HomeNalar Politik
Nalar Politik
The One-Man Band
Lebih dari 19 jabatan selama era Jokowi — Luhut Pandjaitan kerap dikritik sebagai simbol konsentrasi kekuasaan yang tak sehat. Tapi kritik itu melewatkan satu pertanyaan kunci: bukan kenapa Luhut punya banyak jabatan, melainkan kenapa Jokowi terus memilihnya? Jawabannya bukan soal nepotisme — melainkan soal desain.
S13 -
Politik Santri Nggak Kalah Ngeri?
J61 -
Dari asrama pesantren ke lembaga negara, para santri kini menapaki politik dengan strategi dan kecerdasan taktis sebagai menteri. Bukan sekadar penjaga moral, mereka menjadi pengendali arah kebijakan. Namun, mereka memiliki tantangan sangat besar untuk dapat memijakkan kaki di level tertinggi.
Prabowo dan Mimpi Indonesia 8.0
A43 -
Sebagian dunia digital berhenti akibat kesalahan di cloud region di AS pada 20 Oktober 2025. Saatnya Prabowo wujudkan kedaulatan digital?
UGM dan Matinya Dunia Riset?
S13 -
Ketika Universitas Gadjah Mada—kampus paling bergengsi Indonesia—masuk daftar high risk integritas riset, ini bukan sekadar statistik buruk. Ini alarm kematian dunia riset Indonesia.
Teddy, Fusi “CR7-Messi”?
J61 -
Letnan Kolonel Inf. Teddy Indra Wijaya menjadi militer aktif pertama pasca-Reformasi di Ring-1 Istana dengan kinerja yang dianggap memuaskan. Namun, apakah kombinasi disiplin militer dan keluwesaan birokrasi politiknya yang mulai terlihat cukup mengantarkannya ke jabatan yang lebih tinggi di masa mendatang?
Mengapa Banyak Presiden Afrika ‘Almighty’?
D74 -
Banyak pemimpin di negara Afrika dikenal memiliki kekuasaan nyaris tak tergoyahkan. Mengapa bisa demikian?



