HomeCelotehSekjen KPK ‘Dibuang’?

Sekjen KPK ‘Dibuang’?

Kecil Besar

“Pergantian Sekjen KPK itu atas usulan pimpinan KPK kepada Presiden. Jadi Presiden memutuskan berdasarkan usulan pimpinan KPK. Pergantian pejabat di KPK itu urusan internal KPK.” ~ Johan Budi


PinterPolitik.com

[dropcap]D[/dropcap]i tengah kesibukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangani banyak sekali kasus, terdengar kabar tak sedap muncul dari lembaga anti rasuah itu.

Usut punya usut, kabar tak sedap itu muncul dari Sekretaris Jenderal Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Raden Bimo Gunung Abdul Kadir yang secara mendadak dipecat dan dicopot dari jabatannya.

Tentu pemecatan itu pasti didasarkan pada alasan tertentu, ga mungkin cuma iseng – iseng berhadiah doang kan? Yang jelas, keputusan pemecatan sudah final dan Keputusan Presiden sudah diterbitkan.

Hmm, pemecatan ini sudah pasti diawali dengan usulan pimpinan KPK yang diberikan kepada Presiden, baru deh disetujui atau engganya. Tapi kalau urusan internal KPK, Presiden kayaknya sih cuma menyetujui aja, maksudnya pasti iya iya aja gitu.

Tapi kabar dari burung yang suka desas – desus sih, kabarnya Sekjen KPK itu dipecat karena tak loyal dan memiliki kinerja yang lamban. Hmmm, kalau begini alasannya sih wajar aja, kan tahu sendiri KPK lagi sibuk dan sedang bergerak cepat menuntaskan kasus.

Kalau semangat anti korupsinya tinggi, jangan males – malesan apalagi lamban, karena tak ada kompromi kalau urusannya udah pengen membumihanguskan koruptor. Masa KPK lagi spiritnya membara begini, Sekjennya bekerja lamban sih? Hadeuuuhhh.

Makanya kalau salah satu pegawainya malah lamban, otomatis jadi penghambat buat KPK sendiri kan. Kalau alasannya begitu sih, wajar kayaknya ya? Iyalah, kalau berkaitan dengan kinerja yang ga profesional itu sanksi yang wajar.

Tapi sebenernya, masih banyak nih kabar burung yang beredar dan bahayanya sih, katanya Sekjen KPK itu tak disukai oleh pimpinan KPK.

Baca juga :  Jika Ahok jadi Ketua KPK

Waduh, kalau udah urusan beginian agak susah deh, karena ga ada ukuran yang jelas. Ya kalau begitu, mau kerja bagus sekalipun tapi pimpinan ga suka ya didepak juga.

Kalau ujung – ujungnya suka atau ga suka, pimpinannya juga sih yang seharusnya berpikir dewasa, karena yang di kedepankan itu profesionalisme bukan suka atau engga. Hmm sabar – sabar, itu kan baru kabar burung.

Makanya harus ada argumentasi yang jelas, masa langsung dipecat, ga ada teguran apa kek atau apa gitu? Hmmm, entahlah.

Mungkin benar apa kata Karl Marx, akan selalu ada alasan, tetapi tidak selalu dalam bentuk yang wajar, weleeeh weleeeh. (Z19)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Jokowi si Politisi Jenius?

Profesor Kishore Mahbubani menyebut Presiden Jokowi sebagai pemimpin jenius dalam tulisan terbarunya. Berbagai kebijakan mantan Wali Kota Solo tersebut mendapat pujian. Mahbubani bahkan menilai pemerintahan Jokowi layak ditiru oleh berbagai negara. Apakah Presiden Jokowi adalah politisi jenius?

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Anies Jiplak Jokowi?

Anies Baswedan sebut hanya hasilkan "karya, karya, karya" selama jadi Gubernur DKI . Apakah Anies jiplak slogan "kerja, kerja, kerja" ala Jokowi?

Gibran Mulai Berani “Mbalelo”?

“Seng tak hapus malah (anggaran) Wali Kota dan Wakil Wali Kota kita hapus untuk mobil listrik. Timbange tuku mobil mending bangun pasar (daripada beli mobil mending...

More Stories

Wali Kota Depok ‘Biduan Lampu Merah’

"Kualitas humor tertinggi itu kalau mampu mengejek diri sendiri. Cocok juga ditonton politisi. Belajar becermin untuk melihat diri sendiri yang asli, " - Butet...

DPR Terpilih ‘Puasa Bicara’

“Uang tidak pernah bisa bicara; tapi uang bisa bersumpah,” – Bob Dylan PinterPolitik.com Wakil rakyat, pemegang amanah rakyat, ehmmm, identitas yang disematkan begitu mulia karena menjadi...

Ridwan Kamil Jiplak Jurus Jokowi

“Untuk melakukan hal yang buruk, Anda harus menjadi politisi yang baik,” – Karl Kraus PinterPolitik.com Pemindahan Ibukota masih tergolong diskursus yang mentah karena masih banyak faktor...