HomeNalar Politik

Nalar Politik

The One-Man Band

Lebih dari 19 jabatan selama era Jokowi — Luhut Pandjaitan kerap dikritik sebagai simbol konsentrasi kekuasaan yang tak sehat. Tapi kritik itu melewatkan satu pertanyaan kunci: bukan kenapa Luhut punya banyak jabatan, melainkan kenapa Jokowi terus memilihnya? Jawabannya bukan soal nepotisme — melainkan soal desain.

Lari lambat Kuda Fahri Hamzah?

Gibran “Ban Serep” yang Ngarep?

Mentalitet Korea Ala Bahlil

spot_imgspot_img

Penjualan Tiket Final AFF di Makostrad Berakhir Ricuh

Penjualan 10.000 Tiket pertandingan final AFF di samping gedung Markas Kostrad, tepatnya gedung Garnisun 1 yang berada di depan stadiun Gambir, berlangsung ricuh karena banyaknya pembeli...

Aliran Bantuan Untuk Bencana Gempa Aceh Terus Mengalir

Meureudu, Aceh - Bantuan darurat masyarakat untuk korban gempa di Kabupaten Pidie dan sekitarnya terus mengalir. Dari pantauan di posko induk bencana gempa di...

Tuntutan RUU Migas yang Terus Jadi Sorotan

Indonesia, para pengamat energi dan beberapa khalayak mendesak Pemerintah dan para anggota lembaga DPR untuk segera menentukan batas waktu penetapan Rancangan Undang-Undang Migas yang...

MENUNGGANG ‘SIPUT’ REVISI UU MIGAS

pinterpolitik.com Proses revisi Undang-Undang Nomor 22 tahun 2001 atau UU Migas rasanya seperti menunggang siput: sedari awal sudah lambat dan oleh banyak pihak sengaja makin...
spot_img

Latest

The One-Man Band

Lari lambat Kuda Fahri Hamzah?

Gibran “Ban Serep” yang Ngarep?

Mentalitet Korea Ala Bahlil

Transformasi Dudung, Jenderal Kanvas?

More Stories

The One-Man Band

Lari lambat Kuda Fahri Hamzah?

Gibran “Ban Serep” yang Ngarep?