HomeNalar Politik

Nalar Politik

The One-Man Band

Lebih dari 19 jabatan selama era Jokowi — Luhut Pandjaitan kerap dikritik sebagai simbol konsentrasi kekuasaan yang tak sehat. Tapi kritik itu melewatkan satu pertanyaan kunci: bukan kenapa Luhut punya banyak jabatan, melainkan kenapa Jokowi terus memilihnya? Jawabannya bukan soal nepotisme — melainkan soal desain.

Lari lambat Kuda Fahri Hamzah?

Gibran “Ban Serep” yang Ngarep?

Mentalitet Korea Ala Bahlil

spot_imgspot_img

KPK-Kejagung “Tukar Guling”?

Apakah menguatnya Kejagung menandai babak baru pemberantasan korupsi di Indonesia? Mungkin ini bukan soal siapa menang—melainkan bagaimana sistem hukum kita sedang berevolusi.

PDIP Tertekan Sendiri?

Di tengah konsolidasi pemerintahan, PDIP justru terlihat tertekan oleh pilihan strategisnya sendiri. Sorotan kepada BRIN, BPIP, dan KPK seolah menempatkan Megawati dalam posisi kurang menyenangkan. Tanpa tekanan eksternal, partai ini menghadapi ujian identitas politik yang menantang di tengah perubahan cepat lanskap politik-pemerintahan nasional.

Kapital Ayam Danantara

Rencana Danantara untuk menginvestasikan Rp20 triliun di sektor peternakan ayam telah memicu perdebatan sengit di kalangan ekonom, peternak, dan pengamat kebijakan publik.

Kesempatan Prabowo Selamatkan Dunia?

Pernyataan PM Jepang Sanae Takaichi membuat tensi Taiwan memanas. Saatnya Presiden Prabowo mencegah krisis besar?

Waktunya Danantara Beli Suarez?

Sir David Beckham resmi jadi “Sir” dari Raja Charles III. Apa yang sebenarnya bisa dipelajari Indonesia, khususnya Danantara, dari kisah Beckham? 
spot_img

Latest

The One-Man Band

Lari lambat Kuda Fahri Hamzah?

Gibran “Ban Serep” yang Ngarep?

Mentalitet Korea Ala Bahlil

Transformasi Dudung, Jenderal Kanvas?

More Stories

The One-Man Band

Lari lambat Kuda Fahri Hamzah?

Gibran “Ban Serep” yang Ngarep?