HomeCelotehPendiri PKS Kesemsem PDIP

Pendiri PKS Kesemsem PDIP

Kecil Besar

“Saya selalu mengatakan bahwa dalam politik, musuh-musuhmu tak dapat menyakiti kamu, tapi teman-temanmu akan membunuhmu.” ~ Ann Richards


PinterPolitik.com

[dropcap]D[/dropcap]unia politik memang penuh kejutan ya gengss. Kejutan kali ini datang dari pendiri Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Yusuf Supendi, yang memutuskan untuk maju sebagai bakal calon anggota legislatif dengan bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Kalian tahu pendiri partai yang dibuang partainya sendiri? Ya, Yusuf Supendi ini. Ceritanya tuh sedih banget, gaes. Selain diasingkan dan dipecat karena dipandang terlalu vokal mengomentari kebijakan PKS, doi juga pernah diserang sama isu perselingkuhan yang dibuat sama kader PKS itu sendiri. Hiks, Hayati tak kuasa mendengar kisah kelam itu kembali.

Dulu beliau sempat move on ke Partai Hanura dan menjadi caleg di 2014, namun gagal. Kini, bersama PDIP ia siap bersaing dengan partai yang dulu pernah ia lahirkan sendiri. Ntap!

Tapi ya, langkah Pak Yusuf ini kayak semacam troll tingkat dewa ke bekas partainya tersebut. Gimana enggak, PDIP kan selama ini dianggap sebagai musuh bebuyutannya PKS. Ironis aja gitu, masa nyeberang ke musuh sendiri. Bisa aja nih Pak Yusuf ngetrollnya!

Eh, tapi nganu, kenapa nggak gabung sama partai yang sudah jelas-jelas bernapaskan Islam? Sudah tidak se-Islami dulu kah diri Yusuf Supendi?

Ett, ett, jangan langsung salah sangka dulu gaes. Ternyata pilihan ini diambil setelah melampaui proses ijtihad yang panjang tahuu. Beliau bertafakur dan berkonsultasi kepada para tokoh agama, jamaah pengajian, peneliti, hingga para pengacara.

Tuh, cara menetapkan pilihannya saja masih sangat islami, kok. Apalagi saat Yusuf melihat hasil riset dari Saiful Mujani Research Center (SMRC) yang menunjukkan bahwa 70 persen pemilih PDIP adalah kaum santri, muslimin yang taat beragama. Hm, jadi yang komentar kalo PDIP adalah partai komunis dapat data dari mana itu? Hehe

Baca juga :  Driver Ojol Sang Marhaen Modern

Kalo menilik kembali sejarah panjang Yusuf Supendi di kancah politik, eike jadi teringat dengan kata-kata seorang ekonom bernama John Kenneth Galbraith, yang bilang kalau politik adalah seni kemungkinan. Ia terdiri dari memilih antara yang membawa bencana dan hal yang tak menyenangkan. Jadi mau bagaimana pun, politik itu pahittt, say. Kalo kamu nggak kuat, lambangkan tangan aja yaahh. Hehe. (E36)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Wiranto Pelanggar HAM?

Wiranto diduga terlibat namun bukan sebagai eksekutor, akan tetapi sebagai orang dibalik layar tragedi tersebut, hal itu dikarenakan posisinya pada masa itu sebagai Panglima...

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Giring Ingin Balik Nyanyi Lagi?

Video Ketum PSI Giring Ganesha nyanyikan lagu Nidji tersebar di media sosial. Apakah Giring ingin balik nyanyi lagi dan lupakan politik?

Melirik Romantisme TGB-Somad

Netizen mendukung Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGB Dr. Zainul Majdi dan Ustadz Abdul Somad untuk maju sebagai capres dan cawapres di Pilpres 2019. PinterPolitik.com Gubernur Nusa...

More Stories

Abdi Negara Terbelenggu Kemiskinan?

"Oemar Bakri, Oemar Bakri, pegawai negeri…” ~Lirik Lagu Oemar Bakri -  Iwan Fals PinterPolitik.com Jadi pegawai negeri itu merupakan impian banyak orang. Pokoknya jadi PNS itu...

Luhut Panjaitan Memeluk Orba

"Luka tidak memiliki suara, sebab itu air mata jatuh tanpa bicara." ~Dilan 1990 PinterPolitik.com Orde Baru masih menjadi sejarah yang amat menakutkan dari sebagian besar masyarakat....

Ma’ruf Amin yang Terbuang?

"Sebagai kekasih, yang tak dianggap aku hanya bisa mencoba mengalah. Menahan setiap amarah…” ~Lirik Lagu Kekasih yang Tak Dianggap – Kertas Band PinterPolitik.com Jika di dunia...