HomeCelotehMisteri Erick Thohir dan Gojek

Misteri Erick Thohir dan Gojek

“Berinvestasi di Gojek akan menguntungkan Telkom karena Gojek telah memiliki ekosistem digital yang cukup baik”. – Stefanus Adrian Chandra Wijaya, Equity Analyst PT Phillip Sekuritas


PinterPolitik.com

Erick Thohir memang menjadi salah satu menteri yang paling disorot pemberitaan. Bukannya gimana-gimana ya, doi dianggap sebagai salah satu menteri yang paling dipercaya Presiden Jokowi. Selain itu, ia memimpin kementerian dengan total aset terbesar mencapai Rp 8.092 triliun. Beh, itu kalau duitnya dipakai buat beli odading dapat berapa gerobak ya? Uppps.

Nah, kabar terbaru yang datang dari kementerian yang dipimpin Erick itu adalah terkait rencana salah satu BUMN, PT Telkom, lewat anak perusahaannya Telkomsel, disebut ingin melakukan investasi ke perusahaan unicorn yang tengah naik daun: Gojek.

Telkom Group memang disebut sudah menjadi bapak angkat di beberapa perusahaan rintisan di Indonesia. BUMN telekomunikasi ini menyiapkan investasi di kisaran US$300 juta-US$500 juta.

Nah, untuk Gojek sendiri, dana yang akan disuntikkan disebut mencapai US$150 juta atau sekitar Rp 2,25 triliun. Telkomsel disebut sudah mencapai kesepakatan investasi dengan Gojek.

Erick sendiri menyebutkan bahwa investasi tersebut tak ada salahnya, apalagi jika keuangan perusahaan sedang sehat dan juga sektor usahanya masuk dalam bisnis inti.

Beberapa analis emang bilang sih bahwa berinvestasi pada Gojek akan memperkuat usaha pengembangan bisnis digital milik Telkom. Hal ini akan cenderung menguntungkan Telkom karena Gojek telah memiliki ekosistem digital yang cukup baik.

Hmm, tapi yang bikin spekulasi berkembang ke mana-mana adalah karena ada sosok macam Boy Thohir yang merupakan saudara Erick, yang kini duduk sebagai salah satu komisaris di Gojek. Banyak yang mengaitkan hal ini dengan hubungan kekeluargaan gitu.

Baca juga :  Strategi Erick Thohir Menangkan Timnas?

Selain itu, di Gojek sendiri sudah ada Djarum dan Astra – dua raksasa bisnis yang memang sudah sejak lama berinvestasi di perusahaan yang didirikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim ini. Banyak yang bilang bahwa Telkom sebagai BUMN tidak bisa memposisikan diri layakanya Djarum dan Astra dalam investasi ini.

Yang jelas, rencana ini emang jadi semacam misteri. Publik penasaran, terkait apa yang ingin dicapai dari langkah ini. Banyak yang menyebutkan juga bahwa ini adalah cara pemerintah lewat BUMN untuk memastikan Gojek sebagai salah satu perusahaan yang berperan vital bagi bergeraknya ekonomi masyarakat bawah, untuk dapat terus beroperasi tanpa terpengaruhi kondisi ekonomi yang saat ini sedang sulit-sulitnya.

Sebagai catatan, Gojek menaungi sekitar 2 juta pengemudi alias driver dan sekitar 500 ribu pedagang. Artinya, ada dampak ekonomi yang besar dari keberadaan perusahaan ini.

Hmm, jadi makin menarik nih manuver investasi Telkom ini. Apapun itu, semoga memang benar-benar bertujuan untuk kepentingan masyarakat banyak ya. Sebab, duit Rp 2,2 triliun itu nggak sedikit loh. Uppps. (S13)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

More Stories

Jebakan di Balik Upaya Prabowo Tambah Kursi Menteri Jadi 40

Narasi revisi Undang-Undang Kementerian Negara jadi salah satu yang dibahas beberapa waktu terakhir.

Budi Gunawan Menuju Menteri Prabowo?

Dengarkan artikel ini: Nama Kepala BIN Budi Gunawan disebut-sebut sebagai salah satu kandidat calon menteri yang “dititipkan” Presiden Jokowi kepada Presiden Terpilih Prabowo Subianto. Hal...

Mungkinkah Prabowo Tanpa Oposisi?

Peluang tak adanya oposisi dalam pemerintahan Prabowo-Gibran sangat terbuka.Ini karena beberapa partai yang awalnya menjadi lawan Prabowo-Gibran, kini sudah mulai terang-terangan menyatakan siap menjadi bagian dari pemerintahan.