HomeNalar Politik
Nalar Politik
The One-Man Band
Lebih dari 19 jabatan selama era Jokowi — Luhut Pandjaitan kerap dikritik sebagai simbol konsentrasi kekuasaan yang tak sehat. Tapi kritik itu melewatkan satu pertanyaan kunci: bukan kenapa Luhut punya banyak jabatan, melainkan kenapa Jokowi terus memilihnya? Jawabannya bukan soal nepotisme — melainkan soal desain.
S13 -
Danger, Cak Imin?!
D74 -
Belakangan sejumlah kader PKB mendapat sorotan negatif di kalangan warganet. Mungkinkah ini berpengaruh pada citra partai?
Kebangkitan Axis Women
S13 -
Lebih dari delapan dekade setelah kekalahan mereka dalam Perang Dunia II, tiga negara yang dahulu membentuk blok Axis—Jepang, Italia, dan Jerman—kini kembali menarik perhatian dunia.
Meritokrasi Garis Tangan Sekolah Kedinasan?
J61 -
Sekolah kedinasan kerap dipandang sebagai pusat meritokrasi, namun mobilitas alumninya ke jabatan lintas-instansi memicu perdebatan tentang konflik kepentingan, profesionalisme, “garis tangan”, hingga faktor politis.
Logika Mistika Hambat Kemajuan?
S13 -
Ketika berbicara tentang kemerdekaan Indonesia, sebagian besar dari kita langsung terbayang perjuangan fisik melawan penjajah. Namun, bagi Tan Malaka, salah satu tokoh revolusioner paling brilian Indonesia, kemerdekaan memiliki dimensi yang jauh lebih dalam.
Modus Status Oknum Gus?
J61 -
Gelar “Gus” kian diperebutkan dan dipertontonkan, bergeser dari warisan pesantren menjadi modal simbolik yang dikomodifikasi. Kontroversi oknum memicu sentimen terhadap NU, sementara perebutan status, ekonomi, dan politik mengancam makna autentiknya di tengah arus digital dan pasar spiritual modern.



