HomeCelotehMuhaimin Mendadak Alergi Durian

Muhaimin Mendadak Alergi Durian

Kecil Besar

“Kasus (Korupsi Kardus Durian) sudah selesai, orang yang mengatasnamakan saya sudah dibantah di pengadilan. Kalau hari ini muncul lagi, itu tidak lebih dari black campaign saja.” ~ Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar.


PinterPolitik.com

[dropcap]B[/dropcap]agi pecinta durian, siapa sih yang bisa menolak pesona rasa buah yang dijuluki King of Fruit ini. Rasa dagingnya yang lembut dapat menyihir lidah orang yang memakannya. Bagi kalian yang gak suka durian, mungkin itu cuma perasaan aja, karena tersugesti aroma menyengat yang keluar dari buah ini. Tapi begitu nanti kalian coba, percaya deh sama eike, pasti kalian langsung jatuh cinta.

Eh, tapinya, ada loh orang yang alergi sama durian. Padahal konon kabarnya, dia pecinta durian sejati. Tapi ntah kenapa, dia tetiba jadi alergi gitu sama durian. Saking alerginya nih ya, terdengar kata durian di telinganya aja udah bikin dia pusing. Lah, durian macam apa yang bisa bikin kek gitu ya. Wadezig.

Bagi yang penasaran siapa orangnya yang alergi durian itu, nah eike kasih tau ya, dia adalah Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar. Tapi durian yang eike maksud di sini bukan sembarang durian loh ya. Karena harga satu kardusnya itu mencapai Rp 1,5 miliar. Khan maen harganya.

Jadi gini ceritanya guys, Cak Imin (sapaan akrab Muhaimin) diduga menerima uang suap proyek infrastruktur di Papua tahun 2011. Proyek tersebut dikerjakan oleh Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi yang kebetulan dia sendiri Menterinya. Terus, uang suap itu dimasukkan dalam kardus durian.

Oalah pantesan aja ya, Cak Imin jadi mendadak alergi sama durian. Lah wong buahnya itu durian panas, buahahaha. Diterima salah, gak diterima mubazir. Kan bikin keki yang kayak gini. Nah menariknya nih ya, isu ini kembali mencuat kepermukaan di awal tahun 2018. Wah pas banget sama tahun politik ya.

Niatan Cak Imin untuk maju sebagai Cawapres Jokowi, bakal tersandung nih sama korupsi kardus durian. Bener gaknya Cak Imin terlibat, ya memang butuh pembuktian di persidangan. Tapi kalau memang bener terlibat, mmm, bete juga pasti Cak Imin sama pihak yang berusaha menjegalnya maju sebagai Cawapres.

Jadi apakah Cak Imin adalah tipikal calon pemimpin yang suka bermain dengan uang yang haram? Mmm, ya kita liat aja nanti perkembangannya. Karena bagaimanapun juga, filsuf Voltaire (1694-1778) pernah mengatakan, ‘Ice-cream is exquisite – what a pity it isn’t illegal.’ (K16)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Jokowi si Politisi Jenius?

Profesor Kishore Mahbubani menyebut Presiden Jokowi sebagai pemimpin jenius dalam tulisan terbarunya. Berbagai kebijakan mantan Wali Kota Solo tersebut mendapat pujian. Mahbubani bahkan menilai pemerintahan Jokowi layak ditiru oleh berbagai negara. Apakah Presiden Jokowi adalah politisi jenius?

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Melirik Romantisme TGB-Somad

Netizen mendukung Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGB Dr. Zainul Majdi dan Ustadz Abdul Somad untuk maju sebagai capres dan cawapres di Pilpres 2019. PinterPolitik.com Gubernur Nusa...

Ada Apa Dengan Fredrich?

Setelah ditangkap KPK atas tuduhan menghalangan penyidikan, Fredrich Yunadi ternyata belum kapok. Ia berkoar sana sini, bahkan sampai mengajak boikot KPK segala. Ada apa...

More Stories

Data IDI Dengan Pemerintah Berbeda?

IDI dilaporkan data kematian Covid-19 yang berbeda dengan pemerintah. Sebut kematian telah sentuh angka 1000 sedangkan data pemerintah belum sentuh angka 600. Dinilai tidak...

MK Kebiri Arogansi DPR

"(Perubahan pasal UU MD3) sudah diputuskan hukum, iya kita sebagai negara hukum, ikut dan taat apa yang telah diputuskan MK yang final dan mengikat,"...

Gerindra ‘Ngemis’ Cari Teman

"Prioritas Gerindra tetap dengan PKS, PAN. Mungkin juga dengan Demokrat yang belum nyatakan sikap. Kita lihat PKB juga.Jadi kita akan merajut koalisi lebih intensif,...