HomeTrending

Trending

RIP Meritokrasi, Mantra Komisaris?

Pengangkatan relawan politik menjadi komisaris BUMN kembali memantik polemik. Apakah ini sekadar balas jasa kekuasaan, atau strategi menjaga stabilitas politik? Di balik kontroversi Ginka Febriyanti Ginting, tersimpan paradoks lama, yakni ketika loyalitas lebih bernilai daripada kompetensi, apakah meritokrasi masih memiliki tempat?

Rame-Rame Belah Gunung Gegara Hormuz

Obat Bius Termurah

Lex Talionis Taufik Hidayat Biadab

Lobi Pres-T Hingga Reshuffle

Pembahasan RUU Pemilu masih mengalami jalan buntu, akibat belum adanya kesepakatan mengenai ambang batas presidential threshold. Lobi-lobi terus dilakukan, bahkan sampai perjanjian reshuffle kabinet. PinterPolitik.com Pembahasan...

Rizieq Tanggapi penyerangan ahli IT, Hermansyah

PinterPolitik.com - Kasus penyerangan terhadap ahli IT sekaligus alumni ITB, Hermansyah akhirnya mendapat tanggapan dari ketua FPI yang saat ini masih berada diluar negeri...

UU Terorisme ‘Hampir’ Disepakati

Belum selesainya pembahasan RUU Terorisme hingga saat ini, diklaim anggota DPR karena belum adanya kesepakatan antara Pemerintah dan DPR. PinterPolitik.com Penyelesaian revisi Undang-undang nomor 15 tahun...

Syahwat Politik Artis, Pribadi atau Partai?

Politik kerap tak pandang bulu, bahkan seorang artis, yang tanpa pengalaman di roda pemerintahan sebelumnya, pun bisa dibuatnya menjadi politisi. Pinterpolitik.com Ahmad Dhani dan Sigit Purnomo...

Kaesang dan Kebebasan Berpendapat

“Mengada-ada” itulah kata yang meluncur dari Wakapolri Syarifuddin ketika ditanya mengapa pelaporan atas Kaesang tak dilanjutkan. Menghadapi keputusan kepolisian, sang pelapor lantas menunjukkan kekecewaannya...

More Stories

RIP Meritokrasi, Mantra Komisaris?

Obat Bius Termurah