HomeCelotehRUU Ciptaker Layaknya Nikah Siri

RUU Ciptaker Layaknya Nikah Siri

Kecil Besar

“Burung dara tidak akan terbang ke mulut seseorang dalam keadaan sudah terpanggang. Harus ada kerja!” – Eduard Douwes Dekker, penulis asal Belanda


PinterPolitik.com

Gengs, pernah lihat prosesi nikah siri nggak? Atau minimal tahu terkait pelaksanaannya? Kalau belum paham mimin kasih penjelasan sedikit. Jadi nikah siri itu mudahnya merupakan pernikahan yang dilangsungkan secara diam-diam.

Nggak perlu ribet memang. Karena yang hadir cuma keluarga inti saja. Itupun terkadang hanya bagi pihak perempuan. Sedangkan pihak laki-laki cukup dihadiri mempelai saja. Makanya oleh beberapa orang, terutama ibu dari sang anak, rata-rata menolak pernikahan siri. Kecuali memang ada faktor tertentu, seperti keadaan yang mendesak oleh kedua belah pihak.

Hampir sama dengan prosesi nikah siri, mimin melihat pengesahan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (RUU Cipta Kerja) menjadi undang-undang juga mirip-miriplah secara prosesinya.

Pasalnya waktu yang dilalui sangat cepat dan senyap. Bahkan hal itu sudah kelihatan sejak awal keputusan tingkat pertama, di mana pemerintah dan DPR sepakat agar konten RUU dibawa menuju Sidang Paripurna.

Dan tahukah kalian, dalam Sidang Paripurna prosesi pembahasannya sangat cepat. Jadi seakan-akan kayak menunggu masyarakat lengah dan nggak fokus memperhatikan sidang ini gitu lho.

Padahal publik pun tahu bahwa RUU Cipta Kerja ini sangat krusial. Mungkin kalian pada ingat kan sewaktu kelompok massa melakukan demonstrasi berjilid-jilid di setiap kota guna memprotes peraturan yang memilki nama lain omnibus law ini.

Sudah waktu yang nggak pas, rapatnya juga terkesan kayak absensi di kelas. Coba simak nih proses pengambilan keputusannya. “Kepada seluruh anggota, saya memohon persetujuan dalam forum rapat peripurna ini, bisa disepakati?” tanya Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin. Sontak mayoritas menjawab: “Setuju.”

Baca juga :  Jebakan Logika Bedah Kasus Nadiem?

Sesudah itu bunyi ketok palu menandai pilihan dari pihak legislatif. Gitu doang.

Lha kan menggelikan, cuy, sekelas peraturan yang menjadi perdebatan publik cuma dibahas dengan mudah tanpa mengakomodir suara dari kalangan masyarakat.

Tapi justru di sinilah letak perbedaannya dengan nikah siri. Kalau nikah siri tuh kan harus ada kerelaan antar pihak yang melakukan prosesi pernikahan. Sedang rapat DPR ini nggak sebab seolah hanya clear di satu pihak saja.

Padahal secara implementasinya, jelas kebijakan ini dirasakan juga oleh masyarakat. Tetapi kok bisa ya objek yang bakal terkena kebijakan malah nggak diajak rembukan? Hadeh, suka-suka bim salabim-nya DPR saja deh.

Mimin cuma hendak mengingatkan, sebagaimana film 12 Angry Men, bahwa kebijakan sekecil apa pun harus disepakati oleh pihak yang terlibat. Kalau tidak, maka konsekuensinya ditanggung penumpang. Siapa ya yang numpang? Upps. (F46)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

La Nyalla: Prabowo, Pimpin Salat Dong

“Ibadah nomor satu dan korupsi nomor dua! Politisi banget.” PinterPolitik.com Eks kader Partai Gerindra, La Nyalla Mattalitti yang dulu mendukung Prabowo Subianto sekarang malah beralih dukungan...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

Amien Ingin Anaknya Jadi Menteri Jokowi?

“Intinya supaya tidak ada lagi cebong dan kampret, sehingga yang ada tinggal cebong bersayap, artinya sudah akur.” – Amien Rais PinterPolitik.com Pertemuan Prabowo dan Amien Rais...

PKS Baper Makin Dikorbankan Gerindra

“Satu-satu, daun-daun, berguguran tinggalkan tangkainya. Satu-satu, burung kecil beterbangan tinggalkan sarangnya.” – Lagu Andaikan Aku Punya Sayap PinterPolitik.com Perlahan-lahan partai Koalisi Adil Makmur mulai berguguran meninggalkan...

Mega-SBY, A Birthday and Three Funerals

“Taufiq mendukung SBY usai terpilih sebagai presiden untuk kedua kalinya. Begitu pula SBY di kemudian hari menginstruksikan kadernya di kursi parlemen untuk memilih Taufiq...

Bayar Rindu Pelukan Jokowi-Paloh

“Peluklah diriku dan jangan kau lepas,” – Alexa, Jangan Kau Lepas Pinterpolitik.com Akhirnya ya, setelah sempat menimbulkan berbagai isu di media, saga pelukan Ketua Umum Partai...

More Stories

Megawati Sukses “Kontrol” Jokowi?

“Extraordinary claims require extraordinary evidence” – Carl Edward Sagan, astronom asal Amerika Serikat (AS) PinterPolitik.com Gengs, mimin mau berlagak bijak sebentar boleh, ya? Hehe. Kali ini, mimin mau berbagi pencerahan tentang...

Arief Poyuono ‘Tantang’ Erick Thohir?

“Orang hebat tidak dihasilkan dari kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan. Mereka dibentuk melalui kesulitan, tantangan, dan air mata” – Dahlan Iskan, mantan Menteri BUMN PinterPolitik.com Gengs, kalian...

Sri Mulyani ‘Tiru’ Soekarno?

“Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya” – Soekarno, Proklamator Indonesia PinterPolitik.com Tahukah kalian, apa yang menyebabkan Indonesia selalu...