satu pertanyaan kunci: bukan kenapa Luhut punya banyak jabatan, melainkan kenapa Jokowi terus memilihnya? Jawabannya bukan soal nepotisme — melainkan soal desain.

Lari lambat Kuda Fahri Hamzah?

Gibran “Ban Serep” yang Ngarep?

Mentalitet Korea Ala Bahlil

spot_imgspot_img

Garuda Everywhere, Why?

Dari Sekolah Garuda, BGN, sampai Danantara, simbol Garuda muncul di mana-mana di era Prabowo Subianto. Mengapa demikian?

Purbaya-Ahok: Republik Cowboy-isme?

Di tengah birokrasi yang berbelit dan pejabat yang penuh basa-basi, muncul sosok-sosok berani yang berbicara tegas dan bertindak cepat. Dari Purbaya hingga Ahok, dari Susi hingga Risma—mereka mencuri hati publik dengan gaya "cowboy" yang blak-blakan.

Takaichi: Kembalinya “Cahaya Asia”?

Sanae Takaichi, politikus konservatif terpilih menjadi Ketum LDP dan akan jadi PM Jepang perempuan pertama. Mungkinkah “Cahaya Asia” kembali?

Politik Algoritme Lolosnya RUU Hewan

RUU Perlindungan dan Kesejahteraan Hewan akhirnya lolos ke Prolegnas 2026 — bukan cuma kemenangan bagi para anabul, tapi juga simbol bagaimana algoritme media sosial bisa mengubah arah politik.

Damba Jenama Prabowo

Optimisme publik menurun. Mungkinkah penjenamaan yang jelas di bawah Presiden Prabowo mampu menghidupkan kembali harapan?
spot_img

Latest

Diesel yang Padam, Neraca yang Menyala

The One-Man Band

Lari lambat Kuda Fahri Hamzah?

Gibran “Ban Serep” yang Ngarep?

Mentalitet Korea Ala Bahlil

More Stories

The One-Man Band

Lari lambat Kuda Fahri Hamzah?