HomeCelotehDokter Reisa, Jurus Baru Pemerintah?

Dokter Reisa, Jurus Baru Pemerintah?

Kecil Besar

“Pretty hurts. We shine the light on whatever’s worst. Perfection is a disease of a nation” – Beyoncé, penyanyi asal Amerika Serikat (AS)


PinterPolitik.com

Eka Kurniawan boleh saja menulis novel yang berjudul Cantik Itu Luka, tetapi kebanyakan warganet Indonesia tidak semua mengamininya dalam kehidupan nyata. Ya kan, gengs?

Nah mungkin itu yang ada di pikiran warganet Indonesia saat melihat konferensi pers penanganan pandemi Covid-19 di layar televisi. Secepat kilat, tim komunikasi pemerintah untuk Covid-19 yang baru itu langsung membuat ramai publik. Ya, Dokter Reisa Broto Asmoro resmi jadi primadona di media sosial.

Beberapa hari yang lalu, Dokter Reisa tampil perdana dengan gaya elegan seperti di momen-momen yang lain. Dia nggak kelihatan grogi tuh. Maklum saja, sudah biasa mejeng di acara-acara televisi sih.

Jujur nih, para warganet yang biasanya bosan setiap dengerin laporan dari pemerintah tentang data dan imbauan selama Covid-19 – maaf ya, Pak Achmad Yurianto – berbicara pasti menemukan hal yang berbeda. Pastinya nggak hanya mimin saja, pasukan medsos juga banyak yang “terkejut” dengan kehadiran Dokter Reisa ini.

Bahkan nggak ketinggalan, Denny Siregar sampai mau ngetweet agak alay sedikit. Hehe. “Sore, dr Reisa. Jam berapa mau konpers lagi. Udah nungguin nih,” tulis Denny di akun @Dennysiregar7.

Oh ya, menurut mimin, yang beginian, sebenarnya emang jurus lama kok. Coba diamati. Kenapa kalau polisi mau bubarinpedemo pasti yang dimajuin duluan tuh Polwan. Hayo, kenapa?

Soalnya memang itu strategi cooling down yang efektif. Pun demikian halnya dengan kondisi ini, kenapa pemerintah baru ngeluarin jurus ini? Ya, sebab warga sudah tampak malas mengamati berita Covid-19 sih.

Makanya, agar warga dapat menyimak lagi, diubahlah strategi komunikasinya. Ismail Fahmi, peneliti DroneEmprit, via akun Twitter miliknya juga mengakui adanya ‘Reisa Effect’ di media sosial.

Meski pemirsa banyak yang menerima secara positif strategi ini, kayaknya peningkatan kasus kok tidak kunjung mereda sih. Apa strategi ini yang dimaksud dengan normal baru dari pemerintah? Upss. (F46)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Sandi Galau Jokowi Makin Sakti

“Berikan tubuhmu sebanyak mungkin nutrisi supaya kuat, sehat dan bertenaga. Jika tubuh sudah kuat, sehat dan bertenaga, maka silahkan lanjutkan perlawanannya.” PinterPolitk.com Sandiaga Salahuddin Uno menyambut...

Masa Suram Budiman Sudjatmiko dkk.

“Orang tua, pandanglah kami sebagai manusia. Kami bertanya, tolong kau jawab dengan cinta,” – Iwan Fals, Bongkar Pinterpolitik.com Mahasiswa bergerak. Ribuan mahasiswa  di seluruh penjuru negeri...

Pemerintah ‘Paksa’ Minum Air Kotor?

“Air berkata kepada yang kotor, ‘Kemarilah.’ Maka yang kotor akan berkata, ‘Aku sungguh malu.’  Air berkata, ‘Bagaimana malumu akan dapat dibersihkan tanpa aku?” ~...

Otoriter, Jika Jokowi Tanpa Oposisi?

"Demokrasi kita akan terganggu karena berarti koalisi Jokowi itu akan jauh besar, mungkin di atas 90 persen kekuatan di parlemen". – Sirojuddin Abbas, Direktur...

Anak STM Mendemo “Anak TK”

“Keterangan saya tidak begitu dipahami, karena memang enggak jelas bedanya antara DPR dan Taman Kanak-Kanak,” – Abdurrahman Wahid, Presiden RI ke-4 Pinterpolitik.com Awas, awas, anak STM...

Di Balik Tutupnya McD Sarinah

Gerai McDonald’s (McD) yang terletak di Sarinah Thamrin, Jakarta, telah resmi tutup secara permanen. Mungkin, banyak kisah yang senantiasa menyertai di tempat tersebut. Kira-kira,...

SBY Khawatirkan AHY?

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan hanya ada satu matahari di Partai Demokrat. Tegasnya, saat ini yang memimpin partai adalah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Kenapa...

PDIP Seharusnya Bersyukur Ada Luhut?

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan tampaknya membuat gerah PDIP. Masinton Pasaribu bahkan mengeluarkan kalimat tegas, hingga meminta Presiden Jokowi memecat Luhut. Namun, mungkinkah PDIP...

More Stories

Megawati Sukses “Kontrol” Jokowi?

“Extraordinary claims require extraordinary evidence” – Carl Edward Sagan, astronom asal Amerika Serikat (AS) PinterPolitik.com Gengs, mimin mau berlagak bijak sebentar boleh, ya? Hehe. Kali ini, mimin mau berbagi pencerahan tentang...

Arief Poyuono ‘Tantang’ Erick Thohir?

“Orang hebat tidak dihasilkan dari kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan. Mereka dibentuk melalui kesulitan, tantangan, dan air mata” – Dahlan Iskan, mantan Menteri BUMN PinterPolitik.com Gengs, kalian...

Sri Mulyani ‘Tiru’ Soekarno?

“Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya” – Soekarno, Proklamator Indonesia PinterPolitik.com Tahukah kalian, apa yang menyebabkan Indonesia selalu...