HomeCelotehPemerintah Tak Ingin Covid-19 Berakhir?

Pemerintah Tak Ingin Covid-19 Berakhir?

“Saya kemarin rapat dengan Kemenhub datanya sudah 900 ribu orang sudah mudik. Persoalannya adalah dia bisa jadi orang dalam pemantauan (ODP) bisa saja tersebar virus ke daerah”. – Agus Taufik Mulyono, Ketua Umum Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI)


PinterPolitik.com

Jelang masa puasa dan Hari Raya Idul Fitri, angka orang pulang kampung emang selalu meningkat. Pada 2019 lalu, jumlah orang yang mudik diperkirakan mencapai 23 juta orang.

Nah, tahun ini, gara-gara ada Covid-19 yang ngeri-ngeri nggak pakai sedap, angka orang mudik diperkirakan menurun drastis.

Tapi, itu bukan berarti nggak ada yang mudik loh. Padahal kan sebenarnya bahaya banget mudik di tengah kondisi wabah yang parah kayak gini. Soalnya bisa bikin penyebaran virus menjadi semakin nggak terkendali ke wilayah-wilayah pelosok.

Sayangnya, pemerintah nggak secara tegas mengeluarkan aturan larangan mudik. Hingga kini bahasa yang dipakai adalah “menganjurkan” atau “sebaiknya” atau “adalah lebih baik”. Nggak ada produk hukum yang tegas buat ngebatasin mudik.

Untuk orang Indonesia mah bakal nggak diturutin kata-kata yang kayak gitu.

Buktinya, data dari Kementerian Perhubungan aja sudah menunjukkan ada sekitar 900 ribu orang yang nyuri start mudik. Iyess, 900 ratus ribu!

Bayangin tuh, sekitar 2 persen dari mereka aja jadi carrier Covid-19, udah berapa banyak yang bakal tersebar ke penjuru negeri.

- Advertisement -

Emang sih, di daerah-daerah juga ada kebijakan karantina dan penetapa status Orang Dalam Pantauan (ODP) yang diterapkan oleh para pemimpin daerah bagi para pemudik. Tapi ya tetap aja bakal sulit mantau semua orang itu pernah berinteraksi dengan siapa saja di jalan atau sebelum menuju rumah mereka.

Apalagi, diperkirakan masih akan ada 1,3 juta orang lagi yang bakal mudik di Lebaran tahun ini. Jumlah itu sudah dikurangi dengan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai BUMN yang sudah ada aturan jelas bahwa tahun ini mereka nggak boleh mudik.

Terlepas dari adanya larangan untuk ASN agar nggak mudik, pemerintah emang seharusnya perlu membuat aturan yang lebih tegas buat perkara mudik ini. Misalnya, orang yang nggak perlu mudik dan masih bisa bertahan hidup di Jabodetabek dilarang banget buat mudik.

Sementara yang benar-benar nggak memungkinkan untuk ditunda mudiknya barulah dikasih izin pulang dengan aturan yang ketat juga.

Dengan masih terbukanya semua orang buat mudik kayak sekarang ini, terkesan kayak pemerintah seolah nggak pengen Covid-19 segera berakhir. Lha kalau mobilitas orang ke daerah nggak dibatasi, sampai kapan coba virus ini akan berhenti tersebar? (S13)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

- Advertisement -

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Baca juga :  Kim Jong-un dan Putin seperti Anak Kecil?
spot_img

#Trending Article

Berani Ganjar Tinggalkan PDIP?

Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo tidak diundang dalam halal bihalal PDIP Jateng. Apakah PDIP sudah tidak memperhitungkan Ganjar? Apakah Ganjar harus meninggalkan PDIP? PinterPolitik.com Bagi...

Jokowi Sudah Selesai?

Presiden Jokowi dan Ibu Iriana mulai mengemas barang-barangnya di Istana untuk dikirim ke Solo, Jawa Tengah. Apakah ini pesan kekuasaan RI-1 sudah selesai secara...

Partai Mana yang Diinginkan Gatot?

Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo menolak ajakan Din Syamsuddin untuk bergabung dalam Partai Pelita. Mungkinkah yang diinginkan Gatot adalah partai besar? PinterPolitik.com Kalau membahas eks Panglima...

Jokowi Dijutekin Biden?

Ketika mendarat di Washington DC, Amerika Serikat (AS), tidak ada pejabat tinggi AS yang menyambut Presiden Jokowi. Mungkinkah sang RI-1 tengah tidak dihiraukan atau...

Cak Imin Bisa “Tenggelam”?

Politikus PKB Umar Hasibuan sebut soal kemungkinan ancaman pembajakan terhadap PKB. Bila terjadi, mungkinkah Cak Imin bisa makin tenggelam?

Jaksa Agung, Terobosan atau Cari Perhatian?

Jaksa Agung ST Burhanuddin akan menerbitkan surat edaran (SE) untuk melarang terdakwa di persidangan tiba-tiba mendadak religius dengan menggunakan atribut keagamaan. Apakah ini sebuah...

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

Di Balik TikTok Zulhas-RK

Selain bertemu dengan Ketum PAN Zulkifli Hasan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) alias Kang Emil juga membuat video TikTok dan Reels.

More Stories

Ini Alasan Anies Kalahkan Prabowo

Sekitar 23 ribu jemaat menghadiri Sholat Idul Fitri di Kawasan Jakarta International Stadium (JIS) sepekan yang lalu. Sebagai stadion yang dibangun di era kekuasaan...

Jokowi, Luhut dan Political Amnesia

Kunjungan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan ke pabrik perakitan kendaraan listrik Tesla mencuri perhatian banyak pihak. Selain karena pertemuannya dengan orang terkaya di dunia...

Jokowi dan The Blood Oil of Russia

Di tengah perang yang terjadi antara Ukraina dan Rusia, isu energi menjadi salah satu konsen utama. Ini karena Rusia jadi produsen minyak terbesar ketiga...