HomeCelotehMLB PKB, Comeback Keluarga Wahid?

MLB PKB, Comeback Keluarga Wahid?

Kecil Besar

Sinyal akan dilaksanakannya Muktamar Luar Biasa (MLB) PKB semakin merebak dan menggoyah kursi Ketua Umum (Ketum) Muhaimin Iskandar (Cak Imin). Sejumlah nama – seperti Yenny Wahid – disebut berpotensi gantikan Cak Imin. Apakah ini comeback ala keluarga Wahid di PKB?


PinterPolitik.com

Sepak bola merupakan salah satu cabang olahraga yang paling populer di dunia. Nggak hanya di negara-negara dengan tim-tim sepak bola yang populer – seperti Real Madrid dan Liverpool – di belahan bumi Eropa, jenis olahraga ini juga sangat digemari oleh masyarakat Indonesia.

Biasanya nih, tim-tim sepak bola ini akan bertanding satu sama lain guna membuktikan siapa yang lebih unggul. Terdapat beberapa mekanisme untuk melakukannya, yakni melalui liga atau turnamen.

Dalam sebuah liga, biasanya, tim-tim tersebut akan saling bergantian dan bertanding satu sama lain dalam satu musim. Sementara, dalam turnamen, tim-tim sepak bola akan bertanding satu sama lain dan menyisihkan mereka yang kalah dalam pertandingan-pertandingan itu.

Hal yang menjadikan liga dan turnamen ini seru dan mendebarkan hati adalah proses tim-tim tersebut dalam menuju puncak. Terkadang, dalam pertandingan-pertandingan sepak bola tersebut, ada aja tuh situasi-situasi dramatis yang akhirnya membuat salah satu tim menang – dan kalah.

Salah satunya adalah pertandingan final UEFA Champions League 1999 yang terjadi antara Manchester United (Man. United) dan Bayern Munich yang berlangsung sengit. Gimana nggak? Tim Setan Merah – julukan untuk Man. United – mampu membalikkan posisi di menit-menit terakhir lho.

Mulanya, tim asal Jerman tersebut mengungguli Setan Merah di babak pertama. Kedudukan skor 1-0 ini juga berlangsung cukup lama di babak kedua. Namun, di menit-menit injury time, Man. United mampu membuahkan dua skor hanya dalam tiga menit, yakni pada menit 90+0:36 dan menit 90+2:17.

Baca juga :  Adu Nasib Rusdi-Sandi

Alhasil, Man. United lah yang keluar sebagai juara UEFA Champions League kala itu. Dua gol terakhir itu tentunya membubarkan ekspektasi para penggemar sepak bola – khususnya para penggemar tim Bayern Munich.

Baca Juga: Cak Imin dan Partai Kak Boy

PKB Kembali ke Pangkuan Wahid

Mungkin nih, situasi yang sama bisa aja terjadi nih di dunia politik Indonesia, khususnya di PKB. Lha, gimana nggak? Meski Muhaimin Iskandar (Gus AMI) alias Cak Imin telah ditetapkan sebagai Ketua Umum (Ketum) PKB pada tahun 2019, kini mulai muncul tuh suara-suara yang ingin menggulingkan sang Ketum melalui Muktamar Luar Biasa (MLB).

Kabarnya, mulai muncul tuh ketidakpuasan di tingkat DPC terhadap keputusan-keputusan DPP PKB. Salah satunya adalah proses pemilihan pimpinan DPC yang disebut-sebut dilakukan tanpa penyaringan dari DPW.

Hmmemang nih. Kalau soal posisi jabatan, selalu susah tuh buat diobrol-in dengan tenang dan damai. Mimin sih lihatnya udah biasa ya kalau soal jabatan-jabatan gini.

Uniknya nih, kabarnya, sejumlah unsur PKB di daerah mulai menyodorkan nama-nama yang dianggap berpotensi lho buat menggantikan saudara kandung dari Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes-PDTT) Abdul Halim Iskandar tersebut. Beberapa nama yang muncul adalah Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) dan putri Presiden ke-3 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Yenny Wahid.

Sontak aja, kemunculan nama Mbak Yenny ini membuat mimin bertanya-tanya nih. Apakah mungkin MLB ini bakal menjadi kesempatan comeback bagi keluarga Wahid di PKB?

Soalnya, kan, bukan rahasia umum kalau posisi Gus Dur di PKB dulu direbut oleh keponakannya sendiri, yakni Cak Imin. Wah, mungkin nggak ya kemunculan Mbak Yenny ini menjadi tanda akan kembalinya keluarga Wahid?

Baca juga :  Adu Nasib Rusdi-Sandi

Apalagi nih, masih banyak lho unsur Gusdurian (pengikut prinsip Gus Dur) di Nahdlatul Ulama (NU) dan PKB. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, misalnya, dulu kerap disebut sebagai sosok yang dekat dengan Gus Dur lho. Apa Pak Mahfud aja nih yang jadi Ketum PKB? Hehe.

Ya, terlepas dari terlaksana atau tidaknya MLB PKB ini nanti, bukan nggak mungkin ini jadi pertanda akan dimulainya injury time buat Cak Imin. Hmm, kita hanya bisa menanti nih apakah benar comeback ini akan terwujud seperti apa yang terjadi pada pertandingan Man. United-Bayern Munich pada tahun 1999 silam. Hehe. (A43)

Baca Juga: Cak Imin The Next AHY?


► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

La Nyalla: Prabowo, Pimpin Salat Dong

“Ibadah nomor satu dan korupsi nomor dua! Politisi banget.” PinterPolitik.com Eks kader Partai Gerindra, La Nyalla Mattalitti yang dulu mendukung Prabowo Subianto sekarang malah beralih dukungan...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

Amien Ingin Anaknya Jadi Menteri Jokowi?

“Intinya supaya tidak ada lagi cebong dan kampret, sehingga yang ada tinggal cebong bersayap, artinya sudah akur.” – Amien Rais PinterPolitik.com Pertemuan Prabowo dan Amien Rais...

PKS Baper Makin Dikorbankan Gerindra

“Satu-satu, daun-daun, berguguran tinggalkan tangkainya. Satu-satu, burung kecil beterbangan tinggalkan sarangnya.” – Lagu Andaikan Aku Punya Sayap PinterPolitik.com Perlahan-lahan partai Koalisi Adil Makmur mulai berguguran meninggalkan...

Mega-SBY, A Birthday and Three Funerals

“Taufiq mendukung SBY usai terpilih sebagai presiden untuk kedua kalinya. Begitu pula SBY di kemudian hari menginstruksikan kadernya di kursi parlemen untuk memilih Taufiq...

Bayar Rindu Pelukan Jokowi-Paloh

“Peluklah diriku dan jangan kau lepas,” – Alexa, Jangan Kau Lepas Pinterpolitik.com Akhirnya ya, setelah sempat menimbulkan berbagai isu di media, saga pelukan Ketua Umum Partai...

More Stories

Tulus, SBY, Jokowi: Seni Bertahan

Setelah empat tahun diam, Tulus rilis "Teh Hijau" tanpa gembar-gembor. Mengapa justru keheningan yang membuatnya makin dinanti? 

Kiri, Kanan, Kulihat Merah Putih

Dari Kabinet hingga koperasi desa, nama bangsa kini melekat di mana-mana. Namun, mengapa harus seragam begitu? 

Inul dan Bangkitnya Sang ‘Anti-Hero’

Inul Daratista menolak tawaran masuk parlemen meski dijanjikan uang miliaran. Mengapa menolak kekuasaan justru membuatnya menang?