HomeCelotehMegawati Sukses “Kontrol” Jokowi?

Megawati Sukses “Kontrol” Jokowi?

“Extraordinary claims require extraordinary evidence” – Carl Edward Sagan, astronom asal Amerika Serikat (AS)


PinterPolitik.com

Gengsmimin mau berlagak bijak sebentar boleh, ya? Hehe. Kali ini, mimin mau berbagi pencerahan tentang hakikat percaya diri.

Begini, menjadi percaya diri itu harus bin wajib. Makanya, di Jawa orang pada bilang, “Gak PD, gak urip (nggak percaya diri, nggak bisa hidup).”

Tapi, percaya diri harus ada kontrolnya ya. Apalagi, kalau konteksnya dalam kinerja mengurus banyak orang. Sebabnya, percaya diri itu kepribadian yang letaknya di inner side seseorang, bukan di mulut – alias nggak perlu dikoar-koarkan.

Soalnya, saat kepercayaan diri itu dikoar-koarkan, maka yang timbul adalah ‘cari perhatian’. Misalkan, kita percaya diri mampu melakukan pekerjaan dalam hal memimpin suatu organisasi, ya monggo buktikan lewat kinerja nyata.

Problem-nya kan terkadang emosi kita nggak bisa dikontrol. Saat dipuji, rasanya melambung tinggi. Giliran dikritik, marah-marah nggak jelas. Kalau begitu mah bukan percaya diri namanya, tapi lupa diri – alias nggak mawas diri.

Tentu, kita harus belajar dari ibu tirinya Snow Whiteyang kerap kali meminta pujian kepada cermin ajaibnya. Namun, saat dia tahu fakta sesungguhnya bahwa masih ada perempuan cantik di luar sana, ia lupa diri dan marah. Makanya, percaya diri hanya cocok bagi orang yang pandai ‘mawas diri’.

Nah, tentang hal ini, kayaknya Bu Megawati cocok merefleksikannya dehcuy. Apalagi, Bu Mega dengan penuh percaya diri bilang bahwa ia kerap kali disebut sebagai sosok pemimpin yang success story. Jujur saja, mimin nggak bisa menampik anggapan orang yang diceritakan oleh Bu Mega itu.

Baca juga :  Megawati Jago Kaderisasi Cucu?
- Advertisement -

Tapimimin justru agak risih kalau ia menceritakan anggapan orang tersebut. Secara sebagai warga yang cerdas, mimin kan lantas bertanya-tanya, “Apa benar sih Bu Mega sukses? Coba, ah, kucari rekam jejak kepemimpinannya.”

Dan, wadidaw. Hasil pencarian mimin menemukan fakta menarik bahwa sewaktu menjadi presiden, ia sempat dikritik habis-habisan sebab melakukan kesalahan fatal berupa penjualan belasan aset Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang nilainya mencapai triliunan rupiah.

Sampai-sampai nih, saat itu doi dijuluki oleh rival politiknya sebagai ‘Si Penjual aset negara’. Belum lagi, kasus lepasnya sejumlah pulau yang sangat menampar muka banyak anak bangsa. Ya, meski mimin juga mengakui Bu Mega ini sosok sukses – setidaknya bagi internal orang-orangnya alias pendukung PDIP.

Tapi, kalau mau ditelisik lebih dalam, Bu Mega sebagai pemimpin PDIP sepertinya masih banyak kurangnya. Sederhananya, apa ada pemimpin sukses yang nggak mampu mengikat loyalitas anggotanya, gengs?

Misal, dalam hal ini, apa Bu Mega terbukti sukses mengendalikan Pak Joko Widodo (Jokowi)? Soalnya, dengar-dengar PDIP lagi sering melempar kritik ke pemerintahan Jokowi sendiri. Apa benar nih sebutan success story-nya? Uppss. (F46)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Banner Ruang Publik
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

Ronaldo-Messi Belajar ke Jokowi-Prabowo?

Dua pemain sepak bola rival, Ronaldo dan Messi, berpelukan di pertandingan PSG vs Riyadh All Stars. Apakah mereka tiru Jokowi dan Prabowo?

Ganjar Pranowo Curhat Lagi Stres?

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebut bahwa kepala daerah dibayar rakyat untuk stres. Apakah Ganjar curhat bahwa dirinya stres?

Gibran Punya Mimpi ala Coachella?

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka dikabarkan ingin jadikan Solo kota konser. Apakah Gibran punya mimpi jadikan Solo ala Coachella?

Jokowi Jadi Ketum PSSI?

Coach Justin sebut sosok penyelamat dunia sepak bola Indonesia adalah RI-1. Apakah ini artinya Jokowi perlu rangkap jabatan Ketum PSSI?

Imperialisme ala The Last of Us?

Jakarta, Indonesia, ditampilkan serba 'kuning' di serial The Last of Us. Apakah ini semacam "imperialisme budaya" ala Hollywood?

Giring Ingin Balik Nyanyi Lagi?

Video Ketum PSI Giring Ganesha nyanyikan lagu Nidji tersebar di media sosial. Apakah Giring ingin balik nyanyi lagi dan lupakan politik?

Prabowo Punya Sahabat yang Loyal?

Prabowo Subianto akhir-akhir ini unggah foto bersama sahabat lamanya. Siapa sebenarnya sosok Sjafrie Samsoeddin yang muncul di IG Prabowo?

More Stories

Arief Poyuono ‘Tantang’ Erick Thohir?

“Orang hebat tidak dihasilkan dari kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan. Mereka dibentuk melalui kesulitan, tantangan, dan air mata” – Dahlan Iskan, mantan Menteri BUMN PinterPolitik.com Gengs, kalian...

Sri Mulyani ‘Tiru’ Soekarno?

“Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya” – Soekarno, Proklamator Indonesia PinterPolitik.com Tahukah kalian, apa yang menyebabkan Indonesia selalu...

Mungkinkah Luhut ‘Tikung’ Prabowo?

“Ambisi politik tentu wajar saja, selama pandai menginsyafi batasan etika” – Najwa Shihab, jurnalis asal Indonesia PinterPolitik.com Beberapa waktu lalu, ada kejadian yang menarik nih, cuy – tepatnya...